Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Rp14.356
+0.78%
Rp16.073
+0.21%
Rp18.187
+0.58%
Rp131
+0.56%
Rp9.927
+0.18%
Rp3.828
+0.78%
Rp2.080
+0.52%
Rp10.433
+0.35%
Rp10.673
+0.44%
Rp14.325
+0.21%
Rp9.402
-0.02%

6 Pelajaran Finansial Penting di Saat Memasuki Usia 30

0 190

Saat Anda berusia tiga puluhan, Anda mungkin masih merasa muda dan tak terkalahkan. Salah satu fakta yang mungkin sedikit menakutkan, bahwa sebenarnya Anda sudah setengah jalan untuk memasuki masa-masa pensiun. Di masa usia ini, sangat penting bagi Anda untuk menguasai pelajaran finansial yang utama, diantaranya beberapa poin berikut.

Masa usia 30-an, jika tidak memiliki kebiasaan / pemahaman pengelolaan keuangan yang baik, maka jangan berharap di masa pensiun nanti Anda dapat meraih apa yang diidamkan.

Ada banyak pelajaran finansial yang kita harus mulai biasakan, bahkan jikalau bisa sudah dimulai lebih dini, mulai memasuki usia 20-an.

Diantara sekian banyak ilmu tentang pengelolaan keuangan, berikut ini beberapa pelajaran finansial yang perlu Anda miliki, terutama jika akan memasuki usia 30-an.

  • Disiplin & Konsisten dengan Anggaran

Sebagian besar orang mungkin di usia 20-an telah ‘bermain-main’ dengan gagasan bagaimana membuat anggaran keuangan pribadi yang baik. Selain itu, juga menggunakan aplikasi budgeting / finansial dan pernah membaca minimal 1-2 artikel tentang pentingnya membuat anggaran.

Namun, sangat sedikit individu yang benar-benar konsisten pada anggaran yang sudah dibuat. Begitu Anda berusia 30, sudah waktunya untuk membuang proses penganggaran yang muluk-muluk dan mulai mengalokasikan setiap rupiah yang didapatkan kemana untuk membelajankannya.

Ini berarti bahwa setiap pengeluaran pribadi, Anda harus benar-benar mengetahui kemana saja uang tersebut pergi. Poin keseluruhan tentang anggaran finansial adalah untuk mengetahui kemana uang Anda keluar untuk membuat keputusan yang tepat.

Tidak apa-apa menghabiskan uang untuk berbelanja atau bersenang-senang, selama pembelian ini sesuai dengan anggaran Anda dan tidak mengurangi tujuan tabungan finansial jangka panjang.

Mengetahui kebiasaan belanja akan membantu Anda menemukan di mana dapat memotong biaya dan bagaimana Anda bisa menghemat lebih banyak uang untuk dana pensiun atau rekening pasar uang.

  • Berhenti Menghabiskan Gaji / Pemasukan

Individu terkaya di dunia tidak memperoleh impian mereka hari ini dengan menghabiskan seluruh gaji setiap bulannya. Sebenarnya, banyak milyuner / entrepreneur menghabiskan penghasilan mereka dengan rendah hati, menurut buku Thomas J. Stanley “The Millionaire Next Door.”

Buku Stanley menemukan bahwa mayoritas milyuner / entreprenur mengendarai mobil bekas dan tinggal di rumah dengan harga rata-rata.

Dia juga menemukan bahwa mereka yang mengendarai mobil mahal dan mengenakan pakaian mahal benar-benar tenggelam dalam hutang. Gaya hidup mereka yang mahal tidak dapat mengikuti slip gaji / pemasukan mereka.

Mulailah dengan hidup dari 90% pendapatan Anda dan simpan 10% lainnya. Setelah uang itu dikurangkan dari gaji Anda secara otomatis dan dimasukkan ke dalam rekening tabungan pensiun, pastikan Anda tidak melewatkannya.

Secara bertahap tingkatkan jumlah yang disimpan sambil mengurangi jumlah yang ditinggalkan. Idealnya, belajar hidup dari 60% sampai 80% dari gaji Anda sambil menabung dan menginvestasikan 20% sampai 40% sisanya.

  • Buat Tujuan Nyata dari Keuangan Anda

Salah satu pelajaran finansial yang penting berikutnya adalah membuat tujuan nyata dari keuangan Anda. Apa tujuan keuangan Anda? Benar-benar duduk dan pikirkan.

Tuliskan dan temukan cara bagaimana tujuan tersebut menjadi kenyataan. Anda cenderung tidak mencapai tujuan apa pun jika tidak menuliskannya dan membuat rencana konkret.

Misalnya, jika Anda ingin berlibur ke Eropa, maka berhentilah melamun tentang hal tersebut dan buatlah rencana keuangan. Lakukan penelitian dengan mengetahui berapa biaya liburan, lalu hitung berapa banyak uang yang harus dihemat setiap bulannya.

Liburan impian Anda bisa menjadi kenyataan dalam satu atau dua tahun jika Anda mengambil langkah-langkah perencanaan finansial dan penghematan yang tepat. Hal yang sama berlaku untuk tujuan keuangan lainnya, seperti melunasi hutang atau menabung untuk membeli rumah / properti.

  • Cari tahu Situasi Utang Anda

Banyak individu menjadi terbiasa dengan hutang begitu mereka berusia tiga puluhan. Bagi mereka dengan pinjaman studi, hipotek, hutang kartu kredit dan kredit mobil, membayar hutang telah menjadi cara hidup yang harus dijalani.

Anda bahkan mungkin melihat utang seperti hal yang biasa saja. Yang benar adalah bahwa Anda seharusnya tidak menjalani hidup dengan terus-menerus untuk melunasi hutang. Hitung berapa banyak hutang yang dimiliki di luar cicilan rumah dan buat anggaran yang membantu Anda menghindari hutang lagi.

Ada banyak metode untuk melunasi hutang. Catat semua hutang Anda dari yang terkecil sampai yang terbesar, berapapun tingkat suku bunga. Bayar pembayaran minimum untuk semua hutang, kecuali yang terkecil.

Untuk hutang terkecil, bayar langsung yang Anda bisa bayarkan setiap bulannya. Tujuannya adalah agar hutang kecil itu terbayar dalam beberapa bulan dan kemudian beralih ke hutang berikutnya.

Membayar hutang Anda akan berdampak signifikan terhadap keuangan pribadi. Anda akan memiliki lebih banyak ruang bernapas dalam anggaran, dan Anda akan memiliki lebih banyak uang yang dapat disisihkan untuk tujuan tabungan dan finansial jangka panjang.

  • Buat Dana Darurat yang Kuat

Dana darurat penting untuk kesehatan keuangan dan pondasi dari pelajaran finansial pribadi Anda. Jika tidak memiliki dana darurat, Anda akan cenderung beralih ke tabungan atau mengandalkan kartu kredit untuk membantu Anda membayar perbaikan mobil dan biaya kesehatan yang tidak direncanakan.

Langkah pertama adalah membangun dana darurat Anda minimal 3 kali pemasukan setiap bulan. Itu adalah minimum rekening dana darurat seharusnya.

Anda bisa menyisihkan, misalnya, 400-500 ribu dari setiap gaji dan dimasukkan ke dana darurat. Anda akan mencapai dana darurat tempo waktu yang tidak terlalu lama.

Setelah itu, tetapkan tujuan tambahan untuk diri sendiri tergantung pada biaya bulanan. Beberapa penasihat keuangan merekomendasikan memiliki biaya hidup selama 4-5 bulan dalam dana tersebut – yang lain merekomendasikan 6-8 bulan. Tentu saja, berapa banyak yang bisa dihemat akan tergantung pada situasi keuangan Anda.

  • Jangan Melupakan Masa Pensiun

Kebanyakan orang memasuki usia 30-an tanpa sepeser pun pun memberikan kontribusi untuk masa pensiun mereka, atau mereka memberikan kontribusi minimum.

Jika Anda menginginkan memiliki masa pensiun yang lebih baik, Anda harus menyisihkan uang untuk tabungan sekarang. Berhenti menunggu promosi dari pekerjaan atau lebih banyak ruang gerak dalam anggaran Anda.

Di usia 30-an, Anda masih punya waktu, jadi jangan sia-siakan. Pastikan bahwa Anda mendapatkan keuntungan dari uang pensiun perusahaan.

===========

Kebahagiaan Anda secara finansial di masa depan, sangat bergantung dari apa yang Anda telah bangun di masa sekarang. Mulai terapkan beberapa poin penting dalam pelajaran finansial pribadi Anda tersebut, dan tetap disiplin serta konsisten dalam menerapkannya.

Sumber Tulisan: www.investopedia.com

Loading...
Sumber www.investopedia.com
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.