Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Rp13.974
+0.3%
Rp15.539
+0.59%
Rp18.630
+0.27%
Rp128
+0.31%
Rp9.609
+0.49%
Rp3.726
+0.3%
Rp2.004
+0.3%
Rp10.324
+0.32%
Rp10.611
+0.26%
Rp14.199
+0.47%
Rp9.217
+0.37%

Sekilas Tentang Marginal Cost dan Marginal Revenue

0 40.303

Secara definisi marginal cost adalah perubahan biaya total (total cost) dengan adanya perubahan dalam satu satuan jumlah. Marginal revenue adalah tingkat perubahan pendapatan total (total revenue) berkaitan dengan jumlah yang terjual.

Perhitungan marginal revenue (MR) menunjukkan kepada perusahaan, bagaimana penjualan total akan berubah jika ada perubahan dalam jumlah produk yang terjual.

Dalam ilmu ekonomi, marginal revenue harus sama dengan marginal cost untuk mencapai laba yang maksimal, atau MR = MC.

Dalam kisaran kegiatan yang bersifat diskrit, yaitu kegiatan yang dilakukan perusahaan ketika berbisnis di dunia nyata, MR setara dengan incremental (atau differential) revenue (pendapatan inkremental atau diferensial), disingkat IR.

Marginal cost juga dipandang setara dengan incremental cost (biaya ikremental), disingkat IC, yaitu tambahan biaya antara 2 alternatif atau antara 2 volume output yang diskrit.

Maka, dalam kenyataannya, keputusan yang mempengaruhi kegiatan seperti ini harus dilakukan hanya bila IR > IC.

Bagaimana menghitung Marginal Cost dan Marginal Revenue?

Marginal cost dari unit output ke-500 dapat dihitung dengan mencari perbedaan antara total cost pada 499 unit output dan total cost pada 500 unit output.

Jadi, marginal cost adalah biaya tambahan (additional cost) dari satu lagi unit output, dihitung sebagai berikut:

MC = Perubahan dalam biaya total / perubahan dalam kuantitas

MC juga merupakan perubahan dalam biaya variabel total (total variabel cost) berkaitan degan berubahnya satu unit output, karena biaya total berubah meskipun biaya tetap total tidak berubah.

MC juga bisa dipandang sebagai tingkat perubahan dalam biaya total seiring dengan berubahnya kuantitas (Q) output; MC sebenarnya merupakan turunan pertama dari fungsi biaya total. Jadi:

MC = dTC / dQ

Demikian pula, marginal revenue dari unit output ke-500 dapat dihitung dengan mencari perbedaan antara pendapatan total (total revenue) pada 499 unit output dan total revenue pada 500 unit output.

Jadi, MR adalah tambahan penghasilan (additional revenue) yang diperoleh dari satu lagi unit output. Perhitungannya sebagai berikut.

MR = Perubahan dalam total revenue / perubahan dalam kuantitas

MR dapat juga dipandang sebagai tingkat perubahan (rate of change) dalam total revenue seiring dengan perubahan kuantitas output dan sebenarnya adalah turunan pertama dari fungsi total revenue (TR). Jadi,

MR = dTR / dQ

Agar laba maksimal bisa dicapai, MR harus sama dengan MC.

Contoh. Perhatikan fungsi TR dan TC berikut ini:

TR = $1.000Q – $5Q² dan TC = $20.000 + $200Q

MR dan MC adalah:

MR = dTR / dQ = $1.000 – $10Q dan MC = dTC / dQ = $200

Pada tingkat output yang memaksimalkan laba, MR = MC; sehingga

MR = $1.000 – $10Q = $200 = MC

Penyelesaian untuk Q menghasilkan Q = 980 unit, yang merupakan jumlah output penghasil laba maksimal.

Bagaimana cara menggunakan dan menerapkan marginal cost dan marginal revenue?

Analisis marginal yang menggunakan konsep marginal revenue dan marginal cost adalah prinsip utama dalam pengambilan keputusan yang bisa diterapkan pada keputusan finansial atau investasi.

Analisis ini menunjukkan bahwa keputusan finansial atau investasi harus dibuat dan kegiatan dilaksanakan hanya bila marginal revenue sama dengan marginal cost. Jika kondisi ini berlaku, keputusan yang diambil akan memaksimalkan laba perusahaan.

Sekilas tentang marginal cost dan marginal revenue
Sekilas tentang marginal cost dan marginal revenue

Siapa yang menggunakan dan kapan digunakan?

Manajer. Manajer pada level manapun yang harus membuat keputusan fungsional, seperti keputusan pemasaran, operasional, produksi, pembelian, pembiayaan, investasi dan pegawai.

Mereka perlu menimbang marginal cost yang akan dikeluarkan dan marginal revenue yang akan diperoleh dari keputusan tersebut.

Dalam prakteknya, karena pembuat keputusan biasanya bekerja dengan incremental data (daripada marginal data), maka mereka harus menimbang incremental cost yang berkaitan dengan keputusan tertentu, terhadap incremental revenue yang akan diperoleh.

Referensi Tambahan:

Wikipedia

Loading...