Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Rp13.974
+0.3%
Rp15.539
+0.59%
Rp18.630
+0.27%
Rp128
+0.31%
Rp9.609
+0.49%
Rp3.726
+0.3%
Rp2.004
+0.3%
Rp10.324
+0.32%
Rp10.611
+0.26%
Rp14.199
+0.47%
Rp9.217
+0.37%

Contoh Rencana Bisnis Sederhana untuk Beragam Bisnis

0 44

Apakah Anda berpikir memiliki ide bagus untuk memulai bisnis atau usaha tertentu? Cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda akan melakukannya atau tidak yaitu dengan melakukan riset dan menulis rencana bisnis (business plan). Ini untuk melihat apakah ide bisnis tersebut layak atau tidak. Contoh rencana bisnis sederhana ini akan membantu para calon wirausaha untuk memulainya.

Contoh rencana bisnis yang sederhana sebenarnya terdiri dari satu dokumen yang terbagi menjadi beberapa bagian. Bagian-bagian tersebut diantaranya deskripsi bisnis / organisasi, riset pasar, analisis persaingan / kompetitor, strategi penjualan, kebutuhan modal dan tenaga kerja, dan data keuangan. (Baca Juga: 5 Tips Menulis Rencana Bisnis yang Baik)

Dokumen yang dibuat tersebut dapat berfungsi sebagai cetak biru bagi Anda menjalankan bisnis atau dibutuhkan saat Anda mengajukan permodalan ke investor / lembaga keuangan. Hal ini sangat membantu untuk memberikan gambaran besar tentang bisnis Anda dalam rangka mendapatkan dana.

Kelebihan menggunakan contoh template rencana bisnis sederhana salah satunya dapat membantu merencanakan setiap langkah Anda.

Hal ini bisa memberikan panduan sehingga Anda tidak terjebak atau kebingungan ketika berusaha mencari tahu darimana harus memulai. Selain itu, dokumen tersebut akan menunjukkan tata letak umum dari rencana bisnis standar sehingga Anda mengetahui apa dan dimana posisi bisnis yang dijalankan serta tidak melewatkan langkah penting.

Contoh rencana bisnis yang sederhana juga mampu memberikan intruksi untuk setiap langkah rencana Anda. Hal ini juga menunjukkan kepada Anda seperti apa business plan yang baik dan layak bagi investor.

Di sisi lain, ada juga kerugian menggunakan rencana bisnis.

Tergantung pada kondisi Anda, bisa jadi business plan bukanlah cara terbaik dalam menyelesaikan setiap rencana usaha Anda.

Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Misalnya, Anda tidak hanya harus menyelesaikan lembar kerja keuangan, tetapi harus menghitung sendiri keuangannya.

Anda juga perlu mengetahui prosesnya untuk memastikan setiap angka-angkanya berada di pos yang tepat. Jadi, jika Anda belum mengetahui apa yang harus dilakukan dengan angka-angka tersebut, penulisan business plan bisa jadi tidak semudah seperti membuat template.

Akhirnya, menggabungkan data dari lembar kerja Excel ke dalam dokumen Word akan lebih sulit daripada yang terlihat. Tidak mudah untuk membuat semuanya benar-benar up-to-date saat Anda membuat perubahan pada angka dan mengintegrasikan grafik yang tepat ke dalam rencana bisnis akan lebih sulit.

Contoh Template Rencana Bisnis Sederhana yang Masuk Akal

Jika Anda baru mengenal perencanaan bisnis dan hanya ingin mengetahui seperti apa rencana itu dan ingin memulai prosesnya dengan cepat dan murah, maka bisa mengunduh template gratis di internet. Ini adalah cara terbaik dan tercepat yang bisa dilakukan.

Apakah Saya Perlu Rencana Bisnis yang Sederhana atau Mendetail?

Rencana bisnis untuk organisasi besar seperti perusahaan dapat mencapai ratusan halaman. Namun, untuk bisnis kecil, yang terbaik adalah membuat business plan tetap singkat dan padat. Terutama jika Anda bermaksud menyerahkannya kepada bank atau investor.

Membatasi rencana Anda pada 30 halaman bisa jadi cukup. Terkecuali Anda perlu menyertakan foto produk, inventaris peralatan, logo, tempat bisnis atau rencana lokasi, dll. Investor menginginkan penelitian dan analisis yang solid dan tidak bertele-tele.

Cara Menggunakan Template Business Plan

Contoh template rencana bisnis sederhana di bawah ini dipecah menjadi beberapa bagian seperti yang dijelaskan sebelumnya. Setiap bagian dari templat dapat disalin ke dalam Word, Excel atau software sejenis.

Setelah Anda menyelesaikan rencana bisnis sederhana seperti contoh ini, pastikan untuk memformatnya lebih menarik, mencetak, dan membuatnya terlihat profesional. Pastinya dalam business plan tersebut Anda ingin menyampaikan kesan fisik terbaik. Buatlah sesuatu yang orang ingin ambil dan lihat.

Contoh Templat Rencana Bisnis Sederhana

Halaman judul

Masukkan informasi bisnis Anda termasuk nama resmi, alamat, dll. Jika sudah memiliki logo bisnis, Anda dapat menambahkannya di bagian atas atau bawah halaman judul.

Nama Bisnis mencakup:

  • Tanggal
  • Alamat usaha
  • Telepon
  • Email
  • Website

Jika ditujukan kepada individu atau perusahaan, termasuk:

  • Disajikan untuk : “Nama”
  • “Perusahaan atau Lembaga Keuangan”

Daftar Isi

Bagian daftar isi mencakup:

  •     Ringkasan Eksekutif …………………………………………..Halaman #
  •     Tinjauan Bisnis / Industri ……………………………….Halaman #
  •     Analisis dan Persaingan Pasar …………………… Halaman #
  •     Rencana Penjualan dan Pemasaran …………………………………. Halaman #
  •     Rencana Kepemilikan dan Manajemen ………………….. Halaman #
  •     Rencana Operasional ………………………………………… ….. Halaman #
  •     Rencana keuangan………………………………………… ……. Halaman #
  •     Lampiran-Lampiran …………………………………… Halaman #

Bagian 1: Ringkasan Eksekutif

Ringkasan eksekutif posisinya berada di awal rencana bisnis tetapi ditulisnya saat terakhir. Bagian ini memberikan ikhtisar singkat dan optimis dari usaha Anda. Bagian ini bertujuan agar menarik perhatian pembaca dan rasa ingin tahu lebih mendalam tentang usaha.

Ringkasan eksekutif sebaiknya tidak lebih dari dua halaman, dengan ringkasan singkat dari bagian lain dari rencana.

Dalam ringkasan eksekutif ini harus dapat menjabarkan poin penting berikut.

  • Menjelaskan visi misi Anda – apa perlunya bisnis baru Anda tersebut?
  • Memperkenalkan perusahaan dan manajemen serta kepemilikannya.
  • Menjelaskan penawaran produk dan layanan utama Anda.
  • Menjelaskan secara singkat basis pelanggan yang menjadi target bisnis dan bagaimana bisnis Anda akan melayani pelanggan tersebut.
  • Meringkas siapa saja kompetitor bisnis dan bagaimana Anda akan mendapatkan pangsa pasar (misal, apa keunggulan kompetitif Anda?)
  • Menjelaskan secara singkat proyeksi keuangan Anda untuk beberapa tahun pertama usaha beroperasi.
  • Menjelaskan persyaratan pembiayaan awal Anda (jika ada).

Tinjauan industri dan bagaimana bisnis Anda akan bersaing di sektor ini adalah bagian penting selanjutnya.

Bagian 2: Tinjauan Bisnis / Industri

Poin penting dalam bagian ini, diantaranya:

  • Menjelaskan tentang sifat / karakteristik keseluruhan industri bisnis Anda, termasuk penjualan dan statistik lainnya. Tak lupa termasuk juga tren dan demografi, pengaruh ekonomi, budaya, dan pemerintahan.
  • Menjelaskan tentang bisnis Anda dan bagaimana itu sesuai dengan industri.
  • Menjelaskan apa saja persaingan yang ada.
  • Menjelaskan bidang apa dari pasar yang menjadi target dan layanan unik yang ditingkatkan atau berbiaya lebih rendah yang akan Anda tawarkan.

Bagian 3: Analisis Pasar dan Persaingan

Di bagian ini menunjukkan bahwa Anda telah melakukan analisis target pasar secara menyeluruh dan ada cukup permintaan atas produk / layanan sehingga membuat bisnis Anda layak untuk dijalankan. Analisis kompetitif mencakup penilaian terhadap kompetitor bisnis dan bagaimana bisnis Ada dapat bersaing di sektor ini.

Uraian tentang “Analisis Pasar” dan bagian “Analisis Persaingan” dapat berupa dua bagian terpisah dalam rencana atau digabungkan dengan mencakup hal-hal berikut.

  • Menetapkan target pasar untuk produk atau layanan di lokasi geografis Anda.
  • Menjelaskan kebutuhan untuk produk atau layanan Anda.
  • Memperkirakan ukuran keseluruhan pasar dan unit produk atau layanan yang mungkin dibeli oleh target pasar, volume pembelian berulang yang potensial, dan bagaimana pasar mungkin dipengaruhi oleh perubahan ekonomi atau demografis.
  • Memperkirakan volume dan nilai penjualan Anda dibandingkan dengan pesaing yang ada. Ini harus menunjukkan bahwa ada celah di sektor pasar berkualitas tinggi yang ingin ditargetkan oleh bisnis Anda.
  • Menjelaskan setiap hambatan / tantangan untuk masuk yang mungkin saja dapat melindungi bisnis Anda dari persaingan, seperti akses ke modal, teknologi, peraturan, keahlian karyawan, lokasi, dll.

Bagian 4: Rencana Penjualan dan Pemasaran

Pada bagian ini diuraikan tentang bagaimana cara Anda menarik pelanggan untuk membeli produk atau layanan yang ditawarkan. Cara tersebut termasuk iklan / promosi, strategi penetapan harga, penjualan dan distribusi, dan dukungan pasca-penjualan jika berlaku.

Penawaran Produk atau Layanan

Menjelaskan produk atau layanan Anda, bagaimana hal itu menguntungkan pelanggan, dan apa yang membedakannya dari kompetitor sejenis.

Strategi Harga

Subbagian ini menjelaskan bagaimana Anda ingin menetapkan harga pada produk atau layanan. Harga harus kompetitif untuk menarik pelanggan, tetapi cukup tinggi untuk menutupi biaya dan menghasilkan laba.

Penetapan harga dapat didasarkan pada kenaikan dari biaya, nilai kepada pembeli, atau dibandingkan dengan produk / layanan serupa di pasar. Analisis Breakeven dapat membantu menentukan penjualan dan harga untuk profitabilitas.

Penjualan dan Distribusi

Menjelaskan tentang cara Anda dalam mendistribusikan produk kepada pelanggan (jika ada). Apakah Anda akan menjual grosir atau eceran? Jenis kemasan apa yang akan dibutuhkan? Bagaimana produk dikirimkan? Metode apa yang akan digunakan untuk pembayaran?

Periklanan dan promosi

Tuliskan berbagai media yang akan digunakan untuk menyampaikan pesan kepada pelanggan (misalkan, website, email, media sosial, media tradisional seperti koran, dll.). Apakah Anda akan menggunakan metode promosi penjualan seperti sampel gratis, demonstrasi produk, dll?

Selain itu, materi pemasaran apa saja yang akan digunakan. Sebagai contoh kartu nama, selebaran, brosur, dll. Bagaimana dengan peluncuran produk dan pameran dagang? Sertakan perkiraan anggaran untuk iklan dan promosi.

Bagian 5: Kepemilikan dan Rencana Manajemen

Bagian ini menjelaskan struktur hukum, kepemilikan, dan persyaratan manajemen (jika ada), serta kepegawaian bisnis Anda.

Struktur Kepemilikan

Jelaskan struktur hukum perusahaan Anda (misal, kemitraan, yayasan, CV, Perseroan Terbatas, atau kepemilikan perseorangan). Sebutkan persentase kepemilikan jika ada. Jika bisnis ini merupakan kepemilikan perseorangan, mungkin hanya ini subbagian yang dibutuhkan.

Tim manajemen

Jelaskan siapa saja yang ada di manajemen bisnis Anda. Apa saja peran mereka, posisi karyawan utama, dan bagaimana masing-masing akan diberi kompensasi. Sertakan resume singkat.

Sumber Daya dan Layanan Eksternal

Sebutkan sumber daya profesional eksternal yang diperlukan, seperti akuntan, pengacara, konsultan, dll.

Sumber Daya Manusia (SDM)

Sebutkan jenis dan jumlah karyawan atau kontraktor yang akan dibutuhkan dan perkiraan gaji dan biaya manfaat masing-masing.

Dewan Penasihat (jika diperlukan)

Sertakan dewan penasihat sebagai sumber daya manajemen tambahan (jika ada).

Bagian 6: Rencana Operasional

Rencana operasi menguraikan secara detail tentang kelengkapan fisik bisnis Anda, seperti gudang, kantor, peralatan, inventaris, tenaga kerja, persediaan, dll.

Untuk bisnis berbasiskan rumahan, rencana operasional bisa jadi singkat dan sederhana. Akan tetapi, bisnis seperti restoran atau pabrik yang butuh fasilitas khusus, peralatan, rantai pasokan, tenaga kerja, maka rencana operasional haruslah mendetail.

Pengembangan (jika ada)

Jelaskan apa yang telah dilakukan hingga saat ini dalam hal mengidentifikasi kemungkinan lokasi, sumber peralatan, rantai pasokan, dll. Jelaskan alur kerja produksi Anda.

Produksi

Untuk bisnis manufaktur, jelaskan berapa lama untuk menghasilkan sebuah unit dan kapan Anda dapat mulai memproduksi produk atau layanan tersebut. Sertakan faktor-faktor yang dapat memengaruhi kerangka waktu produksi dan bagaimana Anda akan menghadapi masalah potensial di masa depan.

Fasilitas

Jelaskan lokasi fisik bisnis termasuk lokasi, tanah, dan persyaratan bangunan. Sertakan perkiraan ruang untuk ekspansi jika dibutuhkan. Termasuk biaya sewa. Tak lupa juga perkiraan pemeliharaan yang akan muncul, utilitas, dan biaya overhead terkait. Sertakan persetujuan penetapan wilayah dan izin lain yang diperlukan untuk mengoperasikan bisnis Anda.

Kepegawaian

Tuliskan secara garis besar kebutuhan staf yang diharapkan dan tugas utama anggota staf, khususnya karyawan utama. Jelaskan bagaimana karyawan didapatkan dan hubungan kerja (yaitu, kontrak, penuh waktu, paruh waktu, dll.). Perinci setiap pelatihan karyawan yang diperlukan dan bagaimana pelatihan itu akan diberikan.

Peralatan

Sertakan daftar peralatan khusus yang dibutuhkan. Termasuk biaya-biayanya.

Persediaan

Jika bisnis Anda adalah manufaktur, ritel, layanan makanan, dll maka sertakan deskripsi bahan yang dibutuhkan dan bagaimana Anda mendapatkan supplier. Berikan deskripsi pemasok utama jika perlu. Jelaskan bagaimana Anda akan mengelola inventaris.

Bagian 7: Rencana Keuangan

Bagian rencana keuangan merupakan bab terpenting dari rencana bisnis, terutama jika Anda membutuhkan pembiayaan utang atau ingin menarik investor.

Rencana keuangan harus menunjukkan bahwa bisnis Anda akan tumbuh dan menguntungkan. Untuk melakukan ini, Anda harus membuat laporan laba rugi yang diproyeksikan, laporan arus kas, dan neraca.

Bagi bisnis baru, rencana keuangan adalah perkiraan. Aturan praktis yang baik adalah menghemat pendapatan dan melebih-lebihkan pengeluaran.

Sertakan tiga laporan keuangan Anda, yaitu:

Laporan Pendapatan

Laporan ini menunjukkan Proyeksi Pendapatan, Beban, dan Keuntungan Anda. Lakukan ini setiap bulan setidaknya untuk tahun pertama untuk bisnis startup. (Baca Juga: Cara Menghitung Profit Bagi Bisnis Startup)

Proyeksi Arus Kas

Proyeksi arus kas harus menunjukkan pendapatan tunai bulanan yang diantisipasi dan pengeluaran untuk pengeluaran Anda. Penting untuk menunjukkan bahwa Anda dapat mengelola arus kas dan akan menjadi risiko kredit yang baik.

Neraca Keuangan

Neraca adalah ringkasan singkat dari aset, kewajiban, dan ekuitas bisnis Anda pada titik waktu tertentu. Untuk startup, ini adalah saat bisnis dibuka. Perhatikan bahwa bisnis baru tidak akan memiliki entri piutang di neraca. Perhatikan juga bahwa Neraca jauh lebih sederhana untuk bisnis tidak berbadan hukum tanpa karyawan. Pajak penghasilan, pensiun, medis, dll. Hanya berlaku untuk bisnis berbadan hukum.

Analisis Breakeven

Termasuk analisis impas akan menunjukkan kepada pemodal atau investor tingkat penjualan yang Anda butuhkan untuk menghasilkan keuntungan. Anda mungkin perlu mencari tahu Bagaimana Melakukan Analisis Breakeven sebelum menangani area ini.

Bagian 8: Lampiran

Bagian lampiran berisi informasi terperinci yang diperlukan untuk mendukung bagian rencana lainnya.

Kemungkinan item yang ada di lampiran, diantaranya:

  • Sejarah kredit untuk pemilik bisnis
  • Penelitian pasar terperinci dan analisis pesaing
  • Riwayat hidup pemilik dan karyawan utama
  • Informasi tentang industri Anda
  • Informasi tentang produk / layanan Anda
  • Rencana situs / bangunan / kantor
  • Salinan dokumen hipotek, sewa peralatan, dll
  • Brosur pemasaran dan materi lainnya
  • Referensi dari rekan bisnis
  • Tautan ke website bisnis Anda
  • Materi pendukung lainnya yang dapat mengesankan calon pemberi pinjaman atau investor jika Anda mencari permodalan.
Loading...
Sumber www.thebalancesmb.com