Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Rp14.177
-0.35%
Rp15.585
-0.07%
Rp17.898
-0.54%
Rp131
-0.24%
Rp9.560
-0.16%
Rp3.780
-0.34%
Rp2.002
-0.13%
Rp10.337
-0.17%
Rp10.713
-0.31%
Rp14.192
-0.06%
Rp8.875
+0.01%

Pengertian dan Penjelasan Tentang Aset

0 216

Dalam perekonomian, bisnis, dan keuangan, selalu berhubungan dengan aset. Apa yang dimaksud dengan asset itu sebenarnya? Berikut pengertian dan penjelasan tentangnya.

Apa itu Aset (Asset)?

Asset merupakan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, dikendalikan / dimiliki oleh individu, korporasi atau negara dengan harapan bisa memberikan manfaat di masa depan.

Asset tersebut dilaporkan di neraca keuangan perusahaan, dibeli / dibuat untuk meningkatkan nilai perusahaan atau membuat perusahaan mendapatkan keuntungan.

Asset ini bisa dianggap sebagai sesuatu yang di masa depan berpotensi menghasilkan arus kas, meningkatkan penjualan atau mengurangi biaya, terlepas apakah itu paten atau peralatan manufaktur.

Penjelasan Lebih Lanjut Tentang Aset

Asset ini mewakili sumber daya ekonomi bagi perusahaan atau mewakili akses yang tak dimiliki individu / perusahaan lain. Hak atau akses lainnya dapat ditegakkan secara hukum, artinya sumber daya ekonomi dapat digunakan untuk kebijakan perusahaan. Penggunaan asset tersebut dapat dibatasi oleh pemiliknya.

Agar suatu asset dapat hadir, perusahaan harus memiliki hak atas asset tersebut pada tanggal laporan keuangan. Sumber daya ekonomi adalah sesuatu yang langka dan memiliki kemampuan untuk menghasilkan manfaat ekonomi dengan menghasilkan arus kas masuk atau mengurangi arus kas keluar.

Asset dapat dikategorikan secara luas menjadi aset jangka pendek (atau current asset), aset tetap, investasi keuangan, dan aset tidak berwujud.

Aset dicatat pada neraca perusahaan berdasarkan konsep biaya historis, yang mewakili biaya asli asset, disesuaikan untuk setiap perbaikan atau penuaan. Biaya historis juga disebut nilai buku.

Aset Lancar

Current assets adalah sumber daya ekonomi jangka pendek yang diharapkan dapat dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu satu tahun. Current assets termasuk kas dan setara kas, piutang, inventaris, dan berbagai biaya dibayar di muka.

Di satu sisi, uang tunai mudah untuk dinilai. Tetapi, di sisi lain, akuntan secara berkala menilai kembali persediaan dan piutang. Jika ada bukti bahwa piutang (mungkin) tidak dapat ditagih, maka piutang tersebut akan mengalami penurunan nilai. Atau jika persediaan menjadi usang, perusahaan dapat menghapus asset ini.

Aset Tetap

Fixed assets adalah sumber daya jangka panjang, seperti pabrik, peralatan, dan bangunan. Penyesuaian untuk umur aktiva tetap dilakukan berdasarkan biaya periodik yang disebut penyusutan. Mungkin ini mencerminkan atau tidak hilangnya kekuatan pendapatan untuk aktiva tetap.

Prinsip akuntansi umum (GAAP) memungkinkan depresiasi dengan dua metode luas: Metode garis lurus mengasumsikan bahwa fixed asset kehilangan nilainya secara proporsional selama masa manfaatnya. Sedangkan metode yang dipercepat mengasumsikan bahwa asset kehilangan nilainya lebih cepat di tahun-tahun pertama penggunaannya.

Aset Keuangan

Financial asset merupakan investasi dalam asset dan sekuritas lembaga lain. Financial asset meliputi saham, obligasi negara dan obligasi korporasi, ekuitas pilihan, dan sekuritas lainnya. Financial asset dinilai tergantung pada bagaimana investasi dikategorikan dan motif dibaliknya.

Aset Tak Berwujud

Intangible Assets adalah sumber daya ekonomi yang tidak memiliki kehadiran fisik. Termasuk dalam kategori ini seperti paten, merek dagang, hak cipta, dan goodwill.

Akuntansi untuk intangible assets berbeda tergantung pada jenis asetnya. Jenis asset ini dapat diamortisasi atau diuji untuk penurunan nilai setiap tahun.

Loading...