Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Rp14.067
+0.15%
Rp15.551
-0.05%
Rp17.553
-0.16%
Rp130
+0.12%
Rp9.620
+0.23%
Rp3.749
+0.17%
Rp1.984
+0.07%
Rp10.237
+0.04%
Rp10.610
-0.04%
Rp14.134
+0.1%
Rp8.906
+0.24%

Mengenal Kelas Aset yang Penting Bagi Investasi

0 179

Salah satu aspek penting dalam berinvestasi adalah mengenal tentang kelas aset itu sendiri. Apa yang dimaksud dengan asset class tersebut? Berikut ulasan tentangnya.

Apa itu Kelas Aset

Secara sederhana asset class dapat didefinisikan sebagai kelompok sekuritas yang memiliki karakteristik serupa, ada perilaku yang mirip di pasar serta tunduk pada aturan yang sama. Terdapat tiga asset class yang utama, yakni ekuitas (saham), pendapatan tetap (obligasi), dan setara kas (instrumen pasar uang).

Profesional menambahkan beberapa kelas aset seperti komoditas, properti dan juga cryptocurrency seperti Bitcoin ke dalam gabungan kelas aset.

Memahami Lebih Lanjut tentang Asset Class

Asset class dan kategorinya sering kali digabungkan satu dengan lainnya. Penasihat keuangan melihat bahwa investment vehicles bertindak sebagai kategori asset class yang dipergunakan untuk tujuan diversifikasi.

Setiap asset class diharapkan bisa mencerminkan risiko dan karakteristik pengembalian investasi yang berbeda. Setiap asset class dapat bertindak secara berbeda di lingkungan pasar tertentu. Investor yang memiliki ketertarikan tentang bagaimana memaksimalkan return, melakukannya dengan cara meminimalkan risiko portofolio investasi melalui diversifikasi asset class tersebut.

Fokus dari penasihat keuangan adalah bagaimana asset class tersebut dapat membantu investor dalam mendiversifikasi portofolionya. Asset class yang berbeda memiliki arus kas yang berbeda pula dan juga tingkat risiko berbeda.

Melakukan investasi di beberapa asset class berbeda dapat memastikan variasi dalam pemilihan investasi. Diversifikasi dapat mengurangi risiko dan meningkatkan imbal hasil Anda dari investasi.

Strategi Investasi dan Kelas Aset

Seorang investor menggunakan strategi investasi yang berfokus pada pemaksimalan imbal hasilnya. Strategi investasi tersebut dapat terkait dengan nilai, pertumbuhan, pendapatan, atau faktor lainnya yang membantu identifikasi dan kategorisasi pilihan investasi sesuai dengan kriteria tertentu.

Analis keuangan mengkaitkan kriteria dengan kinerja dan metrik penilaian seperti Earning-per-Share-Growth (Pertumbuhan laba per saham) atau rasio price-to-earning (P/E).

Sedangkan, analis keuangan lainnya kurang menitikberatkan pada kinerja dan lebih berfokus kepada jenis aset atau kelasnya. Investasi di asset class tertentu merupakan investasi dalam aset yang menunjukkan rangkaian karakteristik tertentu. Akibatnya, jika berinvestasi di kelas aset yang sama akan memiliki kecenderungan terdapat arus kas yang sama pula.

Jenis Kelas Aset

Beberapa jenis asset class seperti ekuitas (saham), obligasi (pendapatan tetap), uang kas (surat berharga), komoditas dianggap paling likuid sehingga paling banyak diperdagangkan.

Ada juga beberapa kelas aset alternatif seperti properti, inventaris berharga (karya seni, perangko, dan lainnya yang dapat diperdagangkan).

Analis keuangan lainnya juga merujuk pada investasi dalam modal ventura, hedge fund, crowdfunding, atau cryptocurrency sebagai contoh dari opsi investasi. Analis ini menyebutkan bahwa likuiditas aset tersebut tidak terkait dengan potensi imbal hasilnya. Oleh karena itu, dibutuhkan lebih banyak waktu bagi investor untuk dapat mengonversikan aset menjadi uang tunai.

Loading...
Sumber www.investopedia.com
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.