Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Rp14.221
+0.26%
Rp15.751
+0.6%
Rp17.289
-0.01%
Rp134
+0.25%
Rp9.639
+0.37%
Rp3.791
+0.29%
Rp2.020
+0.27%
Rp10.257
+0.08%
Rp10.687
+0.17%
Rp14.513
+0.53%
Rp9.151
+0.45%

Apa itu Hedge Fund? Ini Penjelasannya

0 128

Bagi Anda yang berkecimpung di dunia investasi, pasti sering mendengar istilah hedge fund. Apa itu hedge fund sebenarnya? Dalam artikel ini kami akan mengulasnya lebih lengkap.

Apa itu Hedge Fund

Yang dimaksud dengan hedge fund adalah suatu investasi alternatif dengan mengumpulkan dana dari nasabah (pooled fund), terutama investor kelas atas, dan dikelola secara privat. Investasi ini menggunakan strategi yang berbeda dalam rangka mendapatkan imbal hasil (return) aktif bagi investornya.

Disadur dari Wikipedia, hedge fund merupakan kontrak investasi kolektif (KIK) privat yang terdapat biaya imbal jasa berbasiskan kinerja (performance fee). Hedge fund dapat dikelola secara agresif atau pun menggunakan derivatif dan leverage di pasar internasional dan domestik. Hal ini bertujuan agar investasi tersebut menghasilkan tingkat pengembalian yang tinggi.

Hal terpenting yang perlu dipahami tentang hedge fund yakni umumnya hanya bisa diakses oleh investor kelas atas yang terakreditasi. Investasi hedge fund tidak terlalu banyak memiliki regulasi dibandingkan jenis investasi lainnya, seperti reksadana atau saham.

Memahami Tentang Apa itu Hedge Fund Lebih Lanjut

Kehadiran jenis investasi ini dalam rangka memanfaatkan peluang pasar tertentu yang sudah teridentifikasi. Hedge fund menggunakan strategi investasi berbeda, seringkali dikelompokkan berdasarkan gaya investasinya. Ada variasi yang beragam terkait aspek substansial pada atribut risiko dan gaya investasi.

Hedge fund, secara legal, sering kali ditetapkan sebagai kemitraan terbatas investasi swasta yang terbuka bagi beberapa investor terakreditasi. Investasi jenis ini dibutuhkan modal minimum yang besar.

Berinvestasi pada hedge fund termasuk tidak likuid karena seringkali investor diwajibkan untuk menyimpan dananya minimal satu tahun. Ini dikenal sebagai periode penguncian dana. Selain itu, penarikan dana pun bisa dilakukan pada interval tertentu saja, seperti triwulanan atau tiap dua tahun.

Sejarah Hedge Fund

Setelah mengetahui tentang apa itu hedge fund, tentunya juga perlu dipahami bagaimana sejarah munculnya dana investasi ini. Mantan penulis dan sosiolog perusahaan Alfred Winslow Jones, A.W. Jones & Co. meluncurkan hedge fund pertama pada tahun 1949.

Ketika menulis artikel terkait tren investasi terkini untuk Fortune di tahun 1948, Jones mendapatkan inspirasi untuk mencoba sendiri bagaimana mengelola uang.

Dia mulai mengumpulkan uang sejumlah $100.000 (termasuk $40.000 miliknya) dan berusaha meminimalkan risiko dalam menahan posisi saham jangka panjang, dengan cara melakukan short selling saham lainnya. Inovasi investasi ini sekarang disebut sebagai model ekuitas panjang / pendek klasik. Selain itu, Jones juga menggunakan leverage yang bertujuan untuk meningkatkan imbal hasilnya.

Jones mulai mengubah struktur kendaraan investasinya pada tahun 1952, dari kemitraan umum menjadi kemitraan terbatas. Dia juga menambahkan biaya insentif 20% sebagai kompensasi kepada mitra pengelola.

Jones merupakan manajer investasi pertama yang melakukan penggabungan short selling, penggunaan leverage, berbagi risiko via sistem kemitraan dengan investor lainnya dan juga sistem kompensasi berdasarkan kinerja investasi. Sejarah investasi mencatat bahwa Jones dikenal sebagai Bapak Hedge Fund.

Perjalanan hedge fund meningkat secara dramatis sampai mengungguli sebagian besar reksadana pada tahun 1960-an. Sesaat setelah Fortune menuliskan artikel tentang dana investasi ini, popularitasnya mulai menanjak. Fortune mulai menyoroti “investasi tak jelas” yang mengungguli reksadana di pasar hingga angka 2 digit dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, ketika tren hedge fund berevolusi, dalam upaya untuk memaksimalkan tingkat pengembalian, banyak yang berpaling dari strategi Jones. Strateginya berfokus pada pengambilan saham ditambah dengan hedge fund dan sebagai gantinya memilih untuk terlibat dalam strategi berisiko berdasarkan leverage jangka panjang.

Taktik ini menyebabkan kerugian besar pada tahun 1969-1970. Kemudian, diikuti oleh sejumlah penutupan hedge fund selama pasar bearish tahun 1973-1974.

Karakteristik Utama Hedge Fund

Hanya untuk investor terbatas

Kontrak investasi kolektif ini hanya terbuka bagi investor “terakreditasi” atau investor yang memenuhi syarat minimum. Pengambilan dana hanya diperbolehkan kepada investor kelas atas dengan pendapatan tahunan lebih dari $200.000 selama 2 tahun terakhir atau memiliki kekayaan bersih lebih dari $1 juta.

Dengan syarat tersebut dianggap investor dapat menangani risiko yang bisa datang dari investasi untuk skala lebih luas dan besar.

Menawarkan keleluasaan investasi lebih luas dibandingkan jenis investais lainnya

Investasi hedge fund sangat luas dan hanya dibatasi atas mandatnya saja. Pada dasarnya, dana bisa diinvestasikan di apa saja seperti properti, tanah, saham, forex, dll. Sebaliknya, investasi reksadana harus berpegang pada saham / obligasi dan biasanya jangka panjang.

Hedge fund menggunakan leverage

Dana investasi ini sering menggunakan uang pinjaman (atau leverage) untuk memperkuat imbal hasilnya. Seperti yang kita lihat selama krisis keuangan tahun 2008, leverage juga dapat menghapus hedge fund.

Struktur biaya

Alih-alih membebankan rasio pengeluaran saja, hedge fund menagih rasio pengeluaran dan biaya kinerja. Struktur biaya ini dikenal sebagai “Dua dan Dua Puluh” – biaya manajemen aset 2% dan kemudian potongan 20% dari setiap keuntungan yang dihasilkan.

Selain karakteristik di atas, ada juga ciri spesifik yang mendefinisikan apa itu hedge fund. Akan tetapi, pada dasarnya, dana ini adalah kendaraan investasi swasta yang memungkinkan bagi investor kelas kakap untuk berinvestasi. Hedge fund bisa melakukan apapun yang diinginkan selama investor mengungkapkan strateginya.

Karakteristik tersebut terlihat sangatlah berisiko. Beberapa ledakan keuangan yang terjadi, melibatkan kehadiran dana investasi ini. Beberapa manajer keuangan yang berbakat dapat menghasilkan imbal hasil jangka panjang yang luar biasa karena fleksibilitasnya.

Perlu dicatat, sebenarnya “hedge fund” merupakan praktik untuk mengurangi risiko. Akan tetapi, sebagian besar hedge fund dibuat untuk memaksimalkan imbal hasil investasi.

Saat ini, hedge fund menggunakan banyak strategi yang berbeda sehingga tidak akurat jika dikatakan hanya untuk mengurangi risiko. Bahkan, karena manajer hedge fund berinvestasi secara spekulatif, dana ini bisa meningkatkan risiko lebih besar kepada pasar secara keseluruhan.

Berikut ini beberapa risiko dari hedge fund:

  • Strategi investasi terkonsentrasi mengekspos hedge fund terhadap potensi kerugian besar.
  • Hedge fund biasanya mengharuskan investor untuk mengunci uang selama periode tahun.
  • Penggunaan leverage atau uang pinjaman, dapat mengubah apa yang seharusnya menjadi kerugian kecil menjadi kerugian yang signifikan.
Loading...
Sumber www.investopedia.com
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.