Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Bitcoin (BTC)
Rp63.636.899
-4.28%
Ethereum (ETH)
Rp1.860.743
0%
Litecoin (LTC)
Rp467.795
DigitalCash (DASH)
Rp1.505.649
Monero (XMR)
Rp950.099
Nxt (NXT)
Rp527
Ethereum Classic (ETC)
Rp79.037
Dogecoin (DOGE)
Rp31
ZCash (ZEC)
Rp1.188.101
Bitshares (BTS)
Rp738
DigiByte (DGB)
Rp179
Ripple (XRP)
Rp6.174
BitcoinDark (BTCD)
Rp159.858
PeerCoin (PPC)
Rp11.353
CraigsCoin (CRAIG)
Rp12

Peluang dan Analisis Usaha Makanan Ringan Keripik Tempe

0 3.808

Peluang usaha keripik tempe– Bisnis makanan adalah salah satu bisnis yang tak mengenal musim dan persaingan yang begitu kompetitif. Untuk memenangkan persaingan tersebut diperlukan inovasi jika ingin berkecimpung di bisnis kuliner.

Produk baru yang lain daripada yang lain akan menarik perhatian pelanggan untuk membelinya. Produk baru tidak berasal dari sebuah produk yang asing di masyarakat.

Produk baru itu bisa saja berasal dari produk yang sudah ada. Hanya saja produk ini harus dibuat dengan cara yang berbeda, misalnya pisang goreng Pontianak yang dibuat dengan memodifikasi bentuk pisang goreng yang sudah umum dengan cara memperbesar ukuran dan mengubah komposisi adonan yang digunakan untuk membungkus pisang.

Pengusaha kota Malang pun tak mau ketinggalan. Di kota ini, keripik tempe sudah menjadi makanan khas hasil inovasi dari beberapa orang yang berinisiatif mengolah tempe menjadi makanan yang berbeda.

Setiap hari raya dan liburan, produsen-produsen keripik tempe ini kebanjiran pesanan. Tak hanya dari Malang, tapi dari berbagai kota. Jika Anda ingin mengikuti jejak mereka, berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan.

A. Bahan Baku

Membuat keripik tempe membutuhkan pengalaman dan pengetahuan. Yang perlu diketahui, sebaiknya Anda tidak menggunakan tempe yang dibuat dari kedelai lokal karena ada kemungkinan rasanya akan berbeda dan yang paling parah, tempe ini tak akan bisa menjadi keripik tempe.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda mencari supplier yang membuat tempe dari kedelai impor.

Beberapa pengusaha keripik tempe mengolah sendiri kedelai impor mereka untuk dijadikan tempe, kemudian baru mengolahnya menjadi keripik. Tapi, tentu saja ini membutuhkan modal dan tempat yang besar.

2. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

a. Penggorengan dengan alat press atau pelurus tempe

Jika tidak memakai alat ini, Anda tidak akan menghasilkan keripik tempe yang lurus / rata. Anda tidak akan menemukan alat ini dijual di toko-toko karena merupakan hasil modifikasi dari pengusaha keripik.

Anda bisa meminta orang / pembuat peralatan masak untuk membuatkannya dengan membawa contoh / gambar yang ada.

b. Alat pemotong tempe atau pisau besar / golok

Alat pemotong tempe ini juga merupakan modifikasi dari pengusaha. Tapi, Anda juga bisa memotong tempe ini menjadi tipis-tipis dengan pisau besar.

proses pembuatan keripik tempe
proses pembuatan keripik tempe

c. Bahan dapur

Bahan bumbu berupa kuning telur, garam, tepung beras, rempah-rempah, dan cabe. Komposisinya tergantung banyak sedikitnya tempe yang akan digoreng dan rasa yang diinginkan.

3. Cara Membuat Keripik Tempe

  • Tempe dari kedelai impor diiris-iris tipis kira-kira setebal 0,5 mm menggunakan pisau dengan posisi horisontal.
  • Buat adonan bumbu
  • Tempe yang sudah diiris-iris tipis dimasukkan ke bumbu. Pastikan seluruh bagian tempe tertutup adonan bumbu.
  • Tempe digoreng biasa tetapi juga dengan menggunakan alat press. Alat press ini digerakkan ke bawah di dalam penggorengan untuk menekan tempe yang digoreng sehingga menjadi lurus.
  • Tempe diangkat dan ditiriskan sebelum akhirnya bisa dikemas.

4. Inovasi

Saat ini di kota Malang sudah ada ratusan pengusaha keripik tempe sehingga untuk dapat bersaing, seorang pengusaha harus selalu melakukan inovasi.

Inovasi dapat dilakukan dengan mengubah bentuk dan rasa tempe. Bentuk tempe yang tadinya persegi panjang biasa dapat dibuat menjadi bulat atau dipotong kecil-kecil.

Tapi, pembuatan tempe yang berbentuk bulat harus dikerjakan sendiri dari awal sejak tempe berbentuk kedelai.

Anda bisa mencari supplier atau meminta supplier Anda untuk membuat tempe berbentuk bulat. Selain itu, rasa juga harus dimodifikasi.

Rasa keripik tempe yang tadinya gurih saja, dapat ditambahkan bumbu setelah digoreng, misalnya dengan rasa pedas, manis, dan lain sebagainya.

Karena makanan ini rawan untuk melempem dan hancur, maka yang harus dilakukan adalah dengan mengemasnya dengan rapat.

Kemasan ini dapat berupa plastik yang ditutup dengan memanaskannya di atas api / lilin. Kemudian, kemasan plastik berisi tempe ini dimasukkan ke dalam kotak.

Akan lebih baik, jika bahan kemasan yang dipakai adalah aluminium foil karena bahan ini kuat dan tak berongga. Ini bisa menguntungkan dari segi ketahanan produk itu sendiri, kira-kira bisa bertahan hingga 5 bulan.

5. Analisis Usaha

Analisis usaha untuk bisnis keripik tempe ini didasarkan pada beberapa poin asumsi berikut:

  • Produsen keripik tempe memasarkan dagangannya dengan membuka outlet sederhana di rumah dan konsinyasi.
  • Masa pakai kompor dan tabung gas adalah 3 tahun.
  • Masa pakai etalasi adalah 3 tahun.
  • Masa pakai perlengkapan lain (penggorengan, pisau, dll) adalah 1 tahun.

A. Biaya Investasi

Di bawah ini adalah daftar biaya investasi yang harus Anda keluarkan untuk membuat usaha keripik tempe.

KeteranganNilai (Rp)
Biaya renovasi outlet3.000.000
Kompor & tabung gas550.000
Etalase1.500.000
Pembelian peralatan (penggorengan dll)695.000
Total Investasi5.745.000

B. Biaya Operasional / bulan

KeteranganNilai (Rp)
Biaya tetap (penyusutan, gaji, dll)1.615.400
Biaya Variabel (bahan baku, biaya gas, komunikasi, dll)10.880.000
Total Biaya12.495.400

C. Penerimaan Rata-rata per bulan

Berikut ini adalah perkiraan penerimaan rata-rata yang akan diperoleh dari usaha keripik tempe. Jumlah ini bisa bertambah sampai beberapa kali lipat di hari-hari tertentu, misalnya saat musim liburan dan akhir pekan.

Umumnya, harga satu kilogram keripik tempe adalah Rp 35.000 – Rp 50.000

Penjualan keripik tempe: (harga per kg x kg kripik yang terjual x 1 bulan)

= Rp 35.000 x 15 kg x 30 hari = Rp 15.750.000

D. Keuntungan per Bulan

Keuntungan: Total penerimaan – total biaya operasional

= Rp 15.750.000 – Rp 12.495.400

= Rp 3.254.600

Pay back period: (Total investasi : keuntungan) x 1 bulan

= Rp 5.745.000 : Rp 3.254.600 x 30

= 1 bulan 23 hari

Referensi Tambahan: TokoMesin

Loading...

Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Klik "Terima" untuk menyetujui kebijakan ini. Terima Baca Detail