Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Bitcoin (BTC)
Rp69.432.292
-13.94%
Ethereum (ETH)
Rp2.159.140
0%
Litecoin (LTC)
Rp540.389
DigitalCash (DASH)
Rp1.606.043
Monero (XMR)
Rp1.065.015
Nxt (NXT)
Rp577
Ethereum Classic (ETC)
Rp91.236
Dogecoin (DOGE)
Rp36
ZCash (ZEC)
Rp1.432.090
Bitshares (BTS)
Rp874
DigiByte (DGB)
Rp191
Ripple (XRP)
Rp7.100
0%
BitcoinDark (BTCD)
Rp178.357
PeerCoin (PPC)
Rp12.943
CraigsCoin (CRAIG)
Rp13

5 Kelemahan Usaha Kecil dan Menengah

0 32

Banyak yang mengatakan bahwa usaha kecil merupakan tulang punggung perekonomian suatu negara. Dengan segala kelebihan dari kehadiran usaha kecil dan menengah, ternyata ada beberapa kelemahan usaha kecil dan menengah yang perlu diketahui. Apa saja?

Usaha / bisnis kecil dan menengah terus tumbuh berkembang. Usaha kecil dan menengah tersebut berperan besar bagi penciptaan lapangan pekerjaan, perputaran uang lebih merata, dan andil lainnya dalam perekonomian rakyat.

Banyak perusahaan kecil berbasiskan startup yang juga melahirkan inovasi-inovasi baru beberapa dekade terakhir ini.

Akan tetapi dalam beberapa aspek, usaha kecil memiliki kelemahan dan berada di posisi yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan pesaingnya perusahaan besar. Itulah mengapa banyak kebijakan yang cenderung lebih memihak perusahaan besar dibandingkan usaha kecil dan menengah.

Berikut ini setidaknya 5 kelemahan usaha kecil dan menengah dibandingkan perusahaan besar.

1. Peningkatan / Penambahan Modal

Pada titik tertentu, bisnis perlu meningkatkan atau menambah modal dari luar jika ingin melakukan ekspansi usaha. Jika perusahaan besar berencana untuk mempekerjakan pekerja baru atau membangun pabrik baru, maka memiliki kemampuan untuk menjual obligasi atau menerbitkan saham kepada publik.

Tentu, hal tersebut tidak mudah bagi bisnis / usaha yang lebih kecil karena tidak memiliki fleksibilitas tersebut.

Bisnis skala kecil cenderung lebih bergantung pada pinjaman bank, koperasi, keluarga, dll. Dengan pinjaman melalui bank / koperasi tentu saja memiliki banyak keterbatasan, baik itu dari segi jumlah, aturan yang ketat, dan lain sebagainya.

2. Efisiensi

Salah satu keunggulan dari perusahaan-perusahaan besar dibandingkan usaha kecil dan menengah adalah mendapatkan keuntungan dari skala ekonomi. Yaitu, biaya untuk setiap produk / jasa yang ditawarkan jauh lebih rendah.

Bayangkan jika hanya membuat satu produk saja. Tentu saja akan menghabiskan lebih banyak uang dalam berinvestasi alat dan bahan mentah serta waktu yang lama untuk mendapatkan hasil yang tepat.

Berbeda jika membuat beberapa produk sekaligus, tentu saja akan jauh lebih murah dibandingkan yang pertama karena dapat membeli bahan baku sekaligus dan biaya peralatan juga turun. Inilah keunggulan efisiensi yang tidak dimiliki oleh usaha kecil.

Bisnis besar menghasilkan jumlah yang banyak, dari perabotan, elektronik, makanan, dll. Jadi, mereka dapat mempertahankan biaya total untuk setiap bagian yang diproduksi menjadi sangat rendah.

3. Daya Beli

Cara lain perusahaan besar menekan biaya adalah dengan bernegosiasi untuk harga yang lebih rendah. Inilah kelemahan usaha kecil dan menengah dibandingkan kompetitornya.

Misalnya, perusahaan produsen mobil yang harus membeli baja untuk membuat mobil dan truk. Karena volume besar yang dipesan pembuat mobil, pemasok memiliki insentif untuk menurunkan harga per ton.

Akan sulit bagi pesaing yang jauh lebih kecil untuk mendapatkan kesepakatan yang sama. Perusahaan baja itu tidak memiliki banyak alasan untuk menurunkan harganya. Dan jika perusahaan membayar lebih untuk bahan mentah, akan menerima keuntungan yang lebih kecil pada setiap mobil yang dijualnya.

Kurangnya daya beli memengaruhi hampir setiap biaya yang ditanggung sebuah bisnis, mulai dari layanan telepon hingga real estat. Ini terutama mempengaruhi biaya perawatan, yang merupakan salah satu pengeluaran terbesar bagi perusahaan saat ini.

4. Talent Gap

Setiap pemilik bisnis tahu bahwa untuk unggul, Anda memerlukan sumber daya manusia terbaik. Jauh lebih mudah bagi perusahaan besar untuk menarik karyawan dengan talenta yang lebih baik karena, dalam banyak hal, mereka mampu membayar lebih banyak.

Inilah kelemahan bagi usaha kecil dan menengah yang cenderung kurang dalam memberikan kompensasi kepada karyawannya. Terkadang, usaha kecil mengatasinya dengan memberikan tunjangan non-finansial, seperti kemampuan jenjang karir lebih cepat.

Ada juga perusahaan kecil dan menengah yang menawarkan manfaat seperti waktu kerja yang fleksibel, bekerja secara remote, yang ditujukan untuk merayu karyawan dari kemungkinan mengejar gaji lebih tinggi di perusahaan besar.

5. Pengakuan Nama

Cara termudah untuk mendapatkan penjualan adalah dengan memastikan bahwa pelanggan sudah mengetahui merek Anda dalam pikiran sebelum mereka mulai berbelanja. Itu sering terjadi dengan perusahaan-perusahaan besar, yang memiliki dukungan pemasaran untuk beriklan jauh lebih banyak daripada pesaing kecil mereka.

Banyak perusahaan besar juga telah berbisnis selama beberapa dekade – cukup pikirkan tentang McDonald’s, IBM, atau Nike. Itu artinya mereka sudah bertahun-tahun dikenal di pasar.

Kesimpulan

Beberapa orang berpikir bahwa perusahaan besar mengambil keuntungan dari usaha kecil, yang merupakan underdog. Kenyataannya adalah perusahaan yang lebih kecil memiliki sejumlah faktor yang kurang menguntungkan sehingga harus segera diatasi untuk menjadi sukses.

Artikel kontribusi dari PortalBisnis.id – Partner Informasi Bisnis Terpercaya.

Loading...

Sumber www.investopedia.com
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Klik "Terima" untuk menyetujui kebijakan ini. Terima Baca Detail