Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Bitcoin (BTC)
Rp50.853.000
+1.71%
Ethereum (ETH)
Rp1.328.789
0%
Litecoin (LTC)
Rp362.175
DigitalCash (DASH)
Rp970.275
Monero (XMR)
Rp645.325
Nxt (NXT)
Rp407
Ethereum Classic (ETC)
Rp57.464
Dogecoin (DOGE)
Rp31
ZCash (ZEC)
Rp828.904
Bitshares (BTS)
Rp546
DigiByte (DGB)
Rp129
Ripple (XRP)
Rp4.506
0%
BitcoinDark (BTCD)
Rp127.744
PeerCoin (PPC)
Rp8.081
CraigsCoin (CRAIG)
Rp10

5 Cara Mengelola Keuangan Usaha Baru

0 35

Memulai sebuah bisnis atau usaha bisa menjadi salah satu impian dan pengalaman memuaskan dalam hidup Anda. Itu akan terjadi jika Anda mampu menangani tantangan yang menghampiri. Salah satu tantangan yang hadir saat memulai bisnis baru adalah cara mengelola keuangan usaha yang tepat.

Menjadi seorang pengusaha adalah tujuan utama bagi banyak orang, tetapi tetap dalam bisnis membutuhkan kerja keras dan strategi yang tepat.

Setidaknya, sekitar 30% bisnis yang baru dibangun gagal pada tahun pertama, pada tahun kedua bisnis yang gagal sekitar 50%, dan terus meningkat sekitar 66% saat berjalan 10 tahun. (Data: Small Business Administration)

Berapa lama sebuah bisnis dapat berlangsung bukan merupakan hadiah begitu saja dan harus diperjuangkan. Sementara itu, prospek untuk memulai bisnis baru tetaplah menarik. Jika Anda ingin melakukannya untuk jangka panjang secara menguntungkan, maka dibutuhkan banyak usaha dan perencanaan.

Salah satu aspek terpenting dalam menjalankan bisnis yaitu bagaimana cara mengelola keuangan usaha atau sederhananya mengelola arus kas bisnis tersebut.

Berikut ini 5 cara mengelola keuangan usaha / bisnis yang penting untuk diterapkan ketika Anda memulai dan menjalankan bisnis sendiri.

#1 Memiliki Modal Kerja Selama Enam Bulan

Walaupun seorang pengusaha bisa memulai bisnis kapan pun, tetap perlu disadari bahwa diperlukan penyangga uang tunai untuk operasional harian yang bisa sangat membantu.

Jika Anda memulai bisnis tanpa modal kerja yang cukup, maka bisa jadi Anda akan mengalami tekanan dan kesulitan ketika dihadapkan pada pengeluaran tak terduga atau pelanggan telat membayar.

Sangat dianjurkan untuk menyimpan cadangan arus kas untuk beberapa bulan ke depan sehingga Anda siap untuk mengatasi badai yang datang. Semakin banyak uang tunai yang dapat disimpan, semakin baik.

Jika Anda sudah memulai bisnis dan tidak memiliki cadangan modal, mulai untuk membangun cadangan tersebut. Berdisiplinlah tentang aturan ini sebaik mungkin dan sisihkan uang tiap bulannya sampai cadangan mencapai setidaknya enam bulan arus kas operasional.

#2 Memiliki Asuransi Bisnis

Cara mengelola keuangan usaha berikutnya yang terpenting adalah memiliki asuransi bisnis. Menjalankan bisnis apapun pasti memiliki risiko. Risiko bisa mencakup tanggung jawab yang terkait dengan produk atau layanan usaha yang ditawarkan. Bisa jadi pelanggan tidak puas dengan pembeliannya atau muncul masalah hukum yang tak terduga, dan banyak risiko lainnya.

Ada risiko yang mungkin tidak diantisipasi dengan baik, maka memiliki asuransi bisnis sangat penting untuk melindungi Anda dari masalah tersebut. Layaknya asuransi mobil atau rumah, asuransi bisnis membutuhkan biaya sehingga Anda bertanggung jawab membayar preminya.

Oleh karena itu, semakin penting bagi Anda untuk memiliki uang tunai yang dapat dihemat.

#3 Pantau dan Tingkatkan Kredit Pribadi

Ketika Anda pertama kali memulai bisnis, kredit bisnis pada dasarnya adalah kredit pribadi Anda sehingga memiliki kredit yang bagus atau sangat baik itu penting.

Membayar tagihan tepat waktu dan menjaga persentase kredit yang digunakan rendah pada kartu kredit (disarankan 30% atau lebih rendah), dapat membantu Anda mempertahankan dan meningkatkan kredit pribadi.

Sebelum mengajukan permohonan kredit baru, Anda harus memiliki laporan kredit dari Bank Indonesia sehingga mengetahui dimana posisi Anda. Kemudian, jika Anda perlu menaikkan kredit sebelum mengajukan permohonan kartu kredit atau pinjaman, Anda dapat melakukannya.

#4 Menentukan Kredit Bisnis

Yang tak kalah penting dari cara mengelola keuangan usaha adalah menentukan kredit bisnis Anda. Menyiapkan kredit bisnis penting untuk bisnis Anda dan untuk melindungi diri dari tanggung jawab pribadi.

Anda dapat melakukan ini dengan mendapatkan kartu kredit bisnis dan pinjaman bisnis yang tersedia dengan berbagai cara.

Ketika membangun sejarah kredit bisnis, perusahaan Anda akan dianggap lebih memiliki reputasi untuk diajak bekerja sama. Ini akan membantu Anda dalam mengamankan pembiayaan lebih lanjut untuk perusahaan, mendapatkan kontrak yang lebih besar dengan perusahaan yang lebih besar dan menegosiasikan persyaratan kredit yang lebih baik.

#5 Negosiasikan Ketentuan Pembayaran

Arus kas sejauh ini merupakan aspek yang paling penting dari bisnis selain memberikan pelanggan dengan produk atau layanan yang dijual. Jika Anda kehabisan atau tidak memiliki arus kas yang cukup setiap saat, operasional bisnis dapat berhenti dan perusahaan akan berjuang mati-matian.

Bagi banyak bisnis kecil yang menunggu untuk dibayar oleh pelanggan 30 hari atau lebih lama, proses ini bisa sangat sulit. Inilah sebabnya mengapa negosiasi syarat pembayaran itu penting.

Sebagai pembeli, negosiasikan untuk mendapatkan lebih banyak waktu dalam membeli stok barang untuk perusahaan Anda, apakah itu peralatan yang disewa atau layanan reguler yang Anda bayar. Lihat apakah Anda dapat memiliki ketentuan pembayaran 30 hari untuk memperpanjang arus kas sementara menunggu faktur Anda dibayar.

Menjalankan bisnis dapat menjadi salah satu keputusan terbaik yang pernah dibuat. Cerdaslah dalam mengelola segala aspeknya, termasuk bagaimana cara mengelola keuangan usaha yang tepat. Bisnis yang Anda jalani dapat bertahan untuk jangka panjang.

Loading...

Sumber www.investopedia.com
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Klik "Terima" untuk menyetujui kebijakan ini. Terima Baca Detail