Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Bitcoin (BTC)
Rp63.636.899
-4.28%
Ethereum (ETH)
Rp1.860.743
0%
Litecoin (LTC)
Rp467.795
DigitalCash (DASH)
Rp1.505.649
Monero (XMR)
Rp950.099
Nxt (NXT)
Rp527
Ethereum Classic (ETC)
Rp79.037
Dogecoin (DOGE)
Rp31
ZCash (ZEC)
Rp1.188.101
Bitshares (BTS)
Rp738
DigiByte (DGB)
Rp179
Ripple (XRP)
Rp6.174
BitcoinDark (BTCD)
Rp159.858
PeerCoin (PPC)
Rp11.353
CraigsCoin (CRAIG)
Rp12

Memahami Pasar Bullish (Bull Market) Lebih Baik

0 29

Setiap perdagangan sekuritas, seperti saham, valas, obligasi, dan lain sebagainya, terdapat kondisi dimana pasar sedang bullish. Apa maksud dari pasar bullish tersebut? Simak ulasannya dalam artikel berikut.

Apa itu Pasar Bullish (Bull Market)?

Pasar bullish merupakan sebuah kondisi pasar keuangan dari sekelompok sekuritas saat harga naik atau diperkirakan akan naik. Istilah “bull market” itu sendiri sering digunakan sebagai referensi untuk pasar saham. Akan tetapi, dapat digunakan untuk pasar apa pun yang diperdagangkan seperti properti, obligasi, forex, komoditas, dan lain-lain.

Karena harga sekuritas naik dan turun secara signifikan terus-menerus selama perdagangan, istilah pasar bullish biasanya digunakan pada jangka waktu yang lama. Hal ini terjadi pada saat sebagian besar harga sekuritas meningkat. Bull market cenderung bertahan selama berbulan-bulan atau bahkan hingga bertahun-tahun.

Penjelasan Lebih Mendalam tentang Pasar Bullish

Kondisi pasar yang sedang bullish ditandai dengan optimisme, kepercayaan investor, dan juga harapa hasilnya akan terus berlanjut untuk jangka waktu yang lama. Sangat sulit untuk memprediksi durasi pasar ini saat tren di pasar mungkin saja berubah. Permasalahan utamanya terkadang aspek psikologis dan spekulasi memainkan peran di kondisi pasar tersebut.

Tidak ada metrik khusus dan universal yang digunakan untuk mengidentifikasi bull market. Meskipun demikian, biasanya jika terjadi kenaikan harga saham sekitar 20%, maka biasanya terjadi penurunan juga 20%. Ini terjadi karena bull market sulit untuk diprediksi. Analis biasanya hanya dapat mengenali fenomena pasar tersebut saat sudah terjadi.

Karakteristik Pasar Bullish

Bull market pada umumnya terjadi ketika ekonomi menguat atau dalam kondisi sudah kuat. Kondisi pasar ini cenderung terjadi dengan produk domestik bruto yang kuat (GDP) dan penurunan pengangguran dan sering kali bertepatan dengan kenaikan laba perusahaan.

Investor juga akan memiliki periode bull market. Permintaan keseluruhan untuk saham akan positif, bersamaan dengan kondisi seluruh pasar. Selain itu, akan ada peningkatan umum dalam jumlah aktivitas IPO selama bull market.

Sebagai catatan, beberapa faktor di atas akan jauh lebih mudah dihitung daripada faktor lainnya. Sebagai contoh, walaupun laba dan pengangguran perusahaan dapat dihitung, tetapi bisa lebih sulit untuk mengukur keseluruhan kondisi pasar.

Penawaran dan permintaan untuk surat berharga akan tumbuh; penawaran akan menurun, sementara itu permintaan akan kuat. Investor akan bersedia membeli sekuritas, sementara investor lainnya akan bersedia untuk menjual. Di bull market, investor lebih bersedia untuk mengambil bagian di pasar dalam rangka mendapatkan keuntungan.

Pasar Bullish vs Pasar Bearish

Lawan dari pasar yang sedang bullish adalah pasar bearish. Kondisi pasar ini memiliki ciri terjadinya penurunan harga dan biasanya disertai dengan iklim pesimisme.

Yang menjadi keyakinan umum tentang asal-usul kedua kondisi pasar tersebut yaitu berasal dari perilaku hewan, dalam hal ini “banteng (bull)” dan juga “beruang (bear)”, untuk menyerang lawannya.

Banteng menyerang dengan tanduknya ke udara (atas), sementara itu beruang menggesek-gesekkan cakarnya ke bawah. Perilaku kedua hewan tersebut merupakan metafora untuk pergerakan pasar. Apabila trennya naik, maka terjadi pasar yang sedang bullish. Sebaliknya, jika trennya turun, itu disebut pasar bearish.

Kedua kondisi pasar tersebut sering kali bertepatan dengan siklus ekonomi yang terdiri dari empat fase, yakni ekspansi, puncak (peak), kontraksi, dan palung.

Permulaan pasar bullish sering menjadi indikator utama ekspansi ekonomi. Karena sentimen publik tentang kondisi ekonomi di masa depan mendorong harga saham, pasar sering menaikkan peristiwa yang lebih luas sebelum langkah-langkah ekonomi, seperti pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mulai meningkat.

Demikian juga, pasar bearish biasanya diatur sebelum kontraksi ekonomi berlangsung. Melihat kembali pada kondisi umum di Amerika Serikat, resesi pasar saham yang menurun menunjukkan beberapa bulan sebelum penurunan PDB.

Bagaimana Caranya Mengambil Keuntungan dari Pasar Bullish?

Investor yang ingin mengambil keuntungan dari bull market sebaiknya membeli lebih awal dalam rangka mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga dan menjual saat harga mencapai puncak. Walaupun sulit untuk menentukan pada saat kapan harga terendah dan tertinggi tercapai, sebagian besar kerugian akan minimal dan biasanya bersifat sementara.

Berikut ini beberapa langkah strategis yang bisa dilakukan investor selama pasar bullish. Walaupun demikian, disebabkan sulitnya menilai keadaan pasar, beberapa strategi berikut juga melibatkan tingkat risiko.

  • Beli dan Tahan

Salah satu strategi paling mendasar dalam berinvestasi adalah membeli sekuritas tertentu dan mempertahankannya, yang memiliki potensi untuk dijual di kemudian hari. Strategi ini perlu melibatkan kepercayaan di pihak investor: mengapa Anda menahan sekuritas kecuali jika Anda mengharapkan harganya naik? Untuk alasan ini, optimisme yang datang saat bull market membantu mendorong pendekatan strategi beli dan tahan.

  • Penambahan Beli dan Tahan

Menambah beli dan tahan adalah variasi dari strategi tersebut dan melibatkan risiko tambahan. Premis di balik pendekatan beli dan tahan yang meningkat adalah bahwa investor akan terus menambah kepemilikannya dalam sekuritas tertentu selama harga terus meningkat.

Salah satu metode umum untuk meningkatkan kepemilikan menunjukkan bahwa investor akan membeli jumlah tetap saham tambahan untuk setiap kenaikan harga saham dari jumlah yang telah ditentukan sebelumnya.

  • Penambahan Retracement

Retracement adalah periode singkat di mana tren umum dalam harga sekuritas berbalik arah. Bahkan selama pasar bullish, tidak mungkin harga saham hanya akan naik. Sebaliknya, ada kemungkinan periode waktu yang lebih pendek di mana dips kecil terjadi juga, bahkan ketika tren umum terus naik.

Beberapa investor mengamati retracements dalam pasar bullish dan bergerak untuk membeli selama periode ini. Pemikiran di balik strategi ini adalah menganggap bahwa pasar bullish terus berlanjut, harga sekuritas yang “bermasalah” akan segera naik kembali, secara retroaktif tersedia bagi investor dengan harga pembelian yang terdiskon.

  • Perdagangan Full-Swing

Mungkin cara paling agresif untuk mencoba memanfaatkan pasar bullish adalah proses yang dikenal sebagai perdagangan full-swing. Investor yang menggunakan strategi ini akan mengambil peran yang sangat aktif, menggunakan teknik short-selling dan lainnya untuk mencoba mendapatkan keuntungan maksimal karena pergeseran terjadi dalam konteks bull market yang lebih besar.

Loading...

Sumber www.investopedia.com
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Klik "Terima" untuk menyetujui kebijakan ini. Terima Baca Detail