Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Bitcoin (BTC)
Rp68.979.047
-3.97%
Ethereum (ETH)
Rp2.006.600
0%
Litecoin (LTC)
Rp506.099
DigitalCash (DASH)
Rp1.627.906
Monero (XMR)
Rp1.020.200
Nxt (NXT)
Rp561
Ethereum Classic (ETC)
Rp85.258
Dogecoin (DOGE)
Rp35
ZCash (ZEC)
Rp1.274.733
Bitshares (BTS)
Rp804
DigiByte (DGB)
Rp190
Ripple (XRP)
Rp6.712
0%
BitcoinDark (BTCD)
Rp173.277
PeerCoin (PPC)
Rp12.354
CraigsCoin (CRAIG)
Rp13

Ini 8 Jenis Reksadana Yang Perlu Anda Ketahui

0 29

Reksadana merupakan salah satu pilihan investasi bagi para investor, baik pemula maupun profesional. Ada banyak ragam jenis reksadana yang hadir. Agar lebih memahami dengan baik apa saja jenis-jenis reksadana yang ada, simak ulasannya berikut ini.

Bagi investor yang ingin berinvestasi di reksadana, sebaiknya mengetahui dengan baik jenis reksadana apa yang sesuai dengan tipe / karakter Anda sebagai seorang investor. Hal ini dilakukan dengan cara mengisi profil risiko.

Sete lah mendapatkan hasil dari profil risiko tersebut, maka akan terlihat tipe / karakter investor seperti apa diri Anda. Setidaknya, ada tiga tipe / karakter investor secara umum. Yang pertama, investor konservatif yang memiliki kecenderungan untuk menghindari risiko sehingga jenis investasi reksadana yang cocok adalah yang berisiko rendah pula.

Yang kedua, tipe investor moderat yang lebih berani dalam mengambil risiko karena mengharapkan keuntungan yang sepadan. Tipe ketiga adalah investor agresif yang ingin mendapatkan keuntungan tinggi dan memiliki keberanian dalam menghadapi risiko yang tinggi pula.

Terkhusus bagi investor pemula, alangkah baiknya untuk memilih jenis reksadana yang memang sesuai dengan profilnya. Tidak terburu-buru untuk berinvestasi sebelum mengetahui dengan baik profil yang sesuai. (Baca Juga: Tips Memilih Investasi Reksadana yang Menguntungkan)

Agar lebih memahami, berikut ini jenis reksadana yang perlu Anda tahu sebelum memulai untuk berinvestasi / memilih produk reksa dana.

1. Reksadana Pasar Uang atau Money Market Funds

Money market funds atau reksa dana pasar uang merupakan jenis reksadana yang mengalokasikan seluruh dana investasinya di instrumen pasar uang. Instrumen yang dipilih bersifat utang dan memiliki jatuh tempo kurang dari 1 tahun, seperti obligasi, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), atau deposito.

Tipe reksa dana pasar uang adalah reksadana yang berisiko rendah sehingga sangat cocok bagi investor yang berkarakter konservatif.

2. Fixed Income Fund atau Reksa dana Pendapatan Tetap

Jenis reksadana yang kedua adalah reksadana pendapatan tetap (fixed income fund). Reksadana ini mengalokasikan setidaknya 80% dana investasinya di dalam efek / sekuritas yang dapat memberikan pendapatan tetap. Sebagai contoh, surat utang perusahaan atau surat utang negara yang memiliki jatuh tempo lebih dari 1 tahun.

Fixed income fund memiliki risiko yang cenderung lebih tinggi dari reksadana sebelumnya (pasar uang). Jenis reksadana ini merupakan pilihan tepat bagi investor dengan karakter moderat.

3. Balanced Fund atau Reksa dana Campuran

Untuk jenis reksa dana yang ketiga ini, dana dialokasikan / diinvestasikan ke beragam jenis sekuritas sekaligus. Sekuritas yang dimaksud seperti saham, instrumen pasar uang, atau pun surat utang.

Bagi Anda yang termasuk tipe investor moderat, disarankan untuk memilih reksadana ini. Reksadana campuran memiliki tingkat risiko seperti reksadana pendapatan tetap, yaitu berisiko sedang.

4. Equity Fund atau Reksa dana Saham

Untuk jenis reksa dana saham, dana investasinya dialokasikan setidaknya 80% ke efek / sekuritas seperti saham. Dibandingkan dengan ketiga tipe reksadana sebelumnya, reksadana saham termasuk memiliki risiko yang tinggi.

Jika Anda seorang investor dengan karakter yang agresif, sangat cocok untuk memilih reksa dana saham. Risiko yang tinggi juga berbanding lurus dengan potensi imbal hasil yang tinggi dibandingkan ketiga reksa dana sebelumnya.

5. Reksadana Terproteksi

Jenis reksadana ini memiliki ciri waktu pembelian yang ditentukan oleh manajer investasi yang menerbitkan. Sementara itu, waktu penjualan bisa dilakukan dalam jangka waktu tertentu.

Sebenarnya, reksadana ini memiliki kemiripan karakter seperti deposito, yaitu pembagian keuntungan (dividen) dilakukan secara periodik, ada masa jatuh tempo, dan nilai pokok investasi masih utuh saat jatuh tempo.

Jika penjualan dilakukan sebelum jangka waktu yang telah ditetapkan, maka tidak ada jaminan proteksi terhadap pokok investasinya. Biasanya, manajer investasi mengalokasikan dana investasinya sebagian besar pada efek bersifat utang yang tergolong layak investasi (investment grade). Oleh karena itu, investasi pada reksa dana proteksi dapat memberikan proteksi pada pokok investasi klien saat jatuh tempo.

6. Reksa Dana Indeks

Jenis reksadana yang satu ini komposisi portofolionya memiliki kemiripan dengan indeks acuan. Return yang didapatkan pun juga menyerupai indeks yang diikutinya. Indeks yang dimaksud bisa indeks saham atau indeks obligasi.

Investor dapat membeli dan menjual reksa dana indeks kapan pun (hari bursa) sehingga sifatnya hampir mirip dengan reksadana terbuka.

7. Exchange Traded Fund (ETF)

Yang dimaksud dengan exchange traded fund (ETF) yaitu reksadana yang berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK) dan memiliki unit penyertaan yang diperdagangkan di bursa saham.

Kinerja dari ETF mengacu pada indeks tertentu, bisa indeks obligasi atau saham. Bagi investor yang memegang unit ETF dapat mentransaksikan unitnya dengan mudah di bursa setiap saat pada hari dan jam bursa.

Contoh yang termasuk dari ETF yaitu LQ-45. Walaupun harga ETF dapat diketahu dengan segera saat dibeli, serta pembelian dapat dilakukan di bursa (bukan melalui manajer investasi), ETF bukanlah saham. ETF mempunyai aspek diversifikasi yang mirip dengan reksadana.

8. Reksadana Syariah

Jenis reksadana yang selanjutnya adalah reksadana syariah yang dana pengelolaannya diinvestasikan sesuai dengan prinsip dan ketentuan syariat Islam.

Khusus untuk reksa dana syariah, dana investasinya tidak dialokasikan pada obligasi / saham perusahaan yang bertentangan dengan prinsip syariah, baik dari segi produk dan pengelolaan (misalnya, riba).

===========

Itulah beberapa jenis reksadana yang perlu diketahui dan dipahami bagi investor, khususnya investor pemula yang ingin dan tertarik untuk berinvestasi di reksadana. Pilihlah produk investasi reksa dana yang memang sesuai dengan profil risiko yang Anda miliki sehingga berinvestasi lebih tenang dan nyaman.

Loading...

Sumber http://www.aberdeen-asset.com
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Klik "Terima" untuk menyetujui kebijakan ini. Terima Baca Detail