Cara Mengevaluasi Kinerja Saham

0 731

Bagi investor pasar saham, mengevaluasi kinerja saham merupakan sesuatu yang penting. Sama seperti tiap investor memiliki selera risiko investasi yang berbeda, juga pastinya memiliki standar yang berbeda tentang cara mengevaluasi kinerja saham.

Setiap investor pasti memiliki rencana diversifikasi dan strategi investasi tersendiri. Beberapa investor mungkin mengharapkan mendapatkan imbal hasil tahunan rata-rata 10% atau lebih.

Sementara itu, investor lainnya mungkin saja ingin menambah portofolio investasi miliknya dengan saham yang tak terkait dengan pasar saham secara keseluruhan.

Apapun yang dicari dalam mengukur kinerja saham, ada beberapa variabel penting yang perlu dipertimbangkan. Hal ini untuk membantu investor dalam mengevaluasi apakah saham tersebut merupakan investasi yang tepat.

Berikut ini beberapa variabel yang perlu dipertimbangkan dalam mengukur kinerja saham.

#1 Mempertimbangkan Imbal Hasil Total

Kinerja suatu saham perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat untuk memahaminya dengan benar. Bisa jadi, di permukaan tampak hebat jika melihat saham mendapatkan pengembalian 20% sejak awal tahun, saat membandingkan harga awal vs. harga akhir.

Namun, investor perlu menganalisisnya lebih mendalam. Apakah saham tertekan tidak normal di hari pertamanya? Jika ya, sebaiknya buang dulu angkanya. Untuk mengatasi hal tersebut, mayoritas investor akan melihat total pengembalian saham.

Anda pertimbangkan kinerja aktual saham di suatu periode, seolah-olah Anda telah melakukan investasi di saham itu pada hari pertama periode tersebut. Selain itu, lihat bagaimana kinerja saham dalam Year to Date (YTD) dan juga selama 52 minggu terakhir.

Akhirnya, pertimbangkan pengembalian tahunan rata-rata saham tersebut. Tidak hanya melihat pengembalian tahunan rata-rata lima tahun, tetapi juga perhatikan pengembalian tahunan rata-rata 10 tahun jika Anda mempertimbangkan investasi jangka panjang.

#2 Menempatkan pada Perspektif Berbeda

Dalam mengevaluasi saham, maka tinjau kinerjanya. Mungkin Anda sebagai investor telah puas dengan saham yang menghasilkan tingkat pengembalian 8% selama 1 tahun terakhir. Akan tetapi, bagaimana jika sisa pasar telah kembali beberapa kali lipat?

Luangkan waktu untuk membandingkan kinerja saham dengan indeks pasar yang berbeda, seperti Indeks LQ45, Indeks LQ80, Indeks IDX30, atau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks-indeks tersebut bisa berfungsi sebagai tolak ukur.

Anda juga bisa melihat bagaimana kondisi / kinerja ekonomi dalam periode yang sama, bagaimana tingkat inflasi, dan indikator ekonomi lainnya.

#3 Melihat Kompetitor

Poin lain yang perlu dipertimbangkan adalah melihat kompetitor perusahaan pada industri yang sama. Bisa saja sebuah perusahaan memiliki kinerja baik dibandingkan pasar yang lebih besar, tetapi apakah industrinya juga berjalan dengan baik.

Bisa saja terjadi suatu saham mengungguli pasar, akan tetapi memiliki kinerja buruk di industrinya. Pastikan untuk mempertimbangkan kinerja saham yang relatif dengan kompetitor utama serta perusahaan dengan skala sama di industri terkait.

Sebagai contoh, jika Anda mengevaluasi perusahaan teknologi skala menengah, jangan bandingkan dengan perusahaan teknologi besar yang sudah mapan. Walaupun, kedua produk perusahaan tersebut dapat bersaing di beberapa kondisi.

#4 Faktor Lain yang Perlu Dipertimbangkan

Selain ketiga faktor sebelumnya, ada beberapa faktor lain yang juga perlu dipertimbangkan dalam rangka melakukan evaluasi kinerja saham.

Anda juga perlu melihat apakah perusahaan membayar dividen dan apakah dengan menginvestasikan kembali dividen tersebut bisa meningkatkan total pengembalian.

Pastika juga untuk memperhitungkan inflasi dalam perhitungan imbal hasil, terutama bagi Anda yang berinvestasi untuk jangka panjang. Inilah yang disebut sebagai real return, yang bisa dilakukan dengan melakukan pengurangan inflasi dari imbal hasil tahunan investasi.

Loading...
Sumber www.investopedia.com
Tinggalkan komentar