Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Bitcoin (BTC)
Rp52.056.000
+3.32%
Ethereum (ETH)
Rp1.358.141
0%
Litecoin (LTC)
Rp367.151
DigitalCash (DASH)
Rp1.062.463
Monero (XMR)
Rp680.372
Nxt (NXT)
Rp424
Ethereum Classic (ETC)
Rp57.314
Dogecoin (DOGE)
Rp30
ZCash (ZEC)
Rp874.541
Bitshares (BTS)
Rp546
DigiByte (DGB)
Rp143
Ripple (XRP)
Rp4.512
0%
BitcoinDark (BTCD)
Rp130.766
PeerCoin (PPC)
Rp8.371
CraigsCoin (CRAIG)
Rp10

Tips Investasi Saham dari Pakar untuk Pemula

0 181

Apakah Anda memutuskan untuk mulai berinvestasi di pasar saham? Selamat! Anda kini selangkah lagi menuju kesuksesan. Sebelum benar-benar memasuki bursa saham, sebaiknya simak tips investasi saham dari para profesional ini bagi investor pemula.

Secara historis, investasi di bursa saham lebih unggul daripada investasi di obligasi, emas, atau pun uang tunai untuk jangka waktu panjang. Mungkin, untuk jangka waktu pendek, satu atau beberapa aset lebih unggul dari saham. Tetapi secara keseluruhan, saham merupakan jalur investasi yang lebih unggul dibandingkan jalur lainnya.

Ada banyak cara untuk berinvestasi di pasar saham. Saat Anda memilih saham individu, reksadana, indeks saham, domestik / asing, mana saham yang paling tepat untuk diri Anda? Artikel ini akan membahas tentang tips investasi saham bagi pemula, mengungkapkan beberapa poin penting yang perlu Anda pertimbangkan sebelum masuk ke bursa saham.

Tips Investasi Saham: Pengambil Risiko, Takut pada Risiko, atau di Tengah-tengahnya?

Ini poin penting yang perlu Anda ketahui tentang karakter seperti apa diri Anda sebagai seorang investor / trader. Anda mungkin ingin segera memulainya sehingga menghasilkan return yang tinggi, anggapan yang didapatkan dari banyak orang ketika mulai berinvestasi pada saham.

Tetapi, secara perlahan luangkan waktu sejenak dan renungkan beberapa pertanyaan sederhana. Waktu yang diluangkan untuk mempertimbangkan beberapa hal ini akan menghemat uang Anda saat perjalanan investasi nantinya.

Investor seperti apakah diri Anda? Apakah seorang pengambil risiko (risk taker) yang bersedia membuang uang jika ada kesempatan untuk menghasilkan lebih banyak uang? Atau apakah Anda suka hal yang lebih pasti?

Kemungkinan respons seperti apakah yang akan terjadi pada diri Anda jika terjadi penurunan 10% pada suatu saham dalam satu hari, atau penurunan hingga 35% dalam beberapa minggu? Apakah Anda akan menjual semua saham dengan kepanikan?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut dan mungkin pertanyaan serupa, akan mengarahkan Anda pada pertimbangan dalam memilih jenis ekuitas, seperti reksadana, indeks atau saham individu.

Apabila Anda secara alami bukan tipe investor pengambil risiko, merasa tidak nyaman melakukannya tetapi masih ingin investasi saham, maka Anda bisa memilih berinvestasi di reksadana saham atau indeks. Pilihan ini terdiversifikasi dengan baik karena terdiri dari banyak saham yang berbeda. Hal tersebut akan mengurangi tingkat risiko dan tidak butuh riset saham individu.

Berapa Banyak Waktu dan Bunga yang Dimiliki untuk Berinvestasi?

Tips investasi saham bagi pemula berikutnya adalah menjawab pertanyaan tentang berapa waktu dan bunga yang dimiliki dalam berinvestasi saham. Apakah Anda akan berinvestasi di reksadana atau saham, atau bahkan keduanya? Jawabannya sangat tergantung pada berapa banyak waktu yang akan dicurahkan untuk investasi tersebut.

Pilihan investasi reksadana secara cermat akan mungkin untuk menumbuhkan uang Anda, terhindar dari kerja keras seperti memilih saham karena mendelegasikan kepada manajer investasi. Bahkan, dana indeks lebih sederhana karena naik / turun sesuai dengan jenis perusahaan, industri atau pun pasar yang dirancang untuk dapat dilacak.

Pilihan berinvestasi pada saham individu merupakan pekerjaan yang paling membutuhkan waktu karena Anda harus menganalisis tentang manajemen, penghasilan, dan prospek masa depan. Sebagai seorang investor, Anda harus dapat membedakan mana investasi yang menghasilkan uang, mana yang berpotensi membuat kerugian di masa depan.

Anda perlu mengetahui dengan baik, bagaimana saham tersebut dapat menghasilkan uang, risikonya, prospek di masa depan dan masih banyak lagi lainnya.

Oleh karena itu, tanyakan terlebih dahulu pada diri sendiri, berapa banyak waktu yang dapat dicurahkan untuk berinvestasi. Apakah Anda bersedia untuk menghabiskan waktu beberapa jam dalam seminggu / lebih? Atau sebaliknya, waktu Anda terlalu sibuk untuk memikirkan hal tersebut.

Berinvestasi dalam saham individu adalah keterampilan yang membutuhkan waktu untuk berkembang.

Diversifikasi Portofolio Anda

Tips investasi saham berikutnya adalah mempertimbangkan diversifikasi. Strategi terbaik bagi pemula adalah tidak terjebak hanya di satu jenis aset saja. Sebagai contoh, jangan menginvestasikan seluruh uang Anda pada satu perusahaan tertentu saja.

Memang, potensi keuntungan bisa sangat tinggi, tetapi apa yang terjadi apabila perusahaan tersebut memiliki kinerja yang buruk? Maka, seluruh portofolio aset Anda akan terkena dampaknya.

Akan jauh lebih baik untuk menerapkan strategi diversifikasi di beberapa sektor yang berbeda. Sebagai contoh, berinvestasi di sektor properti, komoditas, barang konsumsi, asuransi, dan sektor lainnya daripada terfokus pada 1-2 aset saja.

Pertimbangkan juga untuk melakukan diversifikasi kelas aset dengan menginvestasikan sejumlah uang dalam obligasi dan uang tunai, dibandingkan harus 100% diinvestasikan dalam saham. Berapa banyak investasi pada sektor dan kelas aset yang berbeda, itu terserah Anda. Yang pasti, menginvestasikan secara lebih luas mengurangi risiko kehilangan semuanya pada satu waktu.

Portofolio untuk Pemula

Jika Anda baru memulai, pertimbangkan secara serius untuk berinvestasi sebagian besar modal pada beberapa dana indeks dengan pasar yang luas dan memiliki jangkauan internasional. Bisa jadi, tambahkan satu di perusahaan kecil yang akan memberikan dorongan pada portofolio Anda.

Sebuah portofolio yang terdiri dari ketiga hal tersebut akan memberikan banyak diversifikasi. Selain itu, memberikan kinerja yang stabil dari perusahaan besar, dari perusahaan internasional, dan juga perusahaan kecil.

Membangun Portofolio dengan Saham Individu

Jika Anda berinvestasi dalam saham individu, beberapa portofolio yang dipilih dengan baik akan memberikan diversifikasi dan tidak terlalu banyak perusahaan untuk diikuti secara teratur.

Pastikan untuk sepenuhnya memahami setiap perusahaan yang Anda miliki sahamnya, mulai dari aspek bisnis hingga risikonya.

Jika berencana untuk berinvestasi pada saham, pastikan untuk menyebarkannya di berbagai sektor seperti teknologi, sumber daya alam, dll. Sebaliknya, jika tak memiliki waktu atau keinginan untuk berinvestasi pada banyak saham, maka pertimbangkan investasi pada saham individu dan dana indeks.

Faktor yang juga perlu dipertimbangkan jika memulai investasi dengan dana terbatas, maka investasi di beberapa saham memang tidak direkomendasikan. Oleh karena itu, alokasikan sebagian besar uang dalam bentuk reksadana yang memberikan hasil lebih stabil.

Saatnya Mulai Berinvestasi

Setelah Anda menentukan bentuk portofolio, sekarang saatnya untuk berinvestasi. Temukan broker saham yang nyaman bagi Anda, baik broker online atau offline. Telepon dan bicaralah dengan pialang saham jika perlu. Lalu isi dokumen, setorkan sejumlah uang, dan buka akun.

Setelah memutuskan apa yang harus dibeli, jangan beli sekaligus – masuk perlahan. Bagaimana jika Anda menginvestasikan semua uang Anda tepat sebelum pasar menurun? Berada dalam warna merah akan menurunkan rasa percaya diri.

Rencanakan menginvestasikan uang Anda secara bertahap untuk beberapa bulan ke depan dalam rangka meminimalkan risiko terjadinya kesalahan market timing yang tidak tepat. Ingatlah untuk selalu menyisihkan waktu setiap minggunya untuk meninjau atau mencari berita / informasi tentang investasi saham Anda.

Terus Tambah dan Sesuaikan Portofolio Anda

Langkah ini juga penting dalam tips investasi saham bagi pemula. Seiring pengalaman berinvestasi yang terus tumbuh, keputusan alokasi aset Anda mungkin akan berubah.

Anda mulai dapat menyesuaikan portofolio secara teratur, mungkin setiap tahun, dengan menjual beberapa jenis investasi dan membeli lebih banyak saham lainnya. Atau, bisa juga menyesuaikan portofolio dengan menambahkan dana pada saham untuk meningkatkan eksposur.

Anda dapat menyesuaikan portofolio Anda secara teratur, katakanlah setiap tahun, dengan menjual beberapa jenis investasi dan membeli lebih banyak dari yang lain. Anda juga dapat menyesuaikan portofolio Anda dengan menambahkan dana tambahan ke area-area di mana Anda ingin meningkatkan eksposur.

Kesimpulan Tips Investasi Saham bagi Pemula

Sebelum mulai terjun ke pasar saham, luangkan waktu untuk memikirkan apa yang ingin dicapai dan bagaimana melakukannya sambil tetap berada dalam tingkat toleransi risiko Anda. Pertimbangkan juga berapa banyak waktu yang harus dicurahkan untuk berinvestasi.

Melakukan hal tersebut sebelum menginvestasikan uang Anda sangat membantu melindungi diri Anda dari aspek emosional negatif dalam berinvestasi.

Memikirkan dengan cermat sebelum dan sepanjang perjalanan investasi, akan lebih banyak membantu Anda dalam mendapatkan kesuksesan dalam berinvestasi saham.

Loading...

Sumber www.investopedia.com
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Klik "Terima" untuk menyetujui kebijakan ini. Terima Baca Detail