Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Bitcoin (BTC)
Rp70.853.557
-14.41%
Ethereum (ETH)
Rp1.996.749
0%
Litecoin (LTC)
Rp508.166
DigitalCash (DASH)
Rp1.545.805
Monero (XMR)
Rp991.674
Nxt (NXT)
Rp519
Ethereum Classic (ETC)
Rp83.488
Dogecoin (DOGE)
Rp34
ZCash (ZEC)
Rp1.273.765
Bitshares (BTS)
Rp762
DigiByte (DGB)
Rp182
Ripple (XRP)
Rp6.235
0%
BitcoinDark (BTCD)
Rp168.319
PeerCoin (PPC)
Rp12.463
CraigsCoin (CRAIG)
Rp13

Rumus Laba Kotor dan Cara Menghitungnya

0 489

Sebuah perusahaan atau bisnis pastinya membutuhkan formulasi tepat dalam menghitung profitnya. Salah satunya dengan cara mengetahui laba kotor (gross profit). Berikut rumus laba kotor dan cara menghitung laba kotor (gross profit).

Pengertian Laba Kotor (Gross Profit)

Secara definitif yang dimaksud dengan laba kotor adalah profit / laba yang didapatkan perusahaan setelah dikurangi biaya yang terkait dengan pembuatan dan penjualan produk. Atau biaya-biaya yang terkait dengan penyediaan layanannya (bisnis jasa). Rumus laba kotor akan muncul pada laporan laba rugi perusahaan. Sedangkan untuk menghitungnya, dapat menggunakan rumus laba kotor berikut:

Rumus Laba Kotor = Pendapatan – Harga Pokok Penjualan (HPP)

Gross profit dapat juga disebut sebagai laba penjualan (sales profit) atau pendapatan kotor (gross income).

Penjelasan Lebih Lanjut tentang Rumus Laba Kotor dan Contoh Perhitungannya

Laba kotor dapat menilai efisiensi perusahaan dalam penggunaan tenaga kerja dan persediaannya. Metrik gross profit hanya mempertimbangkan biaya variabel, yakni biaya yang selalu berfluktuasi pada tingkat outputnya, seperti:

  • material / bahan
  • tenaga kerja langsung (asumsi perhitungan setiap jam atau tergantung tingkat outputnya)
  • peralatan (termasuk depresiasi berbasiskan penggunaan)
  • komisi untuk staf penjualan
  • biaya kartu kredit atas pembelian pelanggan
  • pengiriman
  • utilitas tempat produksi
  • dan masih banyak lagi lainnya

Seperti definisi sebelumnya, gross profit tidak termasuk biaya tetap, atau biaya yang harus dibayarkan terlepas dari tingkat outputnya. Biaya tetap itu diantaranya asuransi, iklan, sewa, gaji karyawan yang tidak terlibat langsung pada produksi, perlengkapan kantor.

Akan tetapi, perlu dicatat bahwa ada sebagian biaya tetap yang dimasukkan untuk setiap unit produksi dalam lingkup biaya penyerapan. Biaya ini diperlukan untuk pelaporan eksternal dengan prinsip akuntansi umum.

Sebagai contoh, apabila sebuah pabrik memproduksi 10 ribu produk pada periode tertentu dan perusahaan membayar $30.000 untuk bangunan, maka biaya $3 akan dikaitkan dengan setiap unit produk dalam lingkup biaya penyerapan.

Laba kotor dan laba operasi tidak bisa disamakan. Laba operasi dikenal juga laba sebelum bunga dan pajak. Laba operasi merupakan laba perusahaan sebelum memperhitungkan pajak dan bunga. Laba operasional dihitung dengan mengurangkan laba kotor dengan biaya operasional.

Laba kotor dapat digunakan untuk menghitung margin laba kotor. Margin laba kotor dinyatakan sebagai persentase pendapatan yang bermanfaat untuk membandingkan efisiensi produksi perusahaan dari waktu ke waktu.

Membandingkan laba kotor dari tahun ke tahun atau pun kuartal ke kuartal dapat menyesatkan karena laba kotor bisa naik sementara margin laba kotor bisa turun. Terminologi margin kotor memang dapat menyebabkan kebingungan.

Perbedaannya bahwa laba kotor dinyatakan sebagai nilai mata uang sedangkan margin laba kotor dinyatakan sebagai persentase. Rumus margin laba kotor dapat dinyatakan sebagai berikut.

Margin laba kotor = laba kotor / pendapatan = (pendapatan – HPP) / pendapatan

Penggunaan margin laba kotor sangat beragam tergantung industrinya. Misalnya, perusahaan makanan & minuman dan perusahaan konstruksi mempunyai margin laba kotor yang tipis. Sementara itu, industri kesehatan dan perbankan bisa menikmati margin laba kotor yang lebih besar.

Berikut ini contoh cara menghitung laba kotor dan margin laba kotor berdasarkan laporan pendapatan tahunan 2016 perusahaan Ford Motor Co.

Pendapatan(dalam jutaan US dolar)
Otomotif141.546
Pelayanan Finansial10.253
Lainnya1
Total Pendapatan151.800
Biaya dan Pengeluaran
Biaya penjualan otomotif126.584
Penjualan, administrasi, dan pengeluaran lain12.196
Bunga pelayanan finansial, operasional dan pengeluaran lainnya8.904
Total Biaya dan Pengeluaran147.684

Dalam menghitung laba kotor di atas, pertama dengan menambahkan biaya pokok penjualan yang jumlahnya mencapai $ 126.584. Tidak perlu memasukkan biaya penjualan, administrasi, dan biaya lainnya karena sebagian besar biaya tetap. Lalu, kurangi biaya barang yang dijual dari pendapatan untuk mendapatkan laba kotor. Sehingga perhitungannya $ 151.800 – $ 126.584 = $ 25.216 juta.

Selanjutnya, untuk mendapatkan margin laba kotor maka bagilah laba kotor dengan total pendapatan untuk margin yaitu $ 25.216 / $ 151,800 = 16,61%. Hasil ini sebanding dengan persentase rata-rata industri otomotif sebesar 14%. Dapat dikatakan bahwa Ford Motor Co. beroperasi lebih efisien dibanding perusahaan sejenis di industri yang sama.

Laporan pendapatan terstandardisasi yang disiapkan oleh layanan data keuangan dapat memberikan laba kotor yang sedikit berbeda. Hasil laporan tersebut dapat dengan mudah menunjukkan gross profit sebagai item baris terpisah, tetapi hanya tersedia untuk perusahaan publik.

Investor yang ingin meninjau pendapatan perusahaan swasta harus membiasakan diri dengan biaya dan pengeluaran pada neraca keuangan non-standar yang memasukkan atau tidak kalkulasi laba kotor.

Loading...

Sumber www.investopedia.com
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Klik "Terima" untuk menyetujui kebijakan ini. Terima Baca Detail