Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Bitcoin (BTC)
Rp68.980.000
-9.96%
Ethereum (ETH)
Rp2.072.849
-30.08%
Litecoin (LTC)
Rp515.557
DigitalCash (DASH)
Rp1.552.740
Monero (XMR)
Rp1.045.047
Nxt (NXT)
Rp563
Ethereum Classic (ETC)
Rp89.260
Dogecoin (DOGE)
Rp34
ZCash (ZEC)
Rp1.355.457
Bitshares (BTS)
Rp796
DigiByte (DGB)
Rp193
Ripple (XRP)
Rp6.592
0%
BitcoinDark (BTCD)
Rp173.280
PeerCoin (PPC)
Rp12.485
CraigsCoin (CRAIG)
Rp13

Strategi Analisis Teknikal Saham Bagi Pemula

0 161

Banyak trader dan investor menganalisis saham berdasarkan fundamentalnya, seperti pendapatan, kondisi ekonomi, tren industri. Akan tetapi, tidak semua faktor fundamental tercerminkan di harga pasar. Ada investor yang memilih menggunakan analisis teknikal saham dalam strateginya.

Analisis teknikal saham akan membantu trader dan investor dalam menavigasi kesenjangan antara harga pasar dengan nilai intrinsik. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknik seperti analisis statistik dan ekonomi perilaku.

Sebagian besar investor menggunakan kombinasi antara analisis fundamental dan teknikal dalam membuat keputusan di trading sahamnya.

Memilih Pendekatan yang Tepat dalam Analisis Teknikal Saham

Terdapat 2 cara yang berbeda dalam menggunakan analisis teknikal saham, yaitu pendekatan top-down dan pendekatan bottom-up. Bagi trader jangka pendek seringkali menggunakan pendekatan top-down sedangkan investor jangka panjang lebih menggunakan pendekatan bottom-up.

Bagaimana strategi top-down dan bottom-up tersebut?

Top-Down. Menggunakan pendekatan top-down meliputi penyaringan saham yang sesuai dengan kualifikasi / kriteria teknis tertentu. Sebagai contoh, seorang trader mungkin tertarik dengan saham yang keluar dari 50-hari moving average-nya, yang merupakan peluang membeli.

Bottom-Up. Untuk pendekatan bottom-up melibatkan analisis saham yang terlihat sangat menarik secara fundamental untuk poin masuk dan keluar yang potensial. Misalkan, seorang investor bisa menemukan saham undervalued di tren turun dan menggunakan analisa teknikal saham dalam mengidentifikasi titik masuk tertentu, saat saham dapat keluar dari posisi terbawahnya.

Selain pertimbangan tersebut, para trader lainnya mungkin lebih menyukai untuk menggunakan beragam bentuk analisis teknikal saham yang berbeda. Trader harian, misalnya, menggunakan trendlines sederhana dan indikator volume dalam membuat keputusan. Sementara itu, swing atau trader posisi, lebih memilih pola grafik dan indikator teknis.

Trader yang menggunakan platform trading otomatis bisa jadi memiliki persyaratan yang berbeda dalam menggunakan kombinasi indikator volume dan teknis dalam pengambilan keputusan perdagangan saham.

Bagaimana Memulai Menggunakan Analisis Teknikal Saham?

Setidaknya, ada 5 langkah utama yang bisa diterapkan untuk memulai menggunakan analisis teknis tersebut, yaitu:

1. Mengidentifikasi strategi analisis teknikal atau mengembangkan sistem perdagangan

Ini yang dilakukan kali pertama yaitu mengidentifikasi strategi atau mengembangkan sistem trading saham. Misalkan, bagi trader pemula dapat memutuskan untuk mengikuti strategi crossover moving average. Dengan strategi ini, trader melacak 2 moving average (50-hari dan 200-hari) pada pergerakan saham tertentu.

Jika rata-rata pergerakan 50-hari jangka pendek bergerak di atas rata-rata pergerakan 200-hari jangka panjang, maka menunjukkan tren harga naik sehingga menghasilkan sinyal beli. Jika kondisi terjadi sebaliknya, maka menunjukkan tren harga turun dan menghasilkan sinyal jual.

grafik analisis teknikal saham
Strategi analisis teknikal saham via www.stockcharts.com

2. Mengidentifikasi saham yang sesuai dengan strategi teknikal

Tidak semua sekuritas atau saham sesuai dengan strategi di atas, yang ideal untuk saham yang likuid dan volatile, bukan saham tidak likuid dan stabil. Saham / kontrak yang berbeda mungkin juga membutuhkan parameter yang berbeda pula. Dalam hal ini, paramater moving average yang berbeda, seperti moving average 15-hari dan 50-hari.

3. Memilih akun broker saham yang tepat untuk mengeksekusi perdagangan

Investor cerdas tentunya cermat dalam memilih broker saham yang tepat untuk kebutuhan trading sahamnya. Pilihlah akun trading yang tepat dalam mendukung jenis sekuritas yang dipilih, misalkan saham biasa, opsi, futures, dll.

Akunt tersebut harus menyediakan fungsionalitas yang diperlukan dalam melacak dan memantau indikator teknikal yang dipilih. Selain itu, biaya rendah juga harus dipertimbangkan untuk memaksimalkan profit. Untuk penggunaan seperti strategi di atas, akun dengan moving average di chart candlestick dapat berfungsi baik.

4. Memilih antarmuka yang bagus dalam memantau trading saham

Setiap trader pasti membutuhkan tingkat fungsionalitas yang berbeda, tergantung pada strategi yang digunakan. Misalkan, trader harian memerlukan akun margin yang memberikan akses ke quote level II dan visibilitas market maker.

5. Mengidentifikasi aplikasi saham lain sebagai dukungan strategi

Bisa jadi, ada fitur-fitur lain yang dibutuhkan dalam rangka memaksimalkan kinerja strategi saham. Beberapa trader mungkin membutuhkan fitur notifikasi via email / handphone, atau pun akses ke akun trading mobile.

Sementara trader lainnya memilih memanfaatkan sistem trading otomatis dalam melakukan perdagangan saham.

Tips dan Faktor Risiko

Perdagangan saham bisa menjadi tantangan besar. Hal ini berarti Anda harus melakukan pekerjaan rumah lainnya diluar kelima poin yang disebutkan di atas. Beberapa poin yang perlu dipertimbangkan, seperti:

  • Memahami dengan baik dasar pemikiran dan logika yang mendasari analisis teknikal saham yang digunakan
  • Memanfaatkan strategi trading backtesting, untuk mengetahui kinerjanya di masa lalu
  • Berlatih trading menggunakan akun demo gratis sebelum berdagang di akun trading real
  • Menyadari sepenuhnya keterbatasan dari analisis teknikal untuk menghindari potensi kerugian dan kejutan-kejutan
  • Bersikap bijak dan fleksibel terkait skalabilitis dan kriteria di masa depan
  • Mengevaluasi fitur-fitur akun trading dengan melakukan uji coba akun demo dahulu
  • Memulainya dari modal kecil terlebih dahulu dan berkembang setelah mendapatkan pengalaman trading

Kesimpulan

Ada banyak investor yang memanfaatkan analisis fundamental dan teknikal dalam membuat keputusan investasi trading. Hal ini karena analisis teknikal dapat membantu mengisi kesenjangan pengetahuan.

Dengan mengembangkan pemahaman tentang analisis teknikal saham, trader dan investor dapat meningkatkan imbal hasil yang disesuaikan dengan risiko jangka panjang. Akan tetapi, penting untuk dipahami dan dipraktikkan teknik-teknik tersebut di akun demo sebelum menggunakan akun dengan modal real.

Loading...

Sumber www.investopedia.com
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Klik "Terima" untuk menyetujui kebijakan ini. Terima Baca Detail