Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Rp14.088
-0.26%
Rp15.543
-0.44%
Rp17.525
-0.25%
Rp130
-0%
Rp9.642
-0.07%
Rp3.756
-0.27%
Rp1.986
+0.11%
Rp10.241
-0.23%
Rp10.606
-0.09%
Rp14.148
-0.08%
Rp8.928
+0.04%

8 Aturan Keuangan Bagi Pasangan Baru Menikah

0 135

Jika Anda saat ini baru saja menikah, itu merupakan momen yang membahagiakan. Pernikahan merupakan medium untuk menggabungkan hidup kita dengan pasangan, termasuk aspek finansial. Berikut beberapa aturan keuangan bagi pasangan yang baru saja menikah terkait dengan pengelolaan finansial bersama.

Penting bagi Anda dan pasangan untuk berdiskusi dan segera mengambil tindakan terkait situasi finansial Anda berdua bersama-sama lebih dini. Dengan adanya kesepakatan bersama terkait keuangan sejak dini, akan meminimalkan perselisihan masalah uang di kemudian hari.

Ada poin-poin aturan keuangan yang bisa disepakati bersama antara Anda dan pasangan. Setiap keluarga baru, tentu memiliki kesepakatan yang berbeda-beda.

Tetapi, secara garis besar ada aturan umum yang seringkali digunakan oleh pasangan ketika menyangkut masalah keuangan. Sebelumnya, telah dituliskan artikel mengenai tips keuangan bagi pengantin baru.

Berikut 8 kesepakatan / aturan keuangan yang secara umum digunakan oleh pasangan yang baru menikah dalam menjalani kehidupan bersama.

  • Mindset Milik Bersama

Anda sudah menikah sekarang. Uang itu “milik kita” bukan “milikku”. Anda berada di tim yang sama, dan rekan tim yang saling bekerja sama. Uang itu milik kalian berdua. Jika Anda melakukannya dengan pola pikir ini, Anda harus melakukannya dengan baik.

  • Gunakan akun / rekening gabungan

Jangan memiliki akun / rekening terpisah. Minta gaji Anda disetorkan ke rekening gabungan Anda dan pasangan dan bayar tagihan dan keluarkan pengeluaran dari rekening ini. Uang yang dihasilkan untuk rumah tangga, bukan hanya untuk diri sendiri.

  • Buat anggaran rumah tangga

Tuliskan perencanaan keuangan rumah tangga Anda secara mendetail agar kalian mengetahui kemana saja tujuan dan keluarnya uang tersebut.

Jika Anda membuat anggaran yang bisa disetujui berdua, hal ini dapat meminimalkan perselisihan mengenai uang.

  • Selalu berkomunikasi dengan pasangan

Komunikasikan tentang pengelolaan uang dengan pasangan Anda. Bicarakan tentang rincian penggunaan uang tersebut, di mana dibelanjakan dan apa rencana Anda untuk itu.

Diskusikan tujuan jangka pendek Anda dan pasangan seperti liburan dan tujuan jangka panjang kalian seperti pensiun. Semakin Anda menjaga komunikasi tetap terbuka, semakin kecil kemungkinan timbulnya selisih paham tentang masalah keuangan.

  • Bandingkan manfaat di tempat kerja

Kalian berdua telah menikah dan memiliki tunjangan dan manfaat kerja yang diberikan perusahaan, seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, tabungan pensiun dan masih banyak lagi.

Manfaatkan berbagai tunjangan tersebut sebagai pasangan. Bandingkan apa yang masing-masing dimiliki dan lihat bagaimana cara terbaik menggunakan manfaatnya.

Misalnya, salah satu perusahaan tempat bekerja, mungkin memiliki asuransi kesehatan jauh lebih baik daripada yang lain atau mungkin memiliki pilihan investasi / tabungan pensiun yang lebih baik.

  • Merencanakan hal yang tak terduga

Miliki dana darurat. Jika Anda memiliki tagihan perbaikan mobil yang mahal, kebutuhan mengganti interior dapur atau salah satu pihak kehilangan pekerjaan, kalian memiliki dana untuk menutupi masalah tersebut.

  • Bayar diri Anda terlebih dahulu

Masuklah ke kebiasaan ini sejak dini karena banyak manfaatnya. Lakukan penghematan uang di program pensiun di tempat kerja untuk masa pensiun dan di rekening tabungan untuk dana darurat. Dan, tujuan jangka pendek lainnya sebelum membayar tagihan dan menghabiskan uang.

Jika Anda mencoba untuk menabung dari “dana sisa” setelah membayar tagihan, maka tidak akan cukup untuk menabung.

  • Sadarilah perbedaan antara keinginan dan kebutuhan

Anda tidak memerlukan perabotan baru untuk menyiapkan rumah tangga yang baru terbentuk, hanya karena kalian menginginkannya. Tetapi, Anda berdua perlu menyimpan dana darurat dan melunasi hutang kartu kredit atau pinjaman apapun yang dimiliki.

Meskipun bukan daftar lengkap aturan keuangan yang harus ditangani selama pernikahan, delapan poin tersebut merupakan awal mula yang bagus tentang beberapa hal yang dapat dilakukan sejak awal pernikahan.

Hal ini dilakukan agar terbentuk kebiasaan mengelola uang dengan baik dan fondasi keuangan yang kuat bagi keluarga.

Referensi: www.investopedia.com

Loading...
Sumber www.investopedia.com
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.