Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Rp14.250
+0.7%
Rp15.959
+1.06%
Rp17.855
+1.16%
Rp131
+0.73%
Rp9.783
+0.68%
Rp3.800
+0.69%
Rp2.060
+0.59%
Rp10.417
+0.54%
Rp10.638
+0.61%
Rp14.243
+0.92%
Rp9.290
+0.42%

Mulai Berinvestasi di Properti? Yuk, Pertimbangkan Poin Penting Ini

1 53

Proses investasi di properti sewa memang menarik. Namun, sebelum Anda terlalu bersemangat, penting untuk mempertimbangkan beberapa poin dasar untuk memastikan Anda tahu persis apa yang akan dihadapi agar menjadi investasi yang sukses.

Pertama, Anda perlu hati-hati memeriksa pendapatan sewa potensial. Jika properti sudah pernah disewakan, Anda perlu meluangkan waktu untuk mencari tahu berapa banyak properti telah disewa di masa lalu dan kemudian melakukan penelitian untuk menentukan apakah jumlah penghasilan sewa sudah tepat sasaran atau tidak. Membandingkan dengan properti lainnya di lokasi tersebut untuk memastikan apakah properti yang akan dibeli telah memenuhi target finansial. Jika tidak, anda mungkin menemukan bahwa Anda akan menerima pendapatan sewa yang tidak realistis.

Bunga kredit adalah poin lain yang harus dipertimbangkan dengan hati-hati. Pastikan Anda mengetahui dan memahami suku bunga yang berlaku serta rincian pinjaman karena bunga kredit adalah biaya terbesar yang akan dihadapi ketika membeli properti investasi. Jika Anda mencari properti komersial dengan unit lebih, soal persyaratan dan tingkat suku bunga benar-benar berbeda. Biasanya, semakin banyak uang muka yang digunakan untuk membeli properti, bunga kredit semakin kecil.

Pajak adalah poin penting selanjutnya. Banyak orang menggunakan pajak saat properti itu dibeli dan menganggap mereka bisa menggunakan angka-angka ini untuk memperkirakan biaya. Dalam beberapa kasus, pajak tidak tetap sama, biasanya berubah setiap tahun. Biasanya, pajak naik setelah properti dibeli. Hal ini terutama berlaku jika properti itu telah dibeli oleh pemilik lama. Jadi, ide yang baik untuk hanya berasumsi bahwa pajak akan naik ketika anda membeli properti tersebut.

Salah satu poin yang banyak orang gagal untuk dipertimbangkan adalah biaya properti ketika kosong (tanpa penyewa). Meskipun tentu akan berharap bahwa properti akan tetap disewa sepanjang waktu, hal ini tidak realistis. Mungkin akan ada saat-saat ketika properti Anda akan kosong. Secara umum, Anda harus mengasumsikan bahwa properti akan memiliki tingkat kekosongan 10% rata-rata.

Biaya omset penyewa juga harus dipertimbangkan. Ini sering merupakan kejutan besar bagi banyak pemilik yang beranggapan bahwa mereka akan menyewakan properti dan penyewa mereka akan tetap di properti untuk beberapa waktu. Bahkan lebih mengejutkan adalah berapa biaya untuk mempersiapkan properti untuk disewakan lagi. Hanya beberapa dari biaya termasuk tidak hanya iklan untuk penyewa baru, tetapi juga perbaikan properti. Jika kerusakan terjadi di properti, total biaya perbaikan mungkin tidak sepenuhnya ditanggung oleh jaminan deposit penyewa.

Tentu saja, biaya asuransi juga harus dipertimbangkan. Perlu diingat bahwa asuransi untuk investasi properti biasanya lebih tinggi dari rumah pemilik. Pastikan Anda mendapatkan referensi langsung dari perusahaan asuransi daripada hanya menggunakan biaya asuransi rumah Anda sendiri sebagai panduan estimasi. Selain itu, pastikan Anda mempertimbangkan tidak hanya asuransi properti, tetapi juga asuransi liabilitas juga.

Biaya utilitas (listrik, air, telepon,dll) adalah poin lain yang sering di luar perkiraan. Jika properti sudah terdapat penyewa di dalamnya, pastikan Anda mencari tahu apa saja pemilik yang harus bayar dan apa yang penyewa bayar. Anda juga harus memastikan untuk mengetahui apakah Anda akan bertanggung jawab untuk biaya lain seperti pengumpulan sampah atau keamanan.

Akhirnya, pertimbangkan biaya manajemen properti jika Anda akan mengelola properti sendiri.

Loading...
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.