Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Bitcoin (BTC)
Rp68.979.047
-3.97%
Ethereum (ETH)
Rp2.006.600
0%
Litecoin (LTC)
Rp506.099
DigitalCash (DASH)
Rp1.627.906
Monero (XMR)
Rp1.020.200
Nxt (NXT)
Rp561
Ethereum Classic (ETC)
Rp85.258
Dogecoin (DOGE)
Rp35
ZCash (ZEC)
Rp1.274.733
Bitshares (BTS)
Rp804
DigiByte (DGB)
Rp190
Ripple (XRP)
Rp6.712
0%
BitcoinDark (BTCD)
Rp173.277
PeerCoin (PPC)
Rp12.354
CraigsCoin (CRAIG)
Rp13

Faktor Penting dalam Analisa Fundamental Forex

0 17

Trading di forex market menggunakan dua metode analisis paling mendasar, yakni analisis fundamental dan juga analisis teknikal, sama seperti di pasar saham. Ada beberapa faktor penting dalam analisa fundamental forex yang perlu diperhatikan.

Berbeda dengan analisis teknikal forex yang menggunakan grafik sebagai objek analisa dan harga asumsinya merupakan perwujudan dari berita.

Tidak seperti pada perusahaan yang ada di pasar saham, negara tidak mempunyai neraca keuangan. Menjadi pertanyaan, bagaimana analisa fundamental forex tersebut dilakukan?

Secara sederhana, analisis fundamental adalah tentang bagaimana melihat nilai intrinsik dari suatu investasi. Jika diterapkan pada pasar forex, maka dibutuhkan gambaran kondisi ekonomi yang akan mempengaruhi nilai mata uang sebuah negara. Ada faktor-faktor mendasar yang memiliki peranan penting di pergerakan mata uang.

Setidaknya, berikut ini faktor penting dalam analisa fundamental forex yang perlu diperhatikan.

Indikator Ekonomi

Apakah yang dimaksud dengan indikator ekonomi tersebut? Yaitu, laporan yang dikeluarkan oleh pemerintah atau pun organisasi swasta yang memuat rincian kinerja ekonomi suatu negara. Data laporan ekonomi tersebut adalah cerminan tentang kondisi ekonomi suatu negara yang terukur secara langsung. Akan tetapi, juga perlu diingat bahwa ada beberapa faktor dan kebijakan yang memiliki pengaruh terhadap kinerja ekonomi.

Data laporan ekonomi tersebut dirilis menurut jadwal yang sudah ditentukan. Bagi pasar forex, data ini merupakan indikator apakah kondisi ekonomi suatu negara membaik atau justru menurun. Data ekonomi juga memiliki dampak seperti laporan penghasilan, arsip SEC, dan berbagai rilis lainnya yang mempengaruhi pergerakan mata uang.

Sama seperti di pasar saham, apabila terjadi penyimpangan atau ketidaksesuaian laporan seperti yang diharapkan maka akan terjadi pergerakan volume harga yang besar di pasar forex.

Terdapat beragam data laporan ekonomi, misalkan Amerika Serikat, laporan statistik perumahan, angka pengangguran, dll. Setiap laporan tersebut memiliki tujuan dan dampak tertentu terhadap pasar forex.

Berikut 4 laporan utama yang digunakan sebagai analisa fundamental forex para trader atau investor.

#1 Produk Domestik Bruto (PDB)

Laporan Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan total nilai pasar dari semua jasa dan barang yang diproduksi oleh suatu negara selama jangka waktu 1 tahun. Banyak yang beranggapan bahwa laporan PDB ini merupakan ukuran terluas ekonomi negara.

Pada umumnya, para trader forex berfokus pada 2 laporan utama yang keluar pada bulan-bulan sebelum laporan PDB akhir, yakni laporan awal serta laporan perkembangan. Jika terjadi perubahan / revisi signifikan terhadap laporan tersebut, maka bisa menyebabkan volatilitas yang besar.

Laporan PDB ini ada kemiripan dengan laporan margin laba kotor perusahaan karena sama-sama mengukur pertumbuhan internal.

#2 Produksi Industri

Faktor selanjutnya yang berpengaruh terhadap analisa fundamental forex, yaitu indikator produksi industri. Laporan ini menunjukkan angka perubahan pada pabrik, produksi tambang, dan kewajiban (utilitas) negara.

Dalam laporan produksi industri tersebut biasanya dimuat tentang besarnya pemanfaatan kapasitas pabrik yang digunakan. Secara ideal, angka data dalam laporan menunjukkan pemanfaatan kapasitas secara maksimal atau peningkatan produk maksimum.

Bagi trader forex yang memanfaatkan indikator tersebut, biasanya sangat concern dengan produksi utilitas yang dipengaruhi oleh faktor cuaca sehingga tidak stabil. Apabila terjadi perubahan dalam laporan produksi industri, maka bisa menyebabkan terjadinya volatilitas pergerakan harga mata uang yang besar.

#3 Penjualan Ritel

Setali tiga uang dengan laporan sebelumnya, laporan penjualan ritel juga berpengaruh terhadap indikator ekonomi negara. Dalam laporan ini dimuat penerimaan semua toko ritel di suatu negara. Laporan ini penting untuk mengukur bagaimana pola belanja konsumen yang terkait dengan variabel musiman.

Apabila terjadi perubahan data pada laporan ini, akan bisa menyebabkan terjadinya volatilitas harga yang signifikan. Laporan penjualan ritel juga bisa dibandingkan dengan aktivitas penjualan perusahaan.

#4 Indeks Harga Konsumen (IHK)

Laporan lainnya yang juga memiliki pengaruh adalah Consumer Price Index (CPI) atau Indeks Harga Konsumen. Laporan ini berfungsi untuk mengukur perubahan harga barang konsumtif pada 200 kategori barang yang berbeda.

Jika dibandingkan dengan ekspor suatu negara, laporan CPI ini dapat mengukur apakah negara tersebut kehilangan atau menghasilkan uang dari layanan dan produknya.

Selain keempat laporan tersebut di atas, juga ada indikator utama lainnya seperti Purchasing Manager Index (PMI), Employment Cost Index (ECI), Producer Price Index (PPI), dan lain sebagainya. Tak hanya itu, pihak swasta juga sering mengeluarkan laporan yang berpengaruh terhadap pergerakan harga mata uang.

Loading...

Sumber www.investopedia.com
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Klik "Terima" untuk menyetujui kebijakan ini. Terima Baca Detail