Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Bitcoin (BTC)
Rp63.636.899
-4.28%
Ethereum (ETH)
Rp1.860.743
0%
Litecoin (LTC)
Rp467.795
DigitalCash (DASH)
Rp1.505.649
Monero (XMR)
Rp950.099
Nxt (NXT)
Rp527
Ethereum Classic (ETC)
Rp79.037
Dogecoin (DOGE)
Rp31
ZCash (ZEC)
Rp1.188.101
Bitshares (BTS)
Rp738
DigiByte (DGB)
Rp179
Ripple (XRP)
Rp6.174
BitcoinDark (BTCD)
Rp159.858
PeerCoin (PPC)
Rp11.353
CraigsCoin (CRAIG)
Rp12

Mengenal Tentang Trendline (Garis Tren)

0 32

Trendline merupakan salah satu alat yang lazim digunakan oleh para trader atau investor untuk analisis dalam perdagangan seperti saham atau forex. Banyak yang mengenalnya juga sebagai garis tren. Simak ulasannya berikut.

Memahami Apa itu Trendline

Garis tren (trendline) adalah garis yang ditarik di atas pivot highs atau di bawah poros pivot untuk menunjukkan arah harga yang berlaku. Garis tren adalah representasi visual dari support dan resistance dalam kerangka waktu tertentu. Garis ini menunjukkan arah dan kecepatan harga, dan juga menggambarkan pola selama periode kontraksi harga.

Penjelasan lebih lanjut Garis Tren

Salah satu alat paling penting yang digunakan oleh analis teknikal adalah trendline. Ada dua cabang analisis dalam riset saham: analisis fundamental dan analisis teknikal. Analisis fundamental digunakan untuk menentukan apa yang harus dibeli, sedangkan analisis teknikal digunakan untuk menentukan kapan harus membelinya.

Perusahaan didorong oleh profit / laba. Sebuah perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan cenderung memiliki kenaikan harga saham, yang menjadi dasar bagi para analis fundamental. Hal ini karena pasar suka menetapkan nilai untuk penghasilan. Nilai ini diwakili oleh harga pasar, yang digunakan analis teknikal dan grafik / chart untuk menganalisis pasar.

Alih-alih melihat kinerja bisnis masa lalu, analis teknikal mencari tren dalam price action. Pada dasarnya mengidentifikasi tren dengan menggunakan alat yang disebut trendline. Garis tren membantu analis teknikal menentukan arah saat ini dalam harga pasar. Analis teknikal percaya bahwa tren adalah teman, dan mengidentifikasi tren ini adalah langkah pertama dalam proses trading yang baik.

Membuat Trendlines

Untuk membuat garis tren, seorang analis harus memiliki setidaknya dua poin pada grafik harga. Beberapa analis suka menggunakan kerangka waktu yang berbeda seperti satu menit atau lima menit. Analis lainnya melihat grafik harian atau grafik mingguan.

Ada beberapa analis yang menyisihkan kerangka waktu (timeframe), memilih untuk melihat tren berdasarkan interval tick daripada interval waktu. Alasan mendasar kenapa trendline begitu universal dalam penggunaan dan daya tarik karena dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi tren terlepas dari periode waktu, jangka waktu atau interval yang digunakan.

Jika perusahaan A diperdagangkan pada $ 35 dan bergerak ke $ 40 dalam dua hari dan $ 45 dalam tiga hari, analis memiliki tiga poin untuk dipetakan pada grafik, mulai dari $ 35, kemudian pindah ke $ 40, dan kemudian pindah ke $ 45.

Jika analis menarik garis antara ketiga titik harga, mereka memiliki tren naik (uptrend). Garis tren yang digambar memiliki kemiringan positif sehingga menginformasikan kepada analis untuk membeli sesuai arah tren. Jika harga perusahaan A mulai dari $ 35 hingga $ 25, bagaimanapun, trendline memiliki kemiringan negatif dan analis harus menjual ke arah tren.

Loading...

Sumber www.investopedia.com
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Klik "Terima" untuk menyetujui kebijakan ini. Terima Baca Detail