Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Rp14.067
+0.15%
Rp15.551
-0.05%
Rp17.553
-0.16%
Rp130
+0.12%
Rp9.620
+0.23%
Rp3.749
+0.17%
Rp1.984
+0.07%
Rp10.237
+0.04%
Rp10.610
-0.04%
Rp14.134
+0.1%
Rp8.906
+0.24%

4 Cara Bermain Saham yang Perlu Dihindari

0 207

Satu-satunya hal yang lebih sulit daripada membeli saham adalah menentukan kapan harus menjual. Selain itu, ada banyak error yang seringkali dilakukan oleh investor saham. Berikut ini, 4 cara bermain saham yang sebaiknya dihindari terutama bagi investor saham pemula.

Apakah Anda menganggap sebagai investor jangka panjang atau tidak, adalah hal yang baik untuk selalu mempraktekkan mantra Warren Buffett: “Aturan No.1 adalah: Jangan Kehilangan Uang. Aturan No. 2 adalah: Jangan Lupakan Aturan No. 1.”

Apakah Anda perlu mengurangi kerugian atau mengambil keuntungan, ada beberapa tips sederhana dalam bermain saham agar tidak merugikan.

Berikut ini 4 cara bermain saham yang sebaiknya dihindari oleh para investor / trader saham pemula:

1. Saham Bagus, Sektor Buruk

Trader saham sering menghadapi keputusan sulit menjual saham yang menurut mereka paling bagus di pasaran.

Tetapi, bagaimana jika Anda melihat penurunan nilai saham setiap hari – dan kehilangan uang dari hari ke hari?

Meskipun banyak trader akan menolak menjual saham, terutama jika perusahaan besar dengan imbal hasil dan hutang yang besar. Seringkali, kenyataannya adalah bahwa meskipun memiliki pesona, saham yang berkinerja buruk mungkin berada di sektor yang sedang babak belur.

Sejarah adalah guru yang hebat dalam skenario ini. Ketika bear market terjadi setelah ledakan dotcom, sektor teknologi babak belur secara brutal dan tidak hanya mencatat saham dengan hutang besar dan tidak berpenghasilan.

Perusahaan yang menguntungkan dengan struktur bisnis yang solid juga sangat terdevaluasi. Dalam banyak kasus, mereka yang berpegang pada perusahaan teknologi masih menunggu teknologi terdepan tersebut untuk mengembalikan kerugian mereka.

Pelajaran: Jika Anda memiliki saham di sektor yang sedang babak belur, Anda harus mempertimbangkan menjualnya karena perusahaan yang bagus sekalipun tidak aman dari serangan “bear”.

Jual beli saham hari ini lebih mudah dari sebelumnya dan relatif murah. Bahkan untuk investor jangka panjang, terkadang perlu dilakukan penjualan jangka pendek untuk mematuhi peraturan pertama Buffett: jangan kehilangan uang!

2. Melibatkan Emosi

Jika terikat secara emosional dengan saham Anda, maka akan membayar kerugian. Sebagian alasan mengapa investor yang baik menjadi mangsa jebakan ini adalah karena mereka terlalu banyak bekerja untuk menemukan saham yang “benar”.

Mereka membaca buku saham yang tebal, merancang sistem jual saham yang bagus dan dengan hati-hati memasukkan kriteria ini ke dalam saham yang bagus.

Akhirnya, investor yang berhati-hati akan mempersempit pilihannya ke satu “permata”. Tapi jika Anda membiarkan saham ini menjadi kebanggaan dan kegembiraan, Anda mungkin akan menderita kerugian besar karenanya.

Dalam buku Jim Cramer “Real Money: Sane Investing in a Insane World” (2005), dia mengatakan bahwa investor seharusnya menyukai saham saat menghasilkan uang; Jika tidak, jual saja!

Pelajaran: Keterikatan emosional pada saham tidak lain adalah sifat manusia dan keinginan untuk menjadi benar. Apakah Anda ingin benar atau ingin menjadi kaya?

3. Laba yang Belum Direalisasi

Keuntungan bukanlah keuntungan sampai benar-benar masuk ke dalam rekening Anda. Meskipun demikian, banyak investor bahagia dengan melihat sahamnya secara online dan menikmati berapa banyak uang yang mereka hasilkan.

Pada kenyataannya, Anda belum menghasilkan sepeser pun sampai menekan tombol “jual”.

Ketika sebuah saham sedang siap untuk menuju ke bulan (meningkat nilainya), Anda mungkin mulai merasakannya di luar kendali. Rasio harga pendapatan menjadi sangat meningkat, semua orang di televisi sedang membicarakannya dan Anda mulai bertanya-tanya seberapa tinggi kenaikan yang mungkin terjadi.

Ini adalah saat yang tepat untuk memilih aturan “menjual sepertiga” atau “menjual setengah”.

Dengan cara ini, Anda bisa mengambil keuntungan dan juga menyimpan beberapa stok saham sehingga jika saham anjlok, Anda tidak akan menyesal karena telah menjual posisi Anda.

4. Kapan Saat Menjual

Cara bermain saham yang perlu dihindari adalah tidak ada pengetahuan tentangnya. Rahasia sebenarnya untuk mengetahui kapan harus menjual adalah membaca, membaca, membaca – dan kemudian membaca lagi.

Kita semua sibuk, tapi luangkan beberapa menit dari hari atau minggu untuk mengetahui apa yang terjadi dengan pasar, dengan ekonomi dan dengan saham Anda pada khususnya. Membaca itu seperti asuransi: semakin Anda tahu, semakin terlindungi.

Pelajaran: Jika Anda memiliki strategi yang benar, satu informasi sederhana dapat memberikan kekuatan yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan, mengambil keuntungan atau mencegah kerugian.

Kesimpulan Cara Bermain Saham yang Tepat

Tidak ada ilmu pasti tentang bagaimana cara bermain saham yang tepat. Indikator, strategi, perencanaan, wawasan yang bisa memberi kita petunjuk. Belajar dari kesalahan orang lain adalah strategi hebat untuk menghindari kesalahan itu sendiri.

Jika perusahaan yang solid memiliki harga saham yang turun, carilah petunjuk mengapa dan mencari tahu apa yang terjadi di sektor itu.

Ingatlah untuk tetap bersikap jelas saat mengevaluasi saham dan jangan terikat secara emosional dengan mereka.

Terakhir, pengetahuan itu sangat kuat. Bacalah buku-buku tentang mereka yang telah sukses bertransaksi dan berinvestasi karena mereka menawarkan banyak pengetahuan dan pengalaman.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi pasar keuangan, namun jika Anda bersedia meluangkan waktu dan usaha untuk membaca dan meneliti investasi, Anda akan siap untuk mengambil keuntungan dan menghindari kerugian.

Referensi: www.investopedia.com

Loading...
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.