Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Rp14.165
+0.07%
Rp16.083
+0.11%
Rp18.640
+0.96%
Rp127
+0.14%
Rp10.052
+0.19%
Rp3.776
+0.17%
Rp2.116
-0.19%
Rp10.488
+0.06%
Rp10.633
+0.54%
Rp14.185
-0.03%
Rp9.708
+0.3%

Zona Resistance dalam Perdagangan Saham

0 143

Di dalam perdagangan saham, dikenal dengan zona resistance dan support. Untuk memahami lebih baik, berikut ulasan tentang zona resistance trading saham.

Apa itu Zona Resistance?

Zona resistance adalah konsep penting dalam analisis teknikal. Analis ini mencari tanda-tanda bahwa harga saham bergerak melalui zona resistensi dan membangun level support dan resistance baru.

Penjelasan lebih lanjut tentang Zona Resistance

Zona resistance adalah kisaran di atas harga saham, dengan kisaran yang lebih rendah adalah level support-nya. Memahami zona harga saham memungkinkan bagi investor untuk membeli dan menjual saham dalam rangka memaksimalkan keuntungan jangka pendeknya.

Kebanyakan trader harian membeli dan menjual dengan keyakinan bahwa zona support dan resistance bertahan untuk waktu yang lama. Logika ini mengikuti hukum permintaan dan penawaran yang mendasar. Karena lebih banyak saham dibeli pada level support yang lebih rendah, harga mulai naik ke atas sampai memenuhi zona resistance dan penjualan membuat harga kembali ke bawah.

Seperti halnya dengan semua analisis teknis, ada saat-saat tertentu ketika zona resistensi dan level support saham akan dikonfigurasi ulang oleh peristiwa eksternal. Itulah sebabnya mengapa para trader teknikal yang berpengalaman bergantung pada beberapa grafik ketika mencoba memprediksi pergerakan harga di masa mendatang.

Pergerakan menembus zona resistensi dapat dikonfirmasi pada grafik sebagai peluang breakout baru untuk mengambil posisi long dalam saham yang sebelumnya diperdagangkan hanya dalam level support dan resistance.

Seringkali breakout ini terjadi karena perubahan mendasar dalam kinerja perusahaan, seperti peluncuran produk baru atau berita tentang perolehan pangsa pasar dan peningkatan uang tunai.

Trendlines (garis tren) berguna dalam menggambarkan pergerakan saham yang lebih lengkap dari waktu ke waktu. Dalam setiap kenaikan harga yang signifikan naik atau turun akan ada waktu ketika puncak tercapai dan harga saham bergerak sideways.

Contoh dari kasus tersebut yang terjadi dalam keseluruhan harga bergerak ke atas terlihat di pasar bullish ketika investor mencari saham dalam rangka mengunci keuntungan di banyak saham.

Resikonya di sini adalah investor akan kehilangan langkah signifikan yang sedang berlangsung ke atas, berpikir bahwa puncak tinggi adalah awal dari gerakan ke bawah lagi. Padahal sebenarnya hanya beristirahat di jalan untuk menuju ketinggian baru.

Menggunakan garis tren dapat membantu investor melihat tren jangka panjang dalam bagan sehingga mereka tidak menetapkan strateginya hanya berdasarkan pergerakan jangka pendek.

Zona Resistance dan Indikator Lainnya

Investor teknikal bergantung pada beberapa indikator untuk membantu membuat keputusan. Selain zona resistensi, trader menggunakan indikator moving averages, analisis candlestick, dan volume saham harian. Indikator tersebut untuk membantu memprediksi pergerakan selanjutnya naik atau turun.

Trader membutuhkan konfirmasi dalam grafik untuk mengidentifikasi kapan breakout sedang berlangsung dalam hal pengaturan level resistance dan support baru. Volume adalah indikator yang sangat bagus terhadap minat suatu saham. Seiring dengan meningkatnya volume, kemungkinan bahwa level high dan low baru akan ditetapkan.

Loading...

Sumber www.investopedia.com
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Klik "Terima" untuk menyetujui kebijakan ini. Terima Baca Detail