Dari Karyawan Menjadi Pengusaha

0 324

Setiap tahunnya terdapat lebih dari satu juta orang Amerika membuka bisnis baru, ribuan orang Indonesia memiliki usaha sendiri, dan ratusan juta lainnya melakukan hal yang sama di seluruh dunia. Sebagian besar orang membuka usaha sendiri karena mereka ingin memiliki usaha sendiri. Namun, sebagian lainnya membuka usaha karena diberhentikan dari pekerjaan. Apa pun yang mendorong Anda untuk membuka usaha sendiri, Anda akan mengetahui dengan cepat bahwa ada satu perbedaan besar antara menjadi karyawan yang bekerja untuk orang lain dan bekerja untuk sendiri. Bagi sebagian besar orang yang telah mengalami masa transisi dari karyawan ke pengusaha, perubahan itu menyenangkan. Akan tetapi, bagi sebagian yang lain, terlebih lagi ketika Anda telah menjadi karyawan cukup lama, maka perubahan ini terasa berat.

Perubahan-perubahan apa saja yang mungkin akan terjadi saat beralih dari pegawai menjadi pengusaha? Berikut beberapa perubahan tersebut:

  • Uang

Mulai sekarang, ketika menjadi pengusaha, setiap uang yang Anda hasilkan adalah milik Anda. Sekalipun Anda mengajak investor dan rekanan kerja, tetapi uang yang Anda peroleh akan terlihat jelas di depan mata. Keputusan untuk membelanjakan atau menyimpan uang tersebut akan berpengaruh secara langsung pada penghasilan dan kesejahteraan Anda. Sekalipun dulunya Anda termasuk karyawan yang teliti, yang selalu mencermati untung rugi perusahaan tempat Anda bekerja, tetapi sekarang Anda menemukan cara baru dalam memandang uang saat Anda menjadi orang terakhir yang menerima bayaran, dan setiap nilai uang yang keluar atau terbuang bisa saja seharusnya berada di dompet Anda.

Kesadaran tentang uang akan terwujud dalam sejumlah bentuk. Pertama, Anda akan melihat pengeluaran perusahaan dengan cara yang jauh lebih cermat. Jika Anda bekerja sebagai karyawan, Anda tidak akan terlalu memikirkan berapa banyak uang yang dikeluarkan untuk kebutuhan kantor. Namun, jika Anda seorang pengusaha, Anda akan paham betapa berartinya uang yang keluar untuk keperluan kantor. Anda akan berpotensi untuk memperoleh kebebasan finansial di masa depan, daripada sekedar keamanan finansial ketika Anda menjadi seorang karyawan.

  • Kendali

Aspek ini seperti pisau bermata dua. Salah satu keistimewaan menjadi bos di perusahaan sendiri adalah bahwa Anda sendiri yang membuat keputusan. Anda tidak perlu lagi mengikuti aturan-aturan perusahaan yang mungkin menurut Anda tidak masuk akal. Akan tetapi, kendali seperti ini selalu diikuti dengan tanggung jawab, dan menemukan kesadaran bahwa Anda harus mengambil banyak sekali keputusan.

Ada banyak keputusan besar yang harus Anda ambil ketika memulai usaha. Misalkan, masalah pendanaan dan lokasi usaha. Namun, ratusan keputusan kecil lainnya juga tidak kalah memusingkan. Mengambil keputusan seperti ini mungkin akan sangat melelahkan dan tidak lagi menggembirakan.

  • Kerendahan Hati

Ada beberapa hal yang akan tertanam dalam diri Anda selain rasa bangga saat memulai membuka usaha sendiri. Saat itu, Anda memang layak bangga. Namun, kebanggaan akan diiringi dengan banyak hal. Misalkan, melaksanakan berbagai tugas kecil, mengatur kantor, meminta maaf pada konsumen, dll. Anda akan menjadi sosok yang lebih rendah hati daripada sebelumnya.

  • Risiko

Mungkin perubahan yang paling besar adalah hubungan Anda dengan risiko. Saat Anda masih menjadi pegawai, Anda hanya memikirkan tentang bagaimana caranya mempertahankan karier atau pekerjaan Anda. Ketika menjadi karyawan, Anda akan selalu menghindari risiko dan selalu bermain aman. Akan tetapi, ketika membuka usaha sendiri, menghindari risiko,  dan tidak berinovasi adalah pilihan yang tidak bijaksana.

Jika menurut Anda, perbedaan-perbedaan ini terasa sangat berat, jangan terlalu berkecil hati dengan ide menjadi pengusaha. Salah satu keuntungan besar saat beralih dari pegawai menjadi pengusaha adalah bahwa Anda akan menemukan banyak hal tentang diri Anda, termasuk bakat-bakat yang mungkin sebelumnya tidak pernah Anda sadari.

(CAA)

Loading...
Tinggalkan komentar