Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Rp14.088
-0.26%
Rp15.543
-0.44%
Rp17.525
-0.25%
Rp130
-0%
Rp9.642
-0.07%
Rp3.756
-0.27%
Rp1.986
+0.11%
Rp10.241
-0.23%
Rp10.606
-0.09%
Rp14.148
-0.08%
Rp8.928
+0.04%

Biaya Modal (Cost of Capital) dan Penjelasannya

0 13.811

Biaya modal didefinisikan sebagai rate of return (tingkat perolehan) yang diperlukan untuk memelihara nilai pasar perusahaan (atau harga saham perusahaan).

Bagaimana Menghitung Biaya Modal (Cost of Capital)?

Biaya modal dihitung sebagai suatu rata-rata tertimbang (average weighted) dari berbagai komponen modal yang ada pada sisi kanan neraca, seperti hutang, saham preferen, saham biasa dan laba ditahan.

Setiap elemen modal memiliki biaya komponen yang diidentifikasi sebagai berikut:

Ki = biaya hutang sebelum pajak (before-tax cost of debt)

Kd = Ki (1-t) = biaya hutang setelah pajak, dengan t = tingkat pajak

Kp = biaya saham preferen (cost of preferred stock)

Ks = biaya laba ditahan (atau ekuitas internal)

Ke = biaya ekuitas eksternal, atau biaya penerbitan saham biasa (common stock) yang baru

Ko = biaya modal perusahaan secara keseluruhan atau rata-rata tertimbang dari biaya modal

Setiap perhitungan yang dilakukan akan dijelaskan di bawah ini, selain juga penentuan bobot (weight) historis, target dan marjinal.

Cost of debt (biaya hutang). Biaya hutang sebelum pajak dapat diketahui dengan menentukan internal rate of return (yield to maturity) atas arus kas obligasi (bond cash flow). Namun, rumus singkat berikut ini dapat digunakan untuk membuat perkiraan yield to maturity dari obligasi.

Ki = {I + (M-V)/n} : (M + V)/2

dengan I = pembayaran bunga tahunan

M = nilai par atau nilai nominal (face value), umumnya $1000 per obligasi

V = nilai pasar atau hasil bersih (net proceed) dari penjualan obligasi

n = jangka waktu obligasi dalam n tahun

Karena pembayaran bunga akan mengurangi pajak, biaya hutang harus dinyatakan setelah dikurangi pajak (after-tax basis).

Contoh 1. Asumsikan bahwa Carter Company menerbitkan obligasi $1000, 8% dan berjangka waktu 20 tahun, dengan net proceed sebesar $940. Tarif pajak 40%. Maka, biaya hutang sebelum pajak (Ki) adalah:

Ki = {I + (M-V)/n} : (M + V)/2

= {$80 + ($1000 – $940)/20} : {$1000 + $940)/2} = $83 : $970 = 8,56%

Maka, biaya hutang setelah pajak adalah:

Kd = Ki (1 – t) = 8,56% (1 – 0,4) = 5,14%

Cost of Preferred Stock (biaya saham preferen). Biaya saham preferen (Ke) dapat diketahui dengan membagi dividen saham preferen tahunan (Kp) dengan net proceed dari penjualan saham preferen (p) seperti berikut:

Kp = Dp / p

Karena dividen saham preferen merupakan biaya tidak mengurangi pajak, maka dividen ini dibayarkan setelah pajak. Konsekuensinya, tidak perlu penyesuaian pajak.

Contoh 2. Asumsikan Carter Company memiliki saham preferen dengan dividen per lembar saham sebesar $13 dan dapat dijual di pasar seharga $100 per lembar saham. Biaya emisi (atau pertanggungan emisi, under writing) adalah 3%, atau $3 per lembar saham. Maka, biaya saham preferen adalah:

Kp = Dp / p = $13 / $97 = 13,4%

Cost of Equity Capital (biaya modal ekuitas). Biaya saham biasa (Ke) umumnya dipandang sebagai rate of return yang diinginkan investor atas suatu saham biasa. Ada 2 teknik untuk mengukur biaya modal ekuitas saham biasa, dan yang umum digunakan adalah:

  1. Model pertumbuhan Gordon (Gordon’s growth model)
  2. Pendekatan model penetapan harga model aset (capital-asset pricing model, CAPM)

Gordon’s growth model. Rumus model Gordon adalah:

Po = D1 : (r-g)

dengan Po = nilai (atau harga pasar) saham biasa

D1 = dividen yang akan diterima dalam 1 tahun

r = rate of return yang diinginkan investor

g = tingkat pertumbuhan (diasumsikan selalu konstan)

Jika model diselesaikan untuk menghitung r, akan diperoleh rumus dari biaya saham biasa, sbb:

r = (D1 : Po) + g atau Ke = (D1:Po) + g

Perhatikan bahwa r berubah menjadi Ke untuk menunjukkan bahwa r digunakan untuk menghitung biaya modal.

Contoh 3. Asumsikan bahwa harga pasar dari saham Carter Company adalah $40. Dividen yang harus dibayarkan pada akhir tahun depan adalah $4 per lembar saham dan diharapkan akan tumbuh pada tingkat bunga tahunan konstan 6%. Maka, biaya saham biasa ini adalah:

Ke = (D1:Po) + g = ($4:$40) + 6% = 16%

Biaya saham biasa yang baru, atau modal ekuitas eksternal (external equity capital), lebih tinggi dari biaya saham biasa yang sudah ada. Ini karena adanya flotation cost (biaya penawaran saham baru) dalam menjual saham biasa yang baru.

Flotation cost, kadangkala disebut sebagai issuance cost, adalah biaya total untuk menerbitkan dan menjual suatu sekuritas, meliputi biaya pencetakan, biaya hukum (legal fees) dan biaya akunting.

Jika f adalah flotation cost dalam persen, maka rumus untuk biaya saham biasa yang baru adalah:

Ke = D1 : Po (1 – f) + g

Contoh 4. Asumsikan data yang sama dalam contoh 3, kecuali bahwa perusahaan berusaha untuk menjual penerbitan baru saham A dan flotation cost-nya 10%. Maka,

Ke = D1 : Po (1 – f) + g

Ke = $4 : $40 (1 – 0,1) + 6%

= $4 : $36 + 6%

= 11,11% + 6% = 17,11%

Capital-asset pricing model (CAPM) approach. Ada pendekatan alternatif untuk mengukur biaya saham biasa yaitu menggunakan CAPM dan langkahnya sebagai berikut:

  1. Estimasi tingkat perolehan bebas risiko (Rf)
  2. Estimasi koefisien beta saham (b) yaitu indeks risiko sistematis (atau nondiversifiable market risk)
  3. Estimasi rate of return atas portofolio pasar (Rm)
  4. Estimasi rate of return saham perusahaan yang diinginkan investor, dengan menggunakan persamaan  CAPM

Ke = Rf + b (Rm – Rf)

Sekali lagi, perhatikan bawah simbol Rj telah diubah menjadi Ke.

Contoh 5. Asumsikan bahwa Rj adalah 7%, b adalah 1,5 dan Rm adalah 13%. Maka,

Ke = Rf + b (Rm – Rf)

= 7% + 1,5 (13% – 7%) = 16%

Biaya saham biasa sebesar 16% ini dapat dipandang terdiri dari tingkat perolehan bebas risiko sebesar 7% ditambah premi risiko sebesar 9%. Ini merefleksikan harga saham perusahaan 1,5 kali lebih volatile (bergejolak) dibandingkan portofolio pasar terhadap faktor yang mempengaruhi risiko nondiversifiable atau risiko sistematis.

Cost of Retained Earning (biaya laba ditahan). Biaya laba ditahan (Ks) sangat berkaitan erat dengan biaya saham biasa yang telah ada, karena biaya ekuitas yang diperoleh dengan laba ditahan sama dengan rate of return yang diinginkan investor atas saham biasa perusahaan. Maka:

Ke = Ks

Mengukur Biaya Modal Keseluruhan. Biaya modal keseluruhan (overall cost of capital) perusahaan adalah rata-rata tertimbang (weighted average) biaya modal individual, dengan bobot proporsi dari tiap jenis moda yang diinginkan. Jika Ko adalah biaya modal keseluruhan maka:

Ko = ∑ (persentase dari struktur modal total yang disediakan oleh setiap sumber modal x biaya modal untuk setiap sumber modal)

= ∑ WdKd + WpKp + WeKe + WsKs

dengan Wd = persentase sumbangan hutang terhadap modal total

Wp = persentase sumbangan saham preferen terhadap modal total

We = persentase sumbangan ekuitas eksternal tehadap modal total

Ws = persentase sumbangan laba ditahan (atau internal equity) terhadap modal total

Bagaimana menggunakan perhitungan biaya modal dan menerapkannya?

Manajer keuangan harus mengetahui biaya modal (tingkat perolehan minimum yang diharapkan) dalam:

  1. Mengambil keputusan pembuatan anggaran modal
  2. Membantu membuat struktur modal yang optimal
  3. Mengambil keputusan mengenai sewa guna usaha (leasing), pembiayaan ulang (refunding) obligasi dan manajemen modal kerja

Biaya modal ini digunakan sebagai suatu tingkat diskonto dalam metode net present value (NPV) maupun sebagai tingkat batas minimal (cut-off) dalam metode internal rate of return (IRR).

Siapa yang menggunakannya dan kapan digunakan?

Manajer Keuangan. Biaya modal merupakan konsep yang sangat penting dalam manajemen keuangan karena inilah tingkat perolehan yang harus dicapai agar harga saham tidak berubah.

Maka, biaya modal adalah tingkat perolehan minimum yang dapat diterima untuk investasi baru perusahaan. Pejabat keuangan perusahaan harus secara mendalam memahami berbagai cara menghitung biaya dari berbagai sumber pembiayaan untuk pengambilan keputusan keuangan, penganggaran modal, dan keputusan struktur modal.

Harus dilakukan perbandingan antara berbagai tingkat biaya modal yang diakibatkan berbagai strategi pembiayaan (misalkan, bauran hutang, saham preferen dan saham biasa).

Manajer keuangan harus menerbitkan instrumen pembiayaan yang menghasilkan biaya modal keseluruhan yang paling rendah.

Jajaran Manajemen Puncak dan Perumus Strategi Korporat. Manajemen puncak harus memahami dengan baik tentang cost of capital sebelum mengambil keputusan strategis yang penting, seperti merger, akuisisi, dan buy-out.

Analis Kredit dan Investasi. Adanya peningkatan dalam biaya modal suatu perusahaan dibandingkan perusahaan pesaingnya dalam industri yang sama, berarti bahwa perusahaan ini dipandang lebih berisiko oleh komunitas investasi dan kredit.

Referensi Tambahan: www.investopedia.com

Loading...
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.