Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Bitcoin (BTC)
Rp50.810.000
+3.69%
Ethereum (ETH)
Rp1.321.060
0%
Litecoin (LTC)
Rp358.211
DigitalCash (DASH)
Rp946.590
Monero (XMR)
Rp640.714
Nxt (NXT)
Rp411
Ethereum Classic (ETC)
Rp56.653
Dogecoin (DOGE)
Rp30
ZCash (ZEC)
Rp807.371
Bitshares (BTS)
Rp551
DigiByte (DGB)
Rp128
Ripple (XRP)
Rp4.490
0%
BitcoinDark (BTCD)
Rp127.636
PeerCoin (PPC)
Rp8.084
CraigsCoin (CRAIG)
Rp10

3 Tanda Investasi Obligasi Anda Waktunya Dilepas

0 51

Investasi bisa saja menjadi rumit, walaupun itu termasuk investasi yang disebut sebagai “aman” seperti investasi obligasi. Ternyata, ada indikator bahwa Anda harus melepaskan investasi obligasi tersebut. Ini ketiga tandanya.

Ketika sebuah perusahaan menerbitkan obligasi, uang yang diterima sebagai imbalannya adalah pinjaman, dan harus dibayar sesuai dengan waktu kontraknya. Banyak investor memilih obligasi sebagai investasi jangka panjang karena obligasi memberikan jaminan pengembalian investasi selain memperoleh bunga tahunan juga.

Namun, apabila saat ini Anda memiliki investasi obligasi, cermati ketiga tanda utama ini karena waktunya untuk melepas obligasi tersebut segera.

1. Suku Bunga Diatur untuk Naik

Sinyal jual paling signifikan di pasar obligasi adalah ketika suku bunga siap untuk naik secara signifikan. Karena nilai obligasi di pasar terbuka sangat tergantung pada tingkat kupon obligasi lainnya, maka kenaikan suku bunga yang dimiliki saat ini kemungkinan akan kehilangan nilainya.

Karena obligasi yang lebih baru diterbitkan dengan tingkat kupon yang lebih tinggi yang mencerminkan peningkatan tingkat nasional. Harga pasar obligasi yang dikeluarkan sebelumnya dengan kupon yang lebih rendah akan berkurang untuk mengkompensasi pembeli baru untuk pembayaran bunga yang relatif lebih rendah.

Jika bank Indonesia mengisyaratkan akan menaikkan suku bunga, maka segera lepas investasi obligasi Anda. Biasanya, beberapa bulan sebelum kenaikan suku bunga terdapat desas-desus tentang hal tersebut dan Anda harus dapat menangkap sinyal kenaikan tersebut.

Terkecuali Anda siap memegang obligasi hingga jatuh tempo meskipun ada opsi yang lebih menguntungkan, kenaikan suku bunga yang tinggi adalah sinyal jual yang jelas.

Bagi yang memiliki obligasi dengan waktu kepemilikan jangka pendek atau mendekati jatuh tempo, itu hanyalah peringatan kecil. Apabila Anda memegang obligasi atau surat utang dengan waktu kurang dari 1 tahun sampai jatuh tempo, risiko suku bunga tersebut tidak terlalu signifikan. Laba atas investasi Anda tidak terlalu tinggi dan sebagian besar pembayaran kupon telah habis.

2. Entitas Penerbit Terlihat Tidak Stabil

Alasan lain yang logis untuk segera melepaskan investasi obligasi Anda adalah ketika entitas / penerbit yang mengeluarkan obligasi tersebut tiba-tiba tidak stabil secara finansial. Atau, entitas tersebut mengalami kerugian besar yang berpotensi mengurangi kemampuannya membayar di masa depan. Atau, penerbit obligasi terlibat masalah hukum.

Daya tarik utama dari obligasi adalah menghasilkan pendapatan yang terjamin, kredibilitas, dan solvabilitas penerbit obligasi. Jika pemerintah atau perusahaan yang menerbitkan obligasi Anda dinyatakan bangkrut, misalnya, kemungkinan sebagian investasi Anda akan hilang.

Amati secara mendalam keuangan perusahaan atau pemerintah yang menerbitkan obligasi Anda secara rutin. Atau, gunakan jasa penasihat keuangan untuk membantu Anda mengelola investasi obligasi dan konsultasikan ketika hendak menjualnya.

Walaupun sebagian uang Anda bisa kembali jika penerbit obligasi mengalami kegagalan, likuidasi kepemilikan Anda segera sebelum masalah datang akan jauh lebih baik. Anda dapat menginvestasikannya kembali ke produk-produk investasi yang lebih aman.

3. Harga Pasar Terlalu Tinggi

Seperti trader saham, pedagang aktif obligasi sering melihat indikator sebagai sinyal untuk menjual dan membeli obligasi. Untuk memaksimalkan hasil, penting untuk menetapkan aturan tentang berapa banyak laba yang diharapkan dan berapa banyak kerugian yang siap ditanggung.

Meskipun memegang obligasi hingga jatuh tempo cukup menguntungkan, Anda mungkin bisa menghasilkan keuntungan lebih besar dengan menjualnya ketika nilai pasar tinggi. Terutama jika Anda sudah memegang obligasi selama beberapa tahun dan mendapat manfaat dari pembayaran kupon.

Dengan mengawasi harga pasar rata-rata obligasi selama periode jangka pendek dan jangka panjang, Anda dapat menentukan saat-saat ketika harga tertinggi obligasi dan menjual sebelum bergerak kembali ke arah harga standarnya.

Seperti analisis saham, gunakan chart / tools untuk membuat analisis jauh lebih mudah. Carilah momen ketika Simple Moving Average (SMA) jangka pendek melintasi melalui SMA jangka panjang. Hal ini menunjukkan bahwa harga jual obligasi Anda saat ini telah secara konsisten lebih tinggi dalam beberapa hari terakhir dibandingkan dengan jangka waktu pada periode lainnya.

Tentu saja, Anda harus selalu melakukan analisis biaya-manfaat sebelum melalukan perdagangan apa pun. Jika periode holding return yang dihasilkan oleh penjualan sekarang sama dengan atau lebih besar daripada ketika memegangnya hingga jatuh tempo, mungkin saatnya untuk menjual.

Loading...

Sumber www.investopedia.com
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Klik "Terima" untuk menyetujui kebijakan ini. Terima Baca Detail