Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Bitcoin (BTC)
Rp71.164.004
-21.16%
Ethereum (ETH)
Rp1.941.516
-30.08%
Litecoin (LTC)
Rp486.328
DigitalCash (DASH)
Rp1.485.420
Monero (XMR)
Rp1.005.112
Nxt (NXT)
Rp527
Ethereum Classic (ETC)
Rp83.759
Dogecoin (DOGE)
Rp32
ZCash (ZEC)
Rp1.281.256
Bitshares (BTS)
Rp773
DigiByte (DGB)
Rp179
Ripple (XRP)
Rp6.489
0%
BitcoinDark (BTCD)
Rp164.380
PeerCoin (PPC)
Rp11.720
CraigsCoin (CRAIG)
Rp12

Swing Trader vs Trend Trader pada Trading Sekuritas

0 18

Pasar keuangan sangat kompleks, apakah itu pasar saham, forex, obligasi, dan sekuritas lainnya. Akan tetapi, sebagian besar perdagangan cenderung termasuk ke salah satu dari dua kategori berikut, mengikuti tren atau swing trading. Apakah Anda termasuk seorang swing trader atau trend trader? Keduanya tampak sama, tetapi sebenarnya berbeda.

Setiap strategi perdagangan ada kelebihan dan kekurangan, serta ada kriteria tertentu yang harus diikuti oleh investor secara konsisten agar terhindar dari kesalahan. Namun, sebagian besar investor acak dalam penerapan strategi perdagangan yang saling bertentangan tersebut tanpa memahami bahwa dapat mengurangi profitabilitas.

Anda perlu mengidentifikasi apakah seorang swing trader atau trend trader dalam rangka menerapkan strategi trading yang tepat. (Baca Lebih Lanjut: Tipe Trader Forex Apakah Anda?)

Secara teori, trend trader mengambil risiko dalam tren naik atau turun, tetap pada posisi sampai tren berubah. Sebaliknya, swing trader bekerja dalam batasan range-bound market, membeli di level support dan menjual pada level resistance.

Swing trading cenderung bekerja lebih baik untuk jangka waktu yang lebih pendek, sedangkan perdagangan tren (trend trading) bisa diaplikasikan untuk waktu berbulan-bulan. Namun, dalam beberapa dekade terakhir ini, ada kekaburan diantara keduanya karena ketersediaan grafik real-time di semua interval waktu.

Seorang trader baru harus memilih salah satu dari kedua strategi tersebut di awal belajarnya dan tetap menggunakan hingga menguasainya atau menemukan strategi yang lebih cocok. Bagi trader yang lebih berpengalaman dapat menggabungkan kedua tipe perdagangan tersebut, seringkali menggunakan keduanya secara efektif sehingga memberikan hasil yang optimal.

Kemampuan dalam penggabungan kedua tipe perdagangan, swing dan trend trading, perlu memiliki keterampilan multi-tasking yang kuat dengan pemahaman masing-masing strategi yang tepat. Ini dilakukan dengan penyesuaian manajemen risiko dalam menghadapi karakteristik unik dari setiap strategi perdagangan.

Contoh kasus, swing trading long-sides diperlukan exit yang cepat pada resistance, sementara itu perdagangan tren menunggu sekuritas menguji dan menembus level tersebut. Pendekatan campuran keduanya bisa terjadi dengan menjual setengah posisi di resistance, dan menjaga setengahnya dengan harapan terjadi breakout.

Trend Trader Versus Swing Trader

Apakah Anda masih bingung perbedaan mencolok antara swing trader dan trend trader? Karakteristikan perdagangan keduanya berikut ini akan membantu mengidentifikasi masing-masing.

  • Aturan 80-20 (atau Analisis Pareto)

Tren pasar sekitar 20% dari waktu dan sekitar 80%-nya dihabiskan pada rentang perdagangan, pullbacks dan aksi kontra tren lainnya yang menguji batas. Tingkat harga perubahan meningkat dalam tren, menarik bagi trend trader dan terlibat dalam rentang perdagangan, akan menarik bagi swing trader.

  • Gambaran Besar

Trend trader selalu mengikuti isu-isu ekonomi, politik, dan lingkungan secara luas yang (mungkin) berpengaruh terhadap posisi atau manajemen risiko. Sebaliknya, swing trader cenderung mengabaikan pengaruh makro tersebut, berfokus pada price action jangka pendek.

  • Frekuensi Perdagangan

Swing trader mengeksekusi lebih banyak posisi tetapi menahannya untuk jangka waktu yang lebih pendek. Sementara itu, trend trader mengeksekusi posisi yang lebih sedikit tetapi menahannya untuk jangka waktu yang lebih lama.

  • Pemilihan Posisi

Trend trader memiliki atau melakukan short-sell dengan tren naik dan tren turun terkuat. Di sisi lain, swing trader memiliki atau short-sell sekuritas di level support atau resistance.

  • Ukuran Posisi

Swing trader memegang posisi yang lebih besar untuk jangka waktu yang lebih pendek, sementara pedagang tren memegang posisi yang lebih kecil untuk jangka waktu yang lebih lama. Swing trader menggunakan leverage lebih sering daripada pedagang tren.

  • Position Timing

Swing trader mencari timing yang tepat karena rata-rata menang atau kalah akan lebih kecil daripada trader tren, yang dapat melewatkan awal atau akhir dari tren dan masih membukukan keuntungan yang besar.

  • Strategi Entri

Trend trader memasuki posisi ketika momentum kuat atau menunggu kecenderungan kontra untuk menurunkan risiko. Swing trader mengambil risiko pada support atau resistance, memudarkan penghalang dengan memposisikan pada arah yang berlawanan dan menempatkan stop di mana mereka terbukti salah.

  • Strategi Exit

Swing trader keluar dari posisi ketika stop terkena atau target profit tercapai. Pedagang tren menahan posisi sampai tren berubah, terlepas dari jangka waktu. Trader tren menempatkan stop pada tingkat harga yang menandakan perubahan tren.

Kesimpulan

Baik swing trader maupun trend trader perlu menjalankan strategi market timing yang membutuhkan keahlian yang berbeda. Trader berpengalaman dapat saja berhasil dengan menggabungkan keduanya dan mencocokkan strategi ini. Bagi trader baru dan menengah harus fokus pada satu pendekatan dan konsisten dengan pendekatan tersebut sampai sepenuhnya dikuasai.

Loading...

Sumber www.investopedia.com
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Klik "Terima" untuk menyetujui kebijakan ini. Terima Baca Detail