Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Rp14.149
-0.13%
Rp15.784
-0.04%
Rp18.384
-0.19%
Rp130
-0%
Rp9.728
-0.43%
Rp3.772
-0.13%
Rp2.000
-0.24%
Rp10.400
-0.39%
Rp10.794
-0.28%
Rp14.362
+0.03%
Rp9.067
-0.49%

Pengertian dan Rumus Residual Income

0 13.921

Residual income yang dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai laba residu, seringkali digunakan dalam aktivitas finansial di dalam sebuah usaha / bisnis.

Pengertian residual income itu sendiri adalah laba usaha (operating income) yang mampu dihasilkan sebuah pusat investasi di atas penghasilan (return) minimum aset-asetnya.

Lalu, bagaimana rumus residual income itu sendiri dan bagaimana cara menghitungnya?

Laba residu = laba usaha bersih – (tingkat penghasilan minimum dari investasi x aset operasional total)

Tingkat penghasilan (rate of return) minimum seringkali didasarkan pada rata-rata tertimbang biaya modal (weighted-average cost of capital) suatu perusahaan.

Contoh. Asumsikan bahwa aset operasional (operating asset) suatu perusahaan adalah $100.000.000, laba bersih usaha sebesar $18.000.000, dan minimum return on asset adalah 13%. Maka, laba residu adalah:

  • Laba usaha bersih (net operating income) = $18.000.000
  • Dikurangi: return minimum x aset operasional total: 13% x $100.000.000 = $13.000.000
  • Laba Residu : $5.000.000

Siapa yang menggunakan dan Bagaimana Caranya?

Manajer Keuangan. Laba residu adalah jumlah absolut dari laba dan bukan suatu rate of return dan digunakan untuk mengevaluasi kinerja masing-masing divisi.

Evaluasi berdasarkan residual income mendorong para manajer untuk berani menerima peluang-peluang investasi yang memiliki rate of return yang lebih tinggi dari biaya modal yang diinvestasikan.

Manajer yang dievaluasi dengan menggunakan pengembalian dari investasi (return of investment, ROI) mungkin enggan untuk menerima investasi baru yang akan menurunkan ROI yang saat ini mereka miliki, walaupun investasi tersebut akan bermanfaat bagi perusahaan tersebut secara keseluruhan.

Keuntungan menggunakan residual income dalam mengevaluasi kinerja masing-masing divisi meliputi hal-hal berikut ini:

  1. Residual income merupakan laba ekonomis yang memperhitungkan penghasilan minimum yang harus diperoleh aset.
  2. Tingkat pengembalian (rate of return) minimum dapat bervariasi, tergantung pada tingkat risiko dari suatu divisi.
  3. Aset yang berbeda mungkin dibutuhkan untuk memperoleh return yang berbeda tergantung pada risikonya.
  4. Aset yang sama mungkin dibutuhkan untuk memperoleh return yang sama terlepas dari dalam divisi apa aset tersebut berada.
  5. Dampak dari memaksimalkan dollar ketimbang memaksimalkan persentase akan menyebabkan keserasian pencapaian tujuan.

Kelemahan utama dari residual income yaitu tidak dapat digunakan untuk membandingkan divisi-divisi yang berbeda ukurannya. Residual income cenderung menguntungkan divisi yang lebih besar karena melibatkan jumlah dollar yang lebih besar.

Analis Keuangan. Analis investasi dan keuangan memandang positif residual income yang lebih tinggi karena berarti perusahaan tidak saja memperoleh suatu net income, tetapi juga berhasil menutup opportunity cost yang muncul akibat mengikat aset dalam suatu bisnis.

Semakin tinggi rasio residual income atas net income, semakin baik kualitas penghasilannya. Laba residu dipandang oleh banyak analis sebagai ukuran laba riil yang lebih baik daripada net income.

Referensi: Investopedia.com

Loading...