Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Rp14.009
+0.14%
Rp15.582
+0.24%
Rp18.054
+0.43%
Rp129
+0.21%
Rp9.593
+0.36%
Rp3.735
+0.13%
Rp1.982
+0.01%
Rp10.279
+0.19%
Rp10.694
+0.06%
Rp14.155
+0.29%
Rp8.989
+0.14%

Investasi Emas untuk Masa Depan

0 113

Investasi emas kian digemari lantaran paling mudah diwujudkan oleh banyak orang sebagai perencanaan keuangan masa depan. Namun, jangan salah, emas yang dimaksudkan di sini bukan perhiasan seperti cincin, kalung, anting, atau gelang. Anda perlu mengubah persepsi ini. Kalau orangtua Anda cenderung menyarankan membeli perhiasan emas sebagai “tabungan”, berikan pengertian bahwa jika tujuannya untuk berinvestasi, maka emas logam mulia merupakan pilihan yang lebih tepat untuk Anda.

Jika ingin berinvestasi, Anda perlu mempertimbangkan pertumbuhan nilainya. Kurnia Sukmanagara, konsultan perencanaan keuangan dan Associate Advisor di Akbar’s Financial Check Up (AFC) menuliskan, kenaikan nilai dari perhiasan dan logam mulia memiliki perbedaan. Dalam hal ini, tentu saja kenaikan logam mulia jauh lebih tinggi daripada perhiasan emas.

Lantas mengapa kebanyakan orang masih membeli perhiasan emas dan menganggapnya dapat dijadikan sebagai investasi? Sederhana saja, banyak orang yang menilai dengan membeli perhiasan emas, selain sebagai “tabungan” juga bisa menghias diri. Ada juga anggapan bahwa bentuk logam mulia yang seperti bongkahan besar merepotkan dalam hal penyimpanan. “Padahal logam mulia yang diperdagangkan pada satuan 5 gram bentuknya berupa koin atau lempengan,” jelas Kurnia.

Sebelum membuat keputusan dalam berinvestasi emas, ada baiknya Anda memahami plus minus dari perhiasan emas dan logam mulia, seperti dijelaskan Kurnia berikut ini:

Perhiasan emas
Kelebihan:
* Memiliki nilai estetika, nilai inilah yang merupakan utama dari perhiasan dan menjadi penyebab digemari terutama oleh kalangan perempuan.
* Mudah diperoleh, sekarang ini hampir di setiap tempat ditemukan toko emas.
* Fleksibel, karena mudah dibawa-bawa dan mudah dipindahtangankan.
* Tidak terlalu repot untuk disimpan, karena bisa dipergunakan sehari-hari.

Kekurangan:
* Kenaikan nilainya yang tidak bisa menutupi inflasi.

Logam mulia
Kelebihan:
* Kenaikan nilainya bisa melebihi inflasi.
* Ada standar nilai, karena memiliki sertifikat dan nomor produksi serta tanggal produksi.

Kekurangan:
* Kurang mudah diperoleh, karena tidak semua toko emas menjualnya. Namun lebih disarankan membelinya di PT Logam Mulia (anak perusahaan dari PT Aneka Tambang) atau di toko emas yang besar dan sudah lama berdiri.
* Kalau jumlahnya sudah banyak akan sedikit merepotkan untuk menyimpannya.

Tips Membeli Emas
Berinvestasi emas ternyata tidak bisa sembarang saja dilakukan dengan cara beli, beli, dan terus beli ketika harga sedang turun. Sebelum membeli, investor harus tahu kapan emas akan dijual.

Kenapa begitu? Stock and Option Strategist Profit Guide Institute Doni Prabawa, di Jakarta, memberikan beberapa tips penting dalam berinvestasi logam mulia.

Pertama, ia menyarankan, jangan membeli emas denga cara ”membabi buta” saat ada kesempatan. ”Perhatikan pola pergerakan (harga emas). Gunakan money management yang baik,” ujar Doni.

Apa maksudnya money management yang baik? Doni menuturkan, jika masyarakat mempunyai dana, misalnya Rp 100 juta, jangan semuanya dihabiskan untuk membeli emas. Sebaiknya dana dibagi untuk investasi yang lain. ”Ya diversifikasi (investasi),” tambah dia.

Kedua, masyarakat harus ingat atau selalu berasumsi bahwa emas tetap merupakan komoditas yang harganya bisa naik dan turun. ”Sebelum membeli emas, kita harus tahu kapan kita mau jual,” ujar Doni.  Hal ini harus diketahui, baik dalam kondisi rugi maupun untung.

Lalu, kapan waktu terbaik dalam membeli emas? Terhadap ini, Doni memiliki sejumlah tips tambahan. ”Perhatikan indikator-indikator teknikal. Maksudnya, kita perlu lihat grafiknya,” ujar penulis buku dengan judul Investasi Saham Aman dan Menyenangkan terbitan Elex Media Komputindo ini.

Syarat tersebut merupakan syarat dasar di mana investor dapat melihat historis harga emas melalui, misalnya, analisis teknikal Elliott Wave. Kemudian, kombinasikan analisis teknikal dengan faktor fundamental. Maksudnya, investor harus awas dengan info-info pasar dan berita-berita yang ada. Maklum saja, harga emas yang kian tinggi sekarang ini, karena dipengaruhi oleh kondisi krisis yang dialami oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat. Jadi, pelaku pasar harus tahu ini juga.
Menurut Doni, kemungkinan harga emas naik cukup besar. Untuk tahun ini saja, ia memprediksi harga emas berpeluang menyentuh 2.000 dollar AS per troy ounce (setara dengan 31,1 gram).

”Past 10 years (selama satu dekade), awal November hingga akhir Februari, emas selalu positif (pergerakan harganya),” ungkap dia menunjukkan peluang harga emas untuk terus naik menjelang akhir tahun itu terbuka melihat sisi historisnya.
Apalagi ditambah dengan kondisi krisis di AS dan Eropa. ”Sering faktor fundamental dengan teknikal (itu) klop,” tambahnya, ”dengan (tips) ini kita enggak beli (emas) anytime,” sebut Doni.

Sumber:

www.kompas.com

Loading...