Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Rp14.114
+0.11%
Rp15.575
+0.11%
Rp17.852
+0.11%
Rp130
+0.11%
Rp9.585
+0.11%
Rp3.763
+0.11%
Rp1.991
+0.11%
Rp10.320
-0.22%
Rp10.688
+0.11%
Rp14.183
-0.06%
Rp8.876
+0.85%

Model Perencanaan Bisnis Korporat (Corporate Planning Models)

0 834

Suatu model perencanaan bisnis korporat merupakan sebuah model rencana bisnis yang terintegrasi, yaitu ketika model pemasaran dan produksi terhubung dengan model finansial.

Lebih spesifik lagi, suatu model korporat adalah sebuah deskripsi, keterangan dan interelasi dari bidang-bidang fungsional suatu perusahaan seperti akuntansi, finansial, pemasaran, produksi, dll.

Hal ini diekspresikan dalam bentuk sekumpulan hubungan matematika dan logika sehingga dapat memproduksi bermacam-macam laporan, termasuk laporan keuangan.

Tujuan akhir suatu model perencanaan bisnis korporat adalah untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pengambilan keputusan, mengurangi resiko atas keputusan yang diambil. Dan lebih penting lagi untuk mempengaruhi atau bahkan membentuk lingkungan masa mendatang yang menguntungkan.

Kini, semakin banyak perusahaan yang menggunakan, mengembangkan atau bereksperimen dengan model yang sedikit banyak merupakan model perencanaan bisnis korporat.

Hal ini terutama disebabkan adanya pengembangan paket perangkat lunak perencanaan dan pembuatan model. Ini memungkinkan pengembangan model tersebut tanpa harus tahu banyak tentang pemprograman komputer.

Bagi akuntan dan analis perumusan anggaran, perencanaan dan pengendalian anggaran, serta analisa keuangan yang dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan oleh pihak manajemen.

Namun, pembuatan model korporat mencakup jauh lebih banyak hal, daripada hanya menghasilkan laporan keuangan dan anggaran. Tergantung dari struktur dan cakupan aktivitas model itu, berbagai jenis kapabilitas, penggunaan dan analisa dapat disediakannya.

Bagaimana cara membuat model perencanaan bisnis korporat ini?

Model perencanaan korporat dapat dikategorikan menurut dua pendekatan, yaitu simulasi dan pengoptimalan. Model simulasi mencoba untuk merepresentasikan secara matematis baik operasi perusahaan maupun kondisi lingkungan ekonomi eksternal.

Dengan menyesuaikan nilai dari variabel yang dapat dikendalikan dan asumsi kondisi eksternal, implikasi ke depan dari pengambilan keputusan saat ini dapat diperkirakan.

Model simulasi probabilitas (probabilistic simulation model) memasukkan estimasi probabilitas ke dalam rangkaian perkiraan yang dibuat, sedangkan model deterministik tidak melakukannya.

Model optimalisasi ditujukan untuk mengidentifikasi keputusan terbaik, pada saat terdapat batasan tertentu.

Munculnya bahasa simulasi korporat memungkinkan analisis yang hanya memiliki sedikit pengalaman pembuatan program untuk menulis program pembuatan model dalam bahasa pemprograman. Seperti IFPS, SIMPLAN, atau XSIM.

Lagipula sejumlah program seperti Excel dapat digunakan oleh pembuat model perencanaan korporat. Sejak 1979, hampir setiap perusahaan Fortune 1000 telah menggunakan model simulasi korporat.

Semakin lama juga semakin banyak perusahaan berukuran kecil dan menengah yang memperkenalkan alat analitis ini.

Contoh. Model korporat yang mayoritas digunakan adalah model recursive dan atau model simultan. Dalam model recursive setiap persamaan dapat diselesaikan satu per satu.

Caranya adalah dengan mensubstitusikan nilai solusi dari persamaan yang sebelumnya pada sisi sebelah kanan dari persamaan berikutnya.

Sebuah contoh model keuangan yang berjenis recursive adalah:

(1) SALES     = A – B * PRICE + C * ADV
(2) REVENUE = SALES*PRICE
(3) CGS        = 0.70*REVENUE
(4) GM          = SALES – CGS
(5) OE          = $10.000 + .2*SALES
(6) EBT         = GM – OE
(7) TAX         = 0.46*EBT
(8) EAT         = EBT – TAX

Dalam contoh ini, harga jual (PRICE) dan biaya iklan (ADV) telah ditentukan. A, B, dan C merupakan paramater yang akan diestimasi, dan

SALES = volume penjualan dalam unit
REVENUE = pendapatan dari penjualan
CGS = cost of good sold (harga pokok)
GM = gross margin (laba kotor)
OE = operating expenses (biaya operasional)
EBT = earnings before taxes (laba sebelum pajak)
TAX = pajak pendapatan
EAT = earning after taxes (laba setelah pajak)

Model simultan seringkali ditemukan dalam model ekonometrik yang membutuhkan metode penghitungan yang lebih tinggi tingkatnya, seperti matrix inversion.

Sebuah contoh model keuangan simultan disajikan berikut ini:

(1) INT = 0.10*DEBT
(2) EARN = REVENUE – CGS – OE – INT – TAX – DIV
(3) DEBT = DEBT (-1) + BOW
(4) CASH = CASH (-1) + CC + BOW + EARN – CD – LP
(5) BOW = MBAL – CASH

Bagaimana menggunakan model perencanaan bisnis korporat dan menerapkannya?

Pada umumnya, suatu model korporat dapat digunakan untuk:

  1. Membuat simulasi dari suatu strategi alternatif dengan mengevaluasi pengaruhnya terhadap laba
  2. Membantu menetapkan tujuan perusahaan maupun divisi
  3. Mengukur pengaruh interaktif atas bagian-bagian dalam perusahaan
  4. Membantu manajemen untuk lebih memahami bisnisnya dan hubungan fungsional serta membantu meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan
  5. Menghubungkan tujuan dan strategi perusahaan dengan rencana anggaran belanja
  6. Menilai secara kritis asumsi-asumsi yang mendasari batasan lingkungan

Keuntungan yang Didapatkan dari Model Perencanaan Bisnis Korporat:

  1. Kemampuan untuk menjelajah lebih banyak alternatif
  2. Kualitas pengambilan keputusan yang lebih baik
  3. Perencanaan bisnis yang lebih efektif
  4. Pemahaman bisnis yang lebih baik
  5. Pengambilan keputusan yang lebih cepat
  6. Informasi yang lebih tepat waktu
  7. Perkiraan yang lebih akurat
  8. Penghematan biaya

Siapa yang menggunakan model perencanaan bisnis korporat dan kapan digunakan?

Perencana Keuangan dan Analis Anggaran. Dengan menggunakan model perencanaan korporat, manajer keuangan mampu menghasilkan laporan keuangan dan rasio keuangan pro-forma (yang diperkirakan).

Ini merupakan alat-alat dasar untuk penyusunan anggaran dan perencanaan laba. Model ini menjadikan mereka mampu membuat analisis risiko dan melakukan eksperimen “what if”.

Pengatur Strategi dan Perencana Perusahaan. Dalam ketidakpastian mengenai masa depan, manajemen secara khusus tertarik untuk menentukan jalur tindakan yang paling baik untuk kondisi tertentu.

Model ini digunakan sebagai alat bantu untuk meminimalkan risiko dan ketidakpastian serta membangun jalur tindakan yang terbaik bagi perusahaan.

Contohnya, dengan menggunakan model perencanaan, suatu perusahaan dapat menguji pengaruh dari usulan merger dan akuisisi dengan lebih pasti dan lebih menyakinkan dalam mengestimasi potensi laba dari pasar baru.

Referensi: www.accounting-financial-tax.com

Loading...