Metode Persentase Penjualan untuk Pembuatan Perkiraan Keuangan

0 6.953

Persentase penjualan adalah metode yang paling umum digunakan untuk memperoleh kebutuhan dana suatu perusahaan.

Metode ini melibatkan pengestimasian berbagai biaya, aset, dan kewajiban untuk periode yang akan datang, sebagai suatu persentase penjualan yang diperkirakan.

Persentase ini, bersama dengan proyeksi penjualan, digunakan untuk membuat neraca pro-forma (neraca yang pos-posnya merupakan hasil perkiraan).

Memperkirakan penjualan yang akan datang dan biaya yang berkaitan dengannya, memberi perusahaan informasi yang dibutuhkan untuk membuat proyeksi kebutuhan pembiayaan di masa mendatang.

Bagaimana menghitung persentase penjualan ini?

Langkah yang dibutuhkan untuk memproyeksikan kebutuhan pembiayaan sebagai berikut:

  1. Proyeksikan penjualan perusahaan. Perkiraan penjualan (sales forecast) adalah langkah awal yang paling penting.
  2. Proyeksikan variabel tambahan seperti biaya.
  3. Estimasi tingkat investasi dalam aktiva lancar dan aktiva tetap yang dibutuhkan untuk mendukung penjualan yang diproyeksikan.
  4. Hitung kebutuhan pembiayaan perusahaan.

Contoh berikut ini mengilustrasikan bagaimana cara menyusun neraca pro-forma dan menentukan jumlah pembiayaan eksternal yang dibutuhkan.

Contoh 1. Asumsikan saja bahwa penjualan pada tahun 19X1 = $20, proyeksi penjualan tahun 19X2 = $24, laba bersih (net income) = 5% dari penjualan, dan dividen payout ratio = 40%.

Langkah untuk menghitung dijabarkan di bawah ini.

Langkah 1. Nyatakan pos-pos neraca yang secara langsung berubah akibat berubahnya penjualan sebagai persentase dari penjualan. Pos-pos seperti hutang jangka panjang (long-term debt) yang tidak secara langsung berubah dengan berubahnya penjualan, diberi tanda “n.a” atau “not applicable” (tidak dapat diterapkan).

Langkah 2. Kalikan persentase penjualan ini dengan proyeksi penjualan tahun 19X2, $24, untuk memperoleh jumlah yang diproyeksikan.

Langkah 3. Masukkan angka untuk hutang jangka panjang (long-term debt), saham biasa (common stock), dan modal disetor (paid in capital) dari neraca (balance sheet) tahun 19X1.

Langkah 4. Hitung laba ditahan (retained earning)

Langkah 5. Jumlahkan perkiraan aset (asset account), untuk memperoleh proyeksi aset total sebesar $7,2 dan juga tambahkan proyeksi kewajiban dan ekuitas untuk memperoleh $7,12 yang merupakan pembiayaan total yang disediakan.

Karena kewajiban dan ekuitas harus mencapai total $7,2, namun hasil proyeksi hanya $7,12 terdapat kekurangan sebesar $0,08 yang merupakan “pembiayaan eksternal yang dibutuhkan”.

Rumus Singkat. Meskipun pembuatan perkiraan kebutuhan dana tambahan dapat dibuat dengan menyusun neraca pro-forma, seringkali lebih mudah jika menggunakan rumus berikut ini:

Kebutuhan dana eksternal (external funds needed, EFN) =
Kenaikan aset yang dibutuhkan – kenaikan spontan dalam kewajiban – kenaikan laba ditahan

EFN = A/S ΔS L/S ΔS – (PM)(PS)(1-d)

dengan:

  • A/S = aset yang meningkat secara spontan terhadap penjualan sebagai suatu persentase dari penjualan
  • L/S = kewajiban yang meningkat secara spontan terhadap penjualan sebagai suatu persentase dari penjualan
  • ΔS = perubahan penjualan
  • PM = profit margin dari penjualan
  • PS = proyeksi penjualan
  • d = rasio deviden payout

Contoh 2. Untuk data yang ada di dalam contoh 1.

A/S = $6/$20 = 30%
L/S = $2/$20 = 10%
ΔS = $24 – $20 = $4
PM = 5% atas penjualan
PS = $24
d = 40%

Jika angka-angka di atas dimasukkan ke dalam rumus, akan menghasilkan:

EFN = 0,3($4) – 0,1($4) – (0,05)($24)(1-0,4)
= $1,2 – $0,4 – $0,72 = $0,08
Maka, jumlah kebutuhan dana eksternal adalah sebesar $800.000, yang bisa diperoleh dengan menerbitkan wesel bayar (notes payable), obligasi, saham atau kombinasi dari berbagai sumber pembiayaan ini.

Bagaimana cara menggunakan metode persentase penjualan dan menerapkannya?

Keuntungan utama metode persentase penjualan untuk pembuatan perkiraan keuangan yaitu mudah dan murah untuk digunakan.

Namun, untuk memperoleh proyeksi kebutuhan pembiayaan yang tepat di masa mendatang, pembuatan kas (cash budget) harus dilakukan.

Satu asumsi penting dibalik penggunaan metode ini bahwa perusahaan beroperasi dalam kapasitas penuh.

Hal ini berarti bahwa perusahaan tidak dalam kapasitas produktif yang memadai untuk menyerap proyeksi peningkatan dalam penjualan, sehingga membutuhkan investasi tambahan dalam aset.

Siapa yang menggunakan metode persentase penjualan dan kapan digunakan?

Staf Bagian Keuangan. Staf bagian keuangan (financial officer) perlu menentukan kebutuhan pembiayaan untuk tahun depan, secara khusus porsi yang harus diperoleh dari sumber eksternal.

Dengan cara ini, manajemen dapat segera memulai penyusunan paket pembiayaan dengan biaya termurah.

Loading...