Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Rp13.974
+0.3%
Rp15.539
+0.59%
Rp18.630
+0.27%
Rp128
+0.31%
Rp9.609
+0.49%
Rp3.726
+0.3%
Rp2.004
+0.3%
Rp10.324
+0.32%
Rp10.611
+0.26%
Rp14.199
+0.47%
Rp9.217
+0.37%

5 Tips untuk Diversifikasi Portofolio Investasi Anda

0 119

Saat pasar sedang booming, jarang sekali menjual saham dengan harga lebih rendah dari harga beli. Akan tetapi, kita tidak pernah bisa memastikan apa yang terjadi di pasar. Kita tak boleh melupakan betapa pentingnya melakukan diversifikasi portofolio investasi Anda di kondisi pasar apa pun.

Dalam rangka membangun strategi investasi untuk mengurangi potensi kerugian di pasar bearish, banyak yang menyarankan melakukan diversifikasi portofolio investasi. Ini seperti komunitas investor properti yang menyarankan pentingnya “lokasi, lokasi, dan lokasi.” Intinya, Anda sebaiknya tidak meletakkan telur dalam satu keranjang.

Simak terus artikel ini untuk mengetahui mengapa diversifikasi itu penting untuk portofolio investasi Anda. Berikut lima tips sederhana untuk membantu Anda dalam membuat pilihan smart.

 Apa itu Diversifikasi Portofolio Investasi?

Diversifikasi banyak direkomendasikan oleh para perencana finansial, manajer dana investasi, dan investor individu. Diversifikasi merupakan strategi manajemen yang memadukan beragam investasi dalam satu portofolio.

Ide dibalik diversifikasi adalah bahwa berbagai investasi akan menghasilkan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi. Selain itu, diversifikasi merupakan cara bagi investor menghadapi risiko yang lebih rendah dengan cara berinvestasi di aset yang berbeda.

Belajar untuk Berinvestasi dengan Disiplin

Diversifikasi portofolio investasi bukanlah konsep baru. Metode ini mulai banyak digunakan oleh investor saat pasar sedang mengalami crash yang hebat. Perlu diingat, berinvestasi itu sendiri adalah seni bukan reaksi spontan.

Jadi perlu diperhatikan bahwa mempraktekkan disiplin berinvestasi dalam portofolio yang terdiversifikasi merupakan suatu keharusan, sebelum diversifikasi itu sendiri.

Ketika investor rata-rata “bereaksi” dengan kondisi market, maka 80% crash telah terjadi. Pada kondisi inilah serangan terbaik adalah pertahanan terbaik itu sendiri. Portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dengan wawasan investasi yang kuat bisa mengatasi sebagai besar badai yang terjadi di pasar.

Berikut adalah 5 tips untuk membantu Anda melakukan diversifikasi:

#1 Kekayaan Tersebar

Ekuitas bisa jadi luar biasa, tetapi jangan letakkan semua dana Anda di satu sektor atau saham. Pertimbangkan untuk berinvestasi di reksa dana yang dikelola oleh perusahaan pengelolaan aset yang berintegritas. (Baca Juga: Investasi di Reksa Dana bisa Membuat Kaya?)

Akan tetapi, saham bukanlah satu-satunya yang perlu dipertimbangkan. Anda juga bisa berinvestasi di komoditas, Real Estate Investment Trusts (REIT), ETF, dll. Jangan terpaku dengan pasar domestik, berpikirlah jauh lebih luas. Dengan menyebarkan risiko, Anda bisa mendapatkan reward yang jauh lebih besar.

Banyak orang berpendapat bahwa berinvestasi pada aspek yang diketahui bagi investor rata-rata biasanya orientasinya ke sektor bisnis ritel. Dengan mengenal perusahaan atau menggunakan barang / jasanya bisa menjadi pendekatan yang sehat untuk sektor tersebut.

Akan tetapi, jangan terjebak terlalu jauh. Pastikan untuk menyimpan portofolio investasi yang bisa Anda kelola. Tidak ada gunanya berinvestasi di banyak portofolio tetapi Anda tidak memiliki waktu dan tenaga untuk mengelolanya. Batasi portofolio Anda sesuai kemampuan.

#2 Pertimbangkan Reksa Dana Indeks atau Reksa Dana Obligasi

Anda dapat mempertimbangkan penambahan reksa dana indeks atau reksa dana pendapatan tetap ke dalam diversifikasi. Berinvestasi di sekuritas yang melacak beragam indeks dapat membuat diversifikasi investasi jangka panjang yang bagus untuk portofolio Anda.

Dengan menambahkan investasi pendapatan tetap, Anda bisa memberikan lindung nilai portofolio Anda terhadap ketidakpastian pasar. Reksa dana tersebut dapat menyamai kinerja indeks saham. Jadi, daripada berinvestasi di sektor tertentu, reksa dana indeks mencerminkan nilai pasar obligasi.

Reksa dana ini biasanya memiliki biaya rendah sehingga Anda bisa menghasilkan lebih banyak. Hal ini karena biaya operasional dan manajemen juga rendah untuk mengelola reksa dana tersebut.

#3 Terus Membangun Portofolio Anda

Tips berikutnya adalah menambahkan dana ke investasi Anda secara teratur. Anda bisa menggunakan metode dollar-cost averaging untuk membantu memuluskan jalan investasi yang tercipta karena volatilitas pasar. Gagasan dibalik strategi / metode tersebut adalah mengurangi risiko investasi dengan tetap menginvestasikan sejumlah uang yang sama selama periode waktu tertentu.

Dengan strategi tersebut, Anda berinvestasi uang secara teratur ke portofolio sekuritas tertentu. Strategi tersebut memungkinkan bagi Anda untuk membeli lebih banyak saham saat harga rendah dan lebih sedikit di harga tinggi.

#4 Mengetahui Kapan Harus Keluar

Strategi dollar-cost averaging dan beli tahan bisa jadi strategi yang baik. Akan tetapi, Anda tidak harus mengandalkan melulu strategi tersebut. Tetap ikuti kabar terbaru terkait investasi dan mengikuti setiap perubahan yang terjadi di pasar secara menyeluruh.

Anda tentunya ingin mengetahui dengan pasti apa yang terjadi dengan perusahaan tempat menginvestasikan dana. Dengan tetap update, maka dapat mengetahui kapan saatnya meminimalkan kerugian, menjual, dan berinvestasi pada tempat lainnya.

#5 Cermat Terhadap Setiap Biaya

Jika Anda bukan tipe trader, pahami apa saja biaya yang dibebankan terhadap investasi tersebut. Beberapa perusahaan membebankan biaya bulanan, sedangkan perusahaan lainnya membebankan biaya per transaksi. Pastinya, biaya-biaya tersebut dapat mengurangi keuntungan.

Selalu cermat dengan apa saja biaya yang perlu dibayarkan. Ingatlah, pilihan biaya termurah belum tentu yang terbaik. Selalu update dengan setiap perubahan biaya.

Kesimpulan

Berinvestasi itu bisa menyenangkan, mendidik, informatif, dan bermanfaat. Dengan pendekatan strategi diversifikasi, disiplin, beli tahan, dan beberapa strategi lain bisa menjadikan investasi bertahan di kondisi terburuk sekali pun.

Loading...
Sumber www.investopedia.com