Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Bitcoin (BTC)
Rp98.000.000
+0.16%
Ethereum (ETH)
Rp3.072.300
0%
Litecoin (LTC)
Rp803.796
+2.06%
DigitalCash (DASH)
Rp2.327.500
+0.54%
Monero (XMR)
Rp1.583.680
+1.84%
Nxt (NXT)
Rp917
-0.04%
Ethereum Classic (ETC)
Rp145.922
+1.04%
Dogecoin (DOGE)
Rp66
+0.71%
ZCash (ZEC)
Rp1.777.720
+0.37%
Bitshares (BTS)
Rp1.472
+0.44%
DigiByte (DGB)
Rp374
+1.24%
Ripple (XRP)
Rp6.860
0%
BitcoinDark (BTCD)
Rp246.179
+0.71%
PeerCoin (PPC)
Rp13.544
-3.08%
CraigsCoin (CRAIG)
Rp19
+0.7%

3 Poin Utama Crypto: Mata Uang, Komoditas, Token

0 141

Dunia cryptocurrency dihiasi dengan beragam jargon teknis, seperti hash rate, dll. Akibatnya, beberapa kata sering digunakan secara bergantian tanpa banyak memikirkan maknanya. Ini bisa menjadi masalah bagi investor yang tertarik untuk memahami dan memasukkan uang di dunia crypto.

Cryptocurrency, token crypto, dan komoditas crypto (cryptocommodities) adalah ragam kata yang paling disalahpahami. Yang satu berdiri terkait dengan lainnya dari berbagai diskusi. Akan tetapi, ketiganya memiliki arti yang berbeda.

Perbedaan itu menjadi penting dalam konteks pembentukan kerangka penilaian untuk investasi. Sebagai contoh, penilaian cryptocurrency berasal dari keberhasilan koin dalam mengikuti karakteristik uang. Di sisi lain, penilaian token crypto bergantung pada serangkaian faktor yang berbeda, seperti adopsi protokol dan ketangguhan teknologinya.

Sebuan nota penting dalam catatan Goldman Sachs baru-baru ini, saat perusahaan investasi berpendapat bahwa Bitcoin harus dihargai sebagai cryptocommodity bukan cryptocurrency. Argumen Goldman memiliki implikasi terhadap status Bitcoin Futures dan regulasi mereka.

Berikut ini adalah uraian singkat tentang perbedaan antara cryptocurrency, token crypto, dan cryptocommodities.

Cryptocurrency (Mata Uang Kripto)

Cryptocurrency adalah pilihan investasi paling umum dan tinggi di pasar saat ini. Istilah ini digunakan untuk merujuk pada koin yang memenuhi karakteristik uang berbasiskan kertas standar. Karakteristik adalah fungsinya sebagai penyimpan nilai, unit akun, dan fungibility (yaitu kemampuan untuk digunakan tanpa memperhatikan sejarah transaksi).

Contoh cryptocurrency termasuk Bitcoin, Ethereum (Ether), dan Ripple’s XRP. (Perhatikan bahwa Ethereum dan Ripple mengacu pada blockchain yang mendasarinya dan bukan pada cryptocurrency-nya).

Biasanya, kerangka menilai cryptocurrency memperhitungkan faktor-faktor seperti transaksi untuk koin tersebut dan jadwal pasokannya. Altcoin dan koin adalah sinonim yang digunakan untuk merujuk pada cryptocurrency.

Cryptocommodities (Komoditas Kripto)

Ada beberapa perdebatan mengenai apa yang merupakan cryptocommodities. Beberapa menganggap blockchains digunakan untuk menghasilkan token sebagai komoditas crypto. Lainnya telah mendefinisikan cryptocommodities dalam hal karakteristik sistem komputer, seperti daya CPU. Dalam kedua kasus, bagaimanapun juga, cryptocommodities didefinisikan sebagai blok bangunan untuk cryptocurrency.

Hubungan mereka dengan koin yang sebenarnya dapat dibuat lebih jelas dengan bantuan contoh berikut.

Minyak dianggap sebagai komoditas di dunia fisik. Ada biaya tertentu yang terkait dengan mengambilnya dari bumi dan digunakan untuk menggerakkan ekonomi global. Cryptocommodities bekerja dengan cara yang sama. Ada biaya yang terkait dalam rangka menghasilkan komoditas crypto dan digunakan untuk menyalakan ekonomi cryptocurrency.

Misalnya, daya komputasi (atau kecepatan dan jumlah prosesor yang digunakan untuk menghasilkan kripto) dan kapasitas penyimpanan sistem dianggap sebagai cryptocommodities. Ini adalah contoh dari cryptcommodity yang diuraikan sebelumnya.

Contoh pertama adalah blockchain Ethereum karena digunakan sebagai blok bangunan untuk menghasilkan token kontrak cerdas. Beberapa organisasi besar telah bersama-sama membentuk Ethereum Enterprise Alliance (EEA) untuk membangun kerangka kerja dan teknologi umum untuk membuat aplikasi menggunakan blockchain-nya.

Crypto Tokens (Token Kripto)

Token kripto mirip dengan cryptocurrency karena dibuat di blockchain. Cryptocurrency adalah bentuk token yang paling umum. Tetapi, token kripto adalah representasi yang lebih luas dari nilai blockchain.

Nilai tersebut dimanifestasikan di berbagai rentang, dari cryptocurrency hingga poin loyalitas, bahkan, aset yang dibangun di blockchain. Ethereum adalah blockchain yang mendasari untuk beberapa token yang menggunakan platformnya untuk mengembangkan layanan dan produk.

Misalnya, Tronix (TRX) adalah token untuk industri hiburan. EOS adalah token untuk infrastruktur yang diperlukan untuk mendayagunakan aplikasi yang terdesentralisasi. Anda dapat menemukan daftar lengkap token Ethereum di sini.

Kesimpulan

Meskipun ketiganya digunakan secara bergantian dalam artikel berita dan wawancara, cryptocurrency, cryptocommodities, dan token crypto adalah entitas yang berbeda. Perbedaan ketiganya penting dalam konteks pengaturan dan penilaian di masa depan.

Loading...

Sumber www.investopedia.com
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Klik "Terima" untuk menyetujui kebijakan ini. Terima Baca Detail