Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Rp14.197
-0.14%
Rp15.691
-0.67%
Rp18.236
-1.85%
Rp131
+0.05%
Rp9.556
+0.05%
Rp3.786
-0.17%
Rp2.000
+0.08%
Rp10.347
-0.1%
Rp10.739
-0.24%
Rp14.250
-0.4%
Rp8.873
+0.02%

Rumus Modal Kerja (Working Capital)

0 33.335

Dalam bisnis, dibutuhkan pemahaman yang baik tentang modal kerja. Bagaimana rumus modal kerja dan cara menghitung modal kerja (working capital)? Berikut penjelasannya.

Secara definisi, modal kerja berarti membandingkan aset lancar terhadap kewajiban lancar, dan berguna sebagai cadangan likuid yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan tak terduga (contingencies) dan menghadapi situasi yang tak pasti.

Saldo modal kerja yang besar harus dipertahankan jika sebuah perusahaan tidak bisa memperoleh pinjaman dalam waktu singkat. Modal kerja harus dikaitkan dengan unsur laporan keuangan lainnya, seperti penjualan dan aset total.

Bagaimana cara menghitung modal kerja? Berikut beberapa rumus modal kerja:

1. Working capital = aset lancar – kewajiban lancar

2. Modal kerja : Penjualan

3. Modal kerja : Aset Total

4. Working capital yang diperoleh dari kegiatan operasional (working capital provided from operations):

Laba bersih ditambah:
Biaya modal selain modal kerja – Nonworking capital expenses (misalnya, depresiasi)
Dikurangi: Pendapatan modal selain modal kerja – Nonworking capital revenue (misalkan, amortisasi dari pendapatan yang tertunda – amortization of deferred revenue)
Sama dengan: Modal kerja yang diperoleh dari kegiatan operasional

5. Modal kerja yang diperoleh dari kegiatan operasional : Laba bersih

6. Modal kerja yang diperoleh dari kegiatan operasional : Kewajiban total

Berikut ini contoh penerapan rumus modal kerja dan perhitungannya.

Sebuah perusahaan melaporkan informasi berikut ini dalam laporan keuangannya.

  • Modal kerja yang diperoleh dari kegiatan operasional = $100.000
  • Laba bersih = $300.000
  • Aset lancar = $900.000
  • Kewajiban lancar = $500.000
  • Kewajiban tidak lancar = $600.000

Rata-rata yang berlaku dalam industri adalah:

Modal kerja yang diperoleh dari kegiatan operasional terhadap kewajiban total = 30,5%
Modal kerja terhadap laba bersih = 50%
Modal kerja = $1.100.000

Rasio yang relevan untuk perusahaan tersebut adalah:

Modal kerja = $400.000
Modal kerja yang diperoleh dari kegiatan operasional terhadap kewajiban total = 9,1%
Modal kerja yang diperoleh dari kegiatan operasional terhadap laba bersih = 33,3%

Analisis di atas menunjukkan bahwa modal kerja yang didapatkan dari operasional tidak cukup untuk membayar seluruh hutangnya, sebuah hasil yang menunjukkan rendahnya likuiditas perusahaan.

Lebih jauh, perusahaan tersebut memiliki lebih sedikit laba yang didukung oleh dana likuid dibanding perusahaan sejenis dalam industrinya. Secara umum, modal kerja perusahaan ini terlihat sangat kurang dibanding dengan norma yang berlaku dalam industri.

Siapa yang menggunakan rumus modal kerja ini dan bagaimana caranya?

Jajaran Manajemen Keuangan dan Kreditor Jangka Pendek (misal, Pemasok). Pihak manajemen mungkin harus mengawasi tingkat modal kerja dengan ketat karena perjanjian kredit dan perjanjian resmi obligasi (bond indenture) biasanya menuntut syarat dipertahankannya suatu tingkat modal kerja minimum.

Untuk mendeteksi perubahan dalam komposisi modal kerja, seorang kreditor harus menentukan tren dalam persentase setiap aset lancar terhadap aset lancar total. Misalkan, pergeseran dari kas menjadi persediaan / inventori mengimplikasikan turunnya likuiditas.

Rasio modal kerja terhadap penjualan (working capital-to-sales ratio) memperlihatkan apakah sebuah perusahaan menggunakan saldo likuidnya dengan optimal.

Rasio modal kerja yang rendah menunjukkan rendahnya kemampuan sebuah perusahaan untuk memperoleh pendapatan dari dana likuidnya.

Rumus modal kerja yang diperoleh dari kegiatan operasional terhadap laba bersih (working capital provided by operations to net income) yang tinggi sangat diharapkan, karena tingkat likuiditas lebih tinggi ketika laba didukung oleh dana likuid.

Rumus modal kerja yang diperoleh dari kegiatan operasional terhadap kewajiban total (working capital provided by operations to liabilities) menunjukkan tingkat ketersediaan modal kerja yang dihasilkan secara internal untuk membayar berbagai kewajiban perusahaan.

Loading...