Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Rp14.114
+0.11%
Rp15.575
+0.11%
Rp17.852
+0.11%
Rp130
+0.11%
Rp9.585
+0.11%
Rp3.763
+0.11%
Rp1.991
+0.11%
Rp10.320
-0.22%
Rp10.688
+0.11%
Rp14.183
-0.06%
Rp8.876
+0.85%

Rumus Break Even Point (Titik Impas)

0 13.469

Rumus break even point atau yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai titik impas, berguna bagi segala jenis bisnis / usaha dalam menentukan titik ketika bisnis dapat segera menghasilkan laba.

Tiga rumus titik impas yang akan dijelaskan berikut, akan menghitung titik impas, margin of safety, dan titik impas kas.

1. Rumus Break Even Point (Titik Impas)

Titik impas (break even point) adalah volume penjualan ketika pendapatan total sama dengan biaya total, sehingga menghasilkan laba nol, yaitu tingkat penjualan minimum yang diperlukan untuk menghindari kerugian.

Bagaimana menghitungnya?

Penjualan = biaya variabel + biaya tetap

Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang tetap konstan dan tidak bergantung pada suatu aktivitas (misalnya biaya sewa), sedangkan biaya variabel (variabel cost) adalah biaya-biaya yang berubah menurut aktivitas (misalnya biaya bahan baku).

Jika penjualan yang dilakukan harus menghasilkan suatu laba sebelum pajak yang diharapkan (desired before-tax profit), rumusnya menjadi:

Penjualan = biaya variabel + biaya tetap + laba yang diharapkan

Contoh 1. Jika harga jual $25, biaya variabel per unit $10 dan biaya tetapnya $15.000, jumlah unit yang diperlukan untuk mencapai titik impas adalah:

S = VC + FC

$25U = $10U + $15.000

$15U = $15.000

U = 1.000

Penjualan total = 1.000 unit x $25 = $25.000

Jika laba yang diharapkan adalah $3.000, maka jumlah unit yang harus dijual adalah:

S = VC + FC + P

$25U = $10U + $15.000 + $3.000

$15U = $18.000

U = 1.200

Rumus Break Even Point (BEP) atau titik impas
Rumus Break Even Point (BEP) atau titik impas

2. Margin of Safety (Tingkat Keamanan Penjualan)

Margin of Safety adalah suatu tingkat penurunan dalam penjualan sebelum perusahaan mulai merugi.

Bagaimana Cara Menghitungnya?

Margin of Safety = (penjualan yang diharapkan – penjualan pada titik impas) : penjualan pada titik impas

Contoh 2. Jika penjualan diproyeksikan sebesar $30.000 dan titik impas terjadi ketika penjualan bernilai $25.000, margin of safety diproyeksikan akan bernilai sekitar 20%.

[latex]\frac{30.000-25.000}{25.000}= 20%[/latex]

3. Cash Break Even Point (Titik Impas Uang Tunai)

Titik impas uang tunai adalah volume penjualan yang dapat menutupi seluruh biaya tunai selama suatu periode. Tidak seluruh biaya tetap operasi melibatkan pembayaran tunai (misalnya, biaya penyusutan)

Bagaimana Menghitungnya?

Titik impas kas = penjualan = biaya variabel + biaya tetap tunai

Titik impas uang tunai lebih rendah dibandingkan titik impas yang biasa, karena beban bukan kas dikurangi biaya tetap.

Contoh 3. Asumsikan bahwa terdapat fakta seperti Contoh 1, kecuali bahwa biaya tetapnya sebesar $15.000, termasuk penyusutan sebesar $1.500. Titik impas kas per unit adalah:

S = VC + FCC

$25U = $10U + $13.500

$15U = $13.500

U = 900

Bagaimana Menggunakan Rumus Break Even Point dan Menerapkannya?

Analisis titik impas digunakan untuk bermacam-macam tujuan, termasuk menentukan:

  • Volume penjualan yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas
  • Volume penjualan yang dibutuhkan untuk memperoleh laba yang diinginkan
  • Dampak perubahan harga jual, biaya variabel, biaya tetap, dan output terhadap laba
  • Harga jual yang harus dikenakan
  • Biaya variabel per unit atau biaya tetap yang diinginkan

Rumus break even point digunakan untuk mengorganisir pemikiran tentang berbagai aspek luas yang penting dari suatu bisnis, misalnya, menentukan tingkat hunian kamar hotel untuk mencapai titik impas atau tingkat muatan penumpang untuk mencapai titik impas suatu penerbangan.

Margin of safety berguna untuk mengukur risiko operasi. Semakin besar risikonya, semakin aman situasinya karena berkurangnya risiko untuk jatuh ke titik impas.

Titik impas uang tunai digunakan saat perusahaan memiliki persediaan uang tunai yang minim atau biaya akibat kesempatan yang hilang (opportunity cost) jika menyimpan uang tunai yang berlebihan terlalu tinggi.

Siapa yang menggunakan rumus break even point dan kapan digunakan?

Manajer Keuangan, Pemasaran, dan Produksi serta Pemimpin Manajemen. Manajer yang berbeda-beda menggunakan analisis titik impas dalam perusahaan karena penting saat memulai aktivitas yang baru, seperti memulai lini bisnis yang baru, mengembangkan bisnis yang ada atau memperkenalkan produk atau jasa baru.

Beberapa pertanyaan yang umumnya dapat dijawab oleh rumus break even point ini adalah:

  • Manajer keuangan: Bagaimana kelayakan suatu usulan investasi ditinjau dari sisi keuangan (financial feasibility)?
  • Pemimpin manajemen: Apakah berbagai kemungkinan titik impas perusahaan membaik atau memburuk? Apakah dampaknya jika terjadi negosiasi tenaga kerja dalam skala yang besar?
  • Manajer Pemasaran: Apakah sebuah kampanye pemasaran berskala besar akan menghasilkan penjualan yang cukup untuk membenarkan biaya kampanye? Apakah diperkenalkannya sebuah produk baru akan menambah atau mengurangi profitabilitas perusahaan?
  • Manajer Produksi: Apakah modernisasi fasilitas produksi akan terbayar dari produksi yang dihasilkannya?

Referensi Tambahan:

  1. Wikipedia
  2. Organisasi.org
Loading...