Partner Informasi Investasi, Bisnis dan Keuangan
Bitcoin (BTC)
Rp95.947.618
-0.21%
Ethereum (ETH)
Rp3.414.789
-2.74%
Litecoin (LTC)
Rp846.026
-3.88%
DigitalCash (DASH)
Rp2.858.040
-2.77%
Monero (XMR)
Rp1.709.807
-2.48%
Nxt (NXT)
Rp1.036
-1.81%
Ethereum Classic (ETC)
Rp159.595
+0.68%
Dogecoin (DOGE)
Rp84
-1.87%
ZCash (ZEC)
Rp1.837.174
-1.89%
Bitshares (BTS)
Rp1.707
-4.48%
DigiByte (DGB)
Rp364
-7.02%
Ripple (XRP)
Rp7.729
0%
BitcoinDark (BTCD)
Rp290.436
-2.85%
PeerCoin (PPC)
Rp16.307
+3.76%
CraigsCoin (CRAIG)
Rp18
+0.38%

5 Tips Memilih Broker Forex yang Tepat

0 28

Memulai perdagangan di forex tentunya harus benar-benar mencermati setiap langkahnya. Termasuk dalam memilih broker forex. Berikut 5 tips memilih broker forex yang tepat, khususnya bagi trader / investor pemula.

Pasar forex merupakan salah satu pasar keuangan yang terbesar di dunia dan menyumbang lebih dari $ 4 triliun nilai rata-rata perdagangan setiap harinya. Disebabkan tidak adanya pasar sentral untuk forex trading, maka trader diharuskan memilih broker forex dalam membantu melakukan aktivitas perdagangan.

Ada banyak broker forex yang hadir di dunia, sebagian merupakan pemain besar dan terus bertambah. Memilih broker tersebut memerlukan penyaringan yang super hati-hati.

Dalam artikel ini akan disajikan 5 tips memilih broker forex yang tepat di pasar forex yang sangat kompetitif saat ini.

1. Kepatuhan Terhadap Peraturan

Ini merupakan poin pertimbangan pertama yang perlu dicermati dalam memilih broker forex. Setiap broker forex yang berkualitas dan terpercaya harus mengikuti berbagai aturan yang berlaku di negaranya.

Di Indonesia, misalkan, broker forex harus teregulasi secara resmi dan mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam melayani nasabahnya. Di Amerika Serikat, broker forex terkemuka menjadi anggota dari National Futures Association (NFA) dan terdaftar secara resmi di U. S. Commodity Futures Trading Commission (CFTC) sebagai Merchant Perdagangan Berjangka dan Retail Foreign Exchange Dealer.

NFA merupakan organisasi regulasi mandiri untuk industri berjangka di Amerika Serikat. Institusi ini mengembangkan aturan, program dan layanan untuk melindungi integritas pasar, pedagang dan investor, dan untuk membantu anggota memenuhi tanggung jawab peraturan.

CFTC adalah lembaga pemerintah independen yang mengatur pasar berjangka dan opsi komoditi di Amerika Serikat. Di negara mana pun broker forex itu berasal, harus mengikuti setiap aturan yang berlaku di negaranya atau jika hendak melakukan perdagangan internasional harus memiliki izin untuk itu juga.

Setiap negara memiliki badan regulasi sendiri. Karena potensi kekhawatiran mengenai keamanan simpanan dan integritas broker, akun hanya boleh dibuka dengan perusahaan yang sudah diatur dengan benar.

2. Mengecek Rincian Akun

Tips memilih broker forex yang tepat berikutnya adalah benar-benar mengecek rincian akun yang ditawarkan kepada para calon nasabahnya. Setiap broker forex memiliki penawaran akun yang berbeda-beda.

Diantaranya poin yang perlu dicek, yaitu:

  • Leverage and Margin

Setiap trader memiliki akses ke beragam leverage tergantung dari broker, seperti 50:1, 200:1, 1000:1, dst. Leverage merupakan pinjaman yang diberikan oleh broker kepada para pemegang akun margin.

Sebagai contoh, seorang trader jika menggunakan leverage 50:1  dengan ukuran akun $1000, maka bisa menempatkan posisi yang senilai $50.000. Leverage seperti dua sisi mata uang, dapat menguntungkan dan dapat juga menghancurkan.

Leverage dapat menguntungkan bagi trader forex dengan posisi win karena potensi keuntungan yang meningkat. Sebaliknya, dapat pula menghancurkan akun trader karena berpotensi juga memperbesar kerugian. Oleh karena itu, leverage harus dipergunakan secara cermat dan hati-hati.

  • Komisi dan Spread

Bagi broker, uang dihasilkan dari komisi dan spread. Broker yang mengambil komisi dapat mengenakan persentase dari spread yang telah ditentukan, yaitu perbedaan antara harga bid dan ask pasangan mata uang.

Akan tetapi, ada banyak broker yang mengiklankan dirinya bahwa tidak membebankan komisi. Mereka menghasilkan uang dengan menerapkan spread yang lebih luas. Misalnya, spread bisa menjadi spread tetap dari 3 pips (pip = unit minimum dari perubahan harga di forex). Atau, spread dapat juga bervariasi tergantung pada volatilitas pasar.

Contohnya, EUR / USD 1,3943 – 1,3946 mempunya spread 3 pip. Hal ini berarti bahwa jika trader membelinya di posisi 1,3946, maka posisi tersebut kehilangan nilai 3 pip dan hanya bisa dijual segera di 1,3943. Semakin luas spread-nya, maka semakin sulit untuk menghasilkan profit.

Pasangan mata uang yang populer seperti GBP / USD dan EUR / USD biasanya memiliki spread yang lebih ketat dibandingkan dengan pasangan mata uang yang kurang populer.

  • Modal Awal

Sebagian besar broker forex menetapkan modal awal dengan nominal yang kecil, bahkan mulai dari $10 saja. Dengan menggunakan leverage, daya beli akan jauh lebih besar dari modal minimum tersebut.

Hal ini merupakan alasan mengapa forex trading menjadi menarik bagi banyak trader dan investor baru. Banyak broker forex menawarkan akun mikro, mini dan standar dengan menerapkan aturan / persyaratan minimum untuk modal / setoran awal.

  • Kemudahan dalam Deposit dan Penarikan Dana

Hal yang juga perlu dipertimbangkan dalam tips memilih broker forex adalah kemudahan transaksi deposit dan penarikan dana. Setiap broker memiliki kebijakaan penarikan dan deposit masing-masing. Ada broker yang memfasilitasi trader untuk mendepositkan dananya secara online melalui kartu kredit, Paypal, Bitcoin, wire transfer, cek, dan lain sebagainya.

Semakin fleksibel penerapan transaksi deposit dan penarikan dana, semakin diminati oleh banyak trader / investor. Biasanya, penarikan dapat dilakukan dengan metode yang sama saat seorang trader melakukan deposit. Hal ini untuk menghindari tindak pidana pencucian uang. Broker dapat mengenakan fee untuk setiap dilakukan deposit / penarikan dana.

3. Pasangan Mata Uang yang Tersedia

Tips memilih broker forex yang tepat salah satunya adalah dengan mempertimbangkan pasangan mata uang yang tersedia dalam perdagangan. Ada banyak pasangan mata uang yang tersedia untuk perdagangan, tetapi hanya sebagian kecil yang menjadi favorit bagi trader.

Pasangan mata uang utama yang menjadi perdagangan dengan likuiditas terbesar seperti USD / JPY, EUR / USD, USD / CHF, GBP / USD. Bisa jadi, broker menawarkan banyak pilihan pasangan mata uang forex yang dapat diperdagangkan, tetapi yang terpenting broker tersebut menyediakan pasangan mata uang yang menjadi favorit bagi para trader.

4. Layanan Pelanggan

Layanan pelanggan merupakan salah satu poin penting dalam tips memilih broker forex yang tepat. Seperti yang diketahui, pasar forex terjadi selama 24 jam sehari, maka layanan / dukungan bagi pelanggan forex harus tersedia kapan pun.

Hal yang perlu dipertimbangkan dalam layanan pelanggan ini adalah kemudahan untuk berkomunikasi langsung dengan live support yang nyata, bukan robot otomatis.

Dalam mempertimbangkan broker, mencoba menghubungi layanan support dapat memberikan gambaran tentang kualitas layanan yang diberikan, waktu menunggu, dan kemampuan dalam mengatasi masalah. Layanan pelanggan harus dapat menjawab pertanyaan seputar spread, leverage, aturan, dan rincian mengenai perusahaan.

Rincian mengenai perusahaan termasuk diantaranya berapa lama broker forex itu telah berdiri, ukuran volume perdagangannya, legalitas, dll. Broker forex yang lebih besar biasanya memiliki akses ke harga dan eksekusi yang jauh lebih baik.

5. Platform Perdagangan

Faktor penting berikutnya dalam tips memilih broker forex adalah platform trading yang disediakan oleh broker kepada para trader / investor. Platform trading merupakan portal bagi trader untuk dapat masuk ke pasar. Dengan demikian, harus dapat dipastikan bahwa platform trading yang disediakan tersebut dapat mudah digunakan, visual yang baik, terdapat tools untuk analisis teknikal atau analisis fundamental, dan dapat keluar masuk perdagangan dengan mudah.

Poin yang kelima ini sangat penting. Platform trading yang didesain dengan baik memiliki tombol ‘beli’ dan ‘jual’ yang responsif, bahkan beberapa broker dalam platformnya menyediakan tombol ‘panik’ yang akan menutup semua posisi yang terbuka.

Desain antarmuka yang tidak dibuat dengan baik dapat menyebabkan kesalahan dalam entri order, seperti tidak sengaja menambah posisi yang seharusnya ditutup, atau melakukan order short yang seharusnya long.

Ada pertimbangan lainnya seperti pilihan kustomisasi, opsi untuk trading otomatis, jenis entri order, merancang strategi, backtesting, dan lain sebagainya. Sebagian besar broker forex menawarkan akun demo gratis bagi trader sehingga dapat mencoba platform trading sebelum memulai perdagangan dengan uang yang sebenarnya.

Loading...

Sumber www.investopedia.com
Berlangganan Newsletter!
Berlangganan Newsletter!
Daftarkan email Anda disini dan dapatkan informasi terbaru dari kami langsung ke email Anda.
Anda dapat membatalkan langganan kapanpun.

Website ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Klik "Terima" untuk menyetujui kebijakan ini. Terima Baca Detail