Kamus Investasi

Rumus Payback Period Dalam Investasi

Dalam berinvestasi, kita sebaiknya mengetahui dengan baik perhitungan rumus payback period. Apa pengertian payback period tersebut? Bagaimana penggunaannya?

Payback period dapat diartikan sebagai jumlah tahun yang diperlukan untuk memperoleh kembali investasi yang ditanamkan (initial investment).

Analisis terhadap payback period suatu investasi, membantu dalam mengevaluasi risiko dan likuiditas suatu proyek.

Bagaimana rumus Payback Period itu, dan juga perhitungannya?

Ada beberapa rumus payback period yang bisa dijadikan rujukan, beberapa diantaranya:

1. Payback Period = Investasi awal : aliran kas masuk tahunan

2. Discounted payback period

Metode ini memperhitungkan nilai waktu dari uang (time value of money). Penghitungan dilakukan dengan menambahkan present value aliran kas masuk setiap tahun hingga jumlahnya sama dengan investasi awalnya.

Payback period akan menjadi lebih lama dengan menggunakan metode discounted, karena nilai uang berkurang seiring berlalunya waktu.

3. Payback Reciprocal

Ini merupakan reciprocal (satu dibagi dengan) payback period.

Payback Reciprocal = 1 : payback period

Payback reciprocal menghasilkan estimasi tingkat pengembalian internal (internal rate of return, IRR) yang cepat dan akurat dari suatu investasi. Ini terjadi saat umur suatu proyek lebih lama dari 2 kali lipat payback period dan aliran kas masuk (cash inflow) jumlahnya sama untuk setiap periode.

Contoh 1. Suatu perusahaan sedang mempertimbangkan untuk menawarkan suatu produk baru, dengan biaya awal sebesar $250.000. Cash inflow yang diharapkan adalah $80.000 selama 5 tahun.

Perusahaan ingin uangnya kembali dalam waktu 4 tahun. Rumus payback period nya adalah:

Payback Period = investasi awal : kas masuk tahunan
= $250.000 : $80.000
= 3,125

Karena payback period-nya (3,125) kurang dari batas payback period (4), perusahaan sebaiknya tidak menawarkan produk baru tersebut.

Contoh 2. Suatu perusahaan menginvestasikan $40.000 dan menerima cash inflow berikut ini:

  • Tahun 1 = $15.000
  • Tahun 2 = $20.000
  • Tahun 3 = $28.000

$35.000 (diperoleh dalam 2 tahun) + ($5.000 : $28.000)
2 tahun + 0,18 = 2,18 tahun
Jadi, payback period-nya 2,18 tahun

Jika jumlah cash inflow setiap tahun tidak sama, untuk menentukan periode pengembalian tambahkan cash inflow tahunan untuk menentukan jumlah cash outlay (investasi yang dikeluarkan).

Jawabannya adalah lama waktu untuk memperoleh kembali investasi awal.

Contoh 3. Asumsikan fakta yang sama dengan yang ada dalam contoh 2 dan biaya modal (cost of capital) sebesar 10%. Maka perhitungannya, sebagai berikut:

Rumus payback period dan perhitungannya

Payback period = Initial cash outlay : aliran kas masuk yang terdiskonto

Tahun 1
$15.000 x 0,9091 = $13.637

Tahun 2
$20.000 x 0,8264 = $16.528

Tahun 3
$28.000 x 0,7513 = $21.036

$30.165 + ($9.835 : $21.036)
2 tahun + 0,47 = 2,47 tahun

Siapa yang menggunakan rumus payback period dan bagaimana caranya?

Pihak Manajemen. Payback period adalah salah satu metode yang digunakan manajemen untuk memilih diantara berbagai alternatif proposal.

Periode pengembalian yang lebih pendek, lebih disukai karena mengindikasikan risiko yang lebih kecil, likuiditas yang lebih baik dan rate of return yang lebih cepat.

Keuntungan payback yaitu memungkinkan perusahaan yang memiliki masalah uang tunai untuk mengevaluasi perputaran dari sumber daya yang langka. Ini dilakukan untuk memperoleh kembali dana yang diinvestasikan dengan lebih cepat.

Beberapa pihak percaya bahwa payback sebaiknya tidak digunakan dalam industri yang tidak stabil dan tidak menentu serta sangat terpengaruh oleh perubahan teknologi yang cepat, karena masa depan tidak menentu.

Oleh karena itu, tidak perlu memperkirakan cash flow yang akan diterima lebih dari 2 tahun dari sekarang.

Keuntungan payback adalah mudah digunakan dan dipahami, menangani masalah risiko investasi secara efektif dan digunakan sebagai pelengkap bagi teknik penghitungan lain yang lebih canggih. Ini disebabkan karena tidak mengindikasikan risiko dalam perhitungannya.

Kekurangan dari analisis payback yaitu mengabaikan nilai waktu uang (time value of money), tidak memperhitungkan cash flow yang diterima setelah payback period dan tidak mengukur profitabilitas.

Referensi Tambahan:

www.investopedia.com

Portal Investasi

Redaksi Portal Investasi

Disqus Comments Loading...

Artikel Terbaru

Bagaimana Menyusun Anggaran Keuangan Keluarga? Ini Tipsnya

Bagaimana menyusun anggaran keuangan keluarga? Ini salah satu pertanyaan yang dicari dan terkadang tidak semua…

4 tahun yang lalu

7 Manfaat Membuat Anggaran Keuangan Pribadi yang Anda Harus Tahu!

Ada hal terpenting yang bisa dilakukan untuk mengelola uang, yaitu dengan membuat anggaran keuangan pribadi.…

4 tahun yang lalu

Cara Trading di Bursa Saham Agar Sukses

Agar menjadi investor / trader saham sukses, Anda harus mengerahkan upaya maksimal untuk mencapainya. Investor…

4 tahun yang lalu

Rahasia Kebebasan Finansial yang Perlu Anda Ketahui

Tak banyak yang mengetahui tentang rahasia kebebasan finansial. Banyak orang beranggapan bahwa bebas secara finansial…

4 tahun yang lalu

6 Cara Membuat Anggaran Keuangan Pribadi, Mudah dan Cepat

Apabila Anda ingin mengontrol pengeluaran dan mencapai tujuan finansial Anda, maka dibutuhkan anggaran keuangan. Bagaimana…

4 tahun yang lalu

5 Sikap Mental Pengusaha ini yang Perlu Dimiliki untuk Sukses

Ingin menjadi pengusaha sukses? Bisa jadi ini idaman bagi sebagian orang yang bercita-cita menjadi wirausaha.…

4 tahun yang lalu